Halo, presiden biadab @prabowo. Saat mengundang 7 pemred kenamaan ke Hambalang sampean dicecar perihal keberlanjutan embege di saat negara berpotensi menghadapi problema moneter dan fiskal karena perang yang berkecamuk di timteng. Dengan lantang sampean mengatakan, "Tetap saya jalankan! Lebih baik saya memberi makan rakyat saya daripada uang itu dikorupsi!"
Lihat ini. Pemberian makan sampean tak sesuai target, tak bergizi, yang diamanahkan ketahuan basah korupsi, dan ekonomi negara yang sampean pimpin carut-marut!
Mundur!
harga barang yang berpotensi naik,
efek 1 $USD = Rp.18.000
tapi tenang sobat, tidak akan ada demo. selama bbm tdk di naikkan harganya. @prabowo tau banget soal ini.
1). Mi instan
2). Tahu dan tempe
3). Tepung terigu
4). Roti dan kue
5). Smartphone / Handphone
6). Laptop dan komputer
7). Komponen PC (seperti RAM, kartu grafis/VGA, dan prosesor)
8). Daging ayam potong
9). Telur ayam ras
10). Obat-obatan (baik generik maupun obat paten)
11). Suplemen dan vitamin impor
12). Alat kesehatan (seperti masker medis, alat cek darah, dan perban)
13). Suku cadang (*spare parts*) mobil dan sepeda motor
14). Mobil dan sepeda motor baru
15). Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex)
16). Susu formula anak (yang menggunakan bahan baku bubuk susu impor)
17). Produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) merek luar negeri
18). Barang elektronik rumah tangga (Televisi, AC, Kulkas, Mesin Cuci)
19). Pakaian, sepatu, dan tas bermerek impor
20). Daging sapi impor (*frozen beef*)
21). Bawang putih (karena mayoritas pasokan nasional masih diimpor)
22). Buah-buahan impor (seperti apel, anggur, pir, dan kurma)
23). Gula pasir (sebagian besar bahan baku gula mentah/rafinasi didatangkan dari luar negeri)
24). Gas LPG non-subsidi (Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg)
25). Keju, mentega (*butter*), dan krim olahan susu impor
26). Konsol game (PlayStation, Nintendo Switch, Xbox)
27). Kamera digital dan lensa fotografi
28). Smart TV dan Android TV
29). Perangkat audio (Speaker bluetooth, *headphone*, dan *earbuds* nirkabel)
30). Powerbank dan aksesori pengisi daya (charger serta kabel data)
31). Oli dan pelumas mesin kendaraan (bahan dasar *base oil* menggunakan standar harga global)
32). Ban kendaraan bermotor (menggunakan komponen kimia pengolah karet impor)
33). Aki kendaraan (battery mobil dan motor)
34). Pupuk kimia non-subsidi (bahan baku fosfat dan kalium sepenuhnya diimpor)
35). Biji plastik (bahan baku utama pembuatan botol, kantong, dan wadah kemasan industri)
36). Kertas fotokopi dan kertas cetak (harga bubur kertas/pulp terikat harga komoditas global)
37). Besi beton dan baja ringan untuk konstruksi pembangunan
38). Cat tembok dan cat industri (menggunakan pigmen dan bahan kimia inti impor)
39). Sepatu olahraga merek global (seperti Nike, Adidas, Puma, dll.)
40). Parfum original merek luar negeri
41). Pakaian dan jaket dari lini mode internasional (fast fashion retail)
42). Mainan anak bermerek impor (seperti Lego, diecast Hot Wheels, dan action figure)
43). Alat musik modern (Gitar listrik, keyboard, piano digital, dan drum elektrik)
44). Alat olahraga impor (Raket badminton/tenis, sepeda, dan peralatan gym)
45). Pakan kucing dan anjing (pet food) merek internasional
46). Susu kedelai kemasan pabrikan
47). Cokelat batangan dan produk berbasis kakao olahan dari luar negeri
48). Saus dan bumbu masakan kemasan impor (seperti saus pasta instan, kecap Jepang, dan mayones)
49). Suplemen kebugaran (seperti whey protein, kreatin, dan susu diet impor)
50). Tiket pesawat terbang rute internasional (karena biaya avtur global dan sewa pesawat menggunakan mata uang USD)
Menolak Menjadi Penonton: Membebaskan Persib dan Bobotoh dari Cengkeraman Masyarakat Tontonan
Ke mana energi Bobotoh mengalir, siapa yang mengontrol arusnya? Seberapa jauh antusiasme kolektif tetap menyala ketika tidak ada pertandingan?
https://t.co/vF7GQYmb4O
setelah itu jadi sadar, kenapa mesti takut with the idea of βgetting replacedβ? aint that how this life works? sesederhana memahami ya mungkin sampai di situ aja perannya. dan itu ga papa. not everyone means to stay in our life forever.
some people stay, some teach us a lesson.
Lebih baik resign drpd lupa rasanya tidur nyenyak, bangun gak cemas, makan ga ketelen, tlpn ga pernah berhenti 24/7, tanggal merah tetap kerja, lebaran tetap kerja
Bagi sebagian kota, keberadaan klub sepakbola telah menjadi identitas yang begitu dibanggakan. Ga heran, momentum juara dirayakan oleh segenap warga kota.
Namun, perayaan itu akan menjadi insiden tatkala tata kota tak siap untuk menampung gelombang euforia warga.
Alih-alih berbahagia, malah timbul insiden yang tak diinginkan, seperti yang terjadi saat perayaan juara Persib Bandung.
Dari London hingga Bandung, bagaimana tata kota berpengaruh terhadap perayaan juara?
[Sebuah Utas]
Opini itu seperti lobang pantat, tiap orang punya satu. Biarin aja meski kadang ada yg lebih bau dari yg lain. Tentu saja lobang pantat para rapper lokal juga bau, cuma mereka gak hanya beropini: rap lokal udah 3,5 dekade berevolusi dari teknis sampe non-teknis, barat sampe timur
Aku rasa akhirnya melebar kemana-mana karena ada pantikan ucapan rasial yang nyerang identitas etnis/masyarakat secara umum. Kritik awalnya fokus membahas perilaku saat konvoi berubah jadi stereotip & penghinaan rasial secara umum lewat kata-kata spt "sundog", "hama", dll.
@elpelahap saya mau ngingetin aja nder, itu cuitan yang di itb bikin mahasiswa itb ga nyaman dan takut, jadi bisa jadi kata-kata mereka itu keluar dari emosi, bukan dari akal budi mereka. mau mahasiswa itb, ui, atau manapun itu pasti ada kalanya mereka salah kata. coba dipahami seperti itu.
Teu saeutik carita Bobotoh luar daerah anu kecewa ka sesama Bobotoh,boh di daerah na boh diluar daerah na nu ujungna asup dejek di daerah na.
Padahal teu beuki ajiserp tapi saukur hayang balas dendam disisihkan ti komunitasna.
Ulah garalak, sing nyaraah ka dulur sorangan π