@kring_pajak saya dapat BP21 dengan kode objek pajak 21-100-17 dari bank BCA Digital, apakah Bupot ini harus saya masukkan kedalam SPT Tahunan saya? jika iya dimasukkan kemana saja dan apakah akan jadi kurang bayar walaupun PPh 21 sudah dibayarkan pihak bank?
@kring_pajak saya dapat BP21 dengan kode objek pajak 21-100-17 dari bank BCA Digital, apakah Bupot ini harus saya masukkan kedalam SPT Tahunan saya? jika iya dimasukkan kemana saja dan apakah akan jadi kurang bayar walaupun PPh 21 sudah dibayarkan pihak bank?
Penjarahan yang terjadi sepertinya adalah manipulasi elit politik ke masyarakat miskin kota. Kelas menengah kemudian menuduh mereka yang "tidak makan bangku sekolahan" karena melakukan penjarahan. Padahal "tidak makan bangku sekolahan" adalah persoalan struktural.
Hati-hati banyak provokasi dan informasi palsu bergulir!
Jangan disebar, jangan diperkeruh. Pastikan cek dan verifikasi informasi yang masuk.
Jangan langsung percaya replies di tweet-tweet kami tanpa verivikasi. Selalu verifikasi dua kali, cari sumber ketiga dan keempat.
Selalu waspada, banyak nyawa bisa selamat dengan berhati-hati! Ingat: berhati-hati menyebarkan informasi bisa menyelamatkan nyawa warga.
Semoga Tuhan lindungi kita.
Tough action to be taken on protestors, Tiktok banned and news outlets being banned from reporting. My utmost respect to the brave protestors fighting today, for the tomorrow they deserve.
Hey @UNHumanRights@OHCHRAsia Indonesian police have been given the green light to use excessive force on protesters resulting in deaths. Live features on social media banned overnight and electricity is being cut to prevent the news from spreading internationally. Help
Yoyon Surono, ayahanda almarhum Rheza Sendy Pratama, sempat memeriksa keadaan jenazah putranya saat sedang dimandikan. Ia menyebut ada banyak indikasi luka-luka berat di tubuh anaknya tersebut.
“Aku tadi ikut mandiin, sini (menujuk leher kiri) itu kayak patah apa gimana, terus ini (menunjuk perut bagian kanan) itu bekas pijakan kaki-kaki bekas sepatu PDL,” kata Yoyon usai pemakaman sore tadi, 31 Agustus 2025, di Dusun Jaten, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman.
“Terus di sini (menunjuk perut) ada sayatan-sayataan, terus sama kepala sini agak bocor, terus di sini tuh putih-putih kayak kena gas air mata. Sama kaki, tangan dan punggung lecet semua,” lanjutnya.
Rheza, mahasiswa semester lima program studi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, mengikuti aksi unjuk rasa di sekitar Mapolda DIY, Minggu (31/8) pagi. Ini dibenarkan pihak Amikom melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ahmad Fauzi.
“Betul, dia (Rheza) salah satu mahasiswa kami. Yang bersangkutan ikut dalam aksi (unjuk rasa) di Mapolda DIY,” ujarnya, dilansir Tribun Jogja.
Ketua BEM Amikom, Alfito Afriansyah, menjelaskan Rheza sempat terekam menaiki motor bersama seorang kawan saat aparat menembakkan gas air mata. “Dia posisi di depan. Untuk yang membonceng belum tahu siapa. Tapi bukan mahasiswa Amikom,” kata Alfito.
Menurut Alfito, jenazah Rheza ditemukan dengan kondisi mengenaskan. “Untuk video yang beredar itu benar Rheza. Terkonfirmasi dari teman sekelas dan motornya,” ujarnya, dikutip dari Radar Jogja.
| Narasi Daily