"Apa gunanya ilmu kalau tidak memperluas jiwa seseorang sehingga ia berlaku seperti samudera yang menampung sampah-sampah. Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian seseorang sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?" by: @caknundotcom
Alhamdulillah berkat Rahman & Rahiim Allah SWT, 30 maret & 12 april mencicipi infusan.
Dengan kondisi tidur hanya 3-4jam per harinya, otak digunakan berpikir keras cepat dan diusahakan tepat, like a roller coaster 30hari ini. MASIH SEHAT WARAS #ALLAHUAKBAR 🥹
Delicious breakfast - this time in Portugal - with the great and special company of Sir Alex Ferguson. Amazing time, great memories. See you again soon, Boss 😃
Sudah terlewati detik menit jam hari minggu bulan hingga tidak terasa sudah 3 tahun lebih menjalani ritme hidup seperti ini, Alhamdulillah bisa terlewati dgn Rahman Rahiim & Petunjuk Allah SWT.
But, I'm sure you also see all these stages of life from a different place. Rindu🌹
𝐒𝐮𝐫𝐚𝐭 𝐊𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐊𝐚𝐧𝐣𝐞𝐧𝐠 𝐍𝐚𝐛𝐢: 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐀𝐧𝐜𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧
–𝘌𝘮𝘩𝘢 𝘈𝘪𝘯𝘶𝘯 𝘕𝘢𝘥𝘫𝘪𝘣
Muhammad. Setiap tahun kami memperingati hari kelahiranmu. Telah beribu-ribu kali umatmu melakukan peringatan itu, dan masing-masing kami rata-rata memperingati kelahiranmu tiga puluh kali. Tetapi lihatlah: kami jalan di tempat. Tidak cukup ada peningkatan penghayatan. Tak terlihat output personal maupun sosial dari proses permenungan tentang konsistenan. Acara peningkatan maulidmu pada kami masih involusi, bahkan mungkin degradasi dan distorsi.
Kami tentu akan datang ke acara peringatan kelahiranmu di kampung kami masing-masing, namun pada saat itu nanti nanti wajah kami tidaklah seceria seperti tatkala kami datang ke toko-toko serba ada, ke bioskop, ke pasar malam, ke tempat-tempat rekreasi.
Kami mengirim shalawat kepadamu seperti yang dianjurkan oleh Allah–karena Ia sendiri beserta para malaikat-Nya juga memberikan shalawat kepadamu. Namun umumnya itu hanya karena kami membutuhkan keselamatan diri kami sendiri.
Seperti juga kalau kita bersembahyang sujud kepada Allah, kebanyakan dari kami melakukannya karena kewajiban, tidak karena kebutuhan kerinduan, atau cinta yang meluap-luap. Kalau kami berdoa, doa kami berfokus pada kepentingan pribadi kami masing-masing.
Sesungguhnya kami belum mencapai mutu kepribadian yang mencukupi untuk disebut sebagai sahabatmu, Muhammad. Kami mencintaimu, namun kami belum benar-benar mengikutimu. Kami masih takut dan terus-menerus tergantung pada kekuasaan-kekuasaan kecil di sekitar kami. Kami kecut pada atasan. Kami menunduk kepada benda-benda. Kami bersujud kepada uang, dan begitu banyak hal-hal yang picisan.
–
Selengkapnya kunjungi Instagram Kenduri Cinta
#ean #caknun #KenduriCinta
https://t.co/zbTW8UFoYo