kalau manusia bisa mengerti bahasa orang utan, mungkin manusia enggan membakar hutan. sebab hangusnya pepohonan bisa membuat orang utan murka hingga mengisi dunia dengan jeritan
patah hati banget ๐
barusan dapat kiriman foto dari mutual, terus pas dicek lebih lanjut ternyata lokasinya di Rangkasbitung.
aku gabisa mastiin spesies apa yang dibunuh, tapi jumlah sebanyak ini kayanya udah cukup jadi alasan buat petugas meriksa gasih?
karna populasi satwa liar itu kan ga bekerja kek stok barang di gudang ya ๐ฅฒ
tupai ini teman-teman, dia memang sering dianggap hewan yang cuma curi buah dari kebun. padahal di alam, mereka ikut menentukan tanaman mana aja yang bakal tumbuh jadi generasi hutan berikutnya.
mereka bawa buah dan biji menjauh dari pohon induknya, terus makanin atau nyimpen sebagian di tempat lain.
masalahnya, jangankan kita, mereka sendiri tuh kadang lupa di mana mereka nyimpen biji atau buah yang mereka tabung.
biji atau buah yang terlupakan itulah yang punya kesempatan berkecambah di tempat baru.
bisa bayangin ga? dia nyimpen hal terbaik, di tempat terbaik, terus berkecambah menjadi sesuatu yang jauh lebih baik. besar jasanya walau tubuhnya kicik.
selain itu, dia juga ikut mengatur kepadatan bibit dengan makanin banyak biji, supaya ga semua tanaman tumbuh berdesakan dan saling berebut cahaya, air, atau nutrisi di titik yang sama.
kalo mereka musnah dari satu lokasi, dampaknya bakal muncul perlahan nantinya.
salah satunya yha regenerasi beberapa tumbuhan berkurang, pola tumbuh bibit berubah, lalu susunan jenis tumbuhan di lokasi itu bisa ikut bergeser.
dalam ekologi, hilangnya satu populasi dari wilayah tertentu disebut kepunahan lokal.
spesiesnya mungkin masi hidup di tempat lain, tapi fungsi ekologisnya udah hilang dari lokasi itu ๐