Paham kan kenapa Prabowo gak suka kebebasan pers? Ya karena ini
Bagi diktator kayak dia, pertanyaan dan kontra argumen adalah hal subversif yang bisa menggoyang kekuasaan dan ilusi stabilitas
Buat dia semuanya harus satu komando. Persis rezim militeristik yang dia bangun
Guys ada beberapa momen di wawancara Najwa dengan Prabowo yang gw rasa perlu lebih banyak orang cermatin.
Bukan yang bagus-bagusnya. Tapi yang mengejutkan dan jujur tidak nyaman untuk didengar dari seorang presiden.
Pertama soal demonstrasi dan bom molotov.
Najwa kasih data ratusan mahasiswa dan aktivis ditangkap pasca demo. Penangkapan terbesar sejak reformasi. Dan aktor yang menyuruh tidak pernah terungkap.
Prabowo tidak jawab soal kenapa aktornya tidak pernah diusut.
Dia malah balik tanya ada yang ribut tidak soal bom molotov? Ada yang ribut tidak soal gedung DPR mau dibakar?
Najwa bilang banyak Pak yang protes.
Prabowo bilang enggak ada itu.
Dan mereka debat soal apakah ada yang protes atau tidak. Di depan kamera. Dengan nada yang semakin meninggi dari sisi Prabowo.
Presiden dan jurnalis berdebat soal fakta apakah ada pemberitaan atau tidak bukan soal substansi pertanyaannya.
Pertanyaan aslinya tidak pernah dijawab. Kenapa aktor intelektualnya tidak pernah ditangkap.
Kedua soal kritikan yang dianggap regime change.
Najwa tanya apakah semua kritikan terhadap pemerintah bermuara pada keinginan untuk regime change.
Prabowo bilang tidak semua tapi ada.
Lalu dia sebut Asia Tengah. Color revolution. Disinformasi dari negara-negara tertentu.
Dan kalimat ini yang menurut gw paling mengkhawatirkan.
'Kita ini bukan anak kecil. Kadang ada peristiwa yang dibuat seolah-olah. Itu namanya false flag operation.'
Ini diucapkan dalam konteks kasus Andri Yunus yang pelakunya sudah terbukti dan dikonfirmasi sendiri oleh Mabes TNI sebagai anggota Bais TNI.
Bukan spekulasi. Bukan rumor. Sudah dikonfirmasi institusi militer negara sendiri.
Tapi presiden membuka kemungkinan bahwa itu bisa jadi false flag.
Dan itu bukan pernyataan yang kecil. Karena kalau presiden sendiri meragukan fakta yang sudah dikonfirmasi institusinya sendiri bagaimana publik bisa percaya bahwa penyelidikannya akan tuntas.
Ketiga soal 'kalau tidak suka bisa turun ke jalan.'
Ini yang paling bikin gw diam sebentar.
Di tengah diskusi soal kekhawatiran ruang demokrasi yang menyempit Prabowo bilang kalimat ini.
'Kalau memang rakyat tidak suka sama saya bisa turun ke jalan ramai-ramai.'
Konteksnya dia sedang bilang bahwa rakyat yang mendukung dia tahu kalau rusuh semua yang rugi.
Tapi framing-nya bisa dibaca dua arah.
Satu dia percaya diri karena merasa dukungan rakyat masih kuat.
Dua ada nada yang terasa seperti tantangan. Di saat yang bersamaan dengan konteks mahasiswa yang baru saja mengalami penangkapan massal terbesar sejak reformasi.
Ajakan untuk turun ke jalan dari seorang presiden — di tengah diskusi soal intimidasi terhadap pengkritik itu pilihan kata yang sangat tidak biasa.
Keempat soal 'saya korban juga.'
Ketika Najwa tanya soal ruang bersuara yang menyempit dan kasus-kasus intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis Prabowo bilang satu kalimat yang gw tidak bisa lewatkan begitu saja.
'Saya ini korban juga.'
Lalu langsung pivot ke harga pangan yang terkendali di Ramadan.
Gw tidak tahu maksudnya persis. Korban dalam konteks apa. Diserang secara politik? Difitnah?
Tapi menyebut diri sendiri sebagai korban di saat yang sama ketika aktivis HAM yang luka bakar 24 persen dan korneanya rusak sedang dirawat di rumah sakit itu pilihan framing yang sangat tidak tepat waktunya.
Gw tidak bilang semua yang Prabowo katakan malam itu salah. Ada yang bagus. Ada yang jujur. Ada yang berani.
Tapi ada beberapa momen yang seharusnya tidak keluar dari seorang presiden di forum publik.
Karena kata-kata presiden itu bukan sekadar pendapat pribadi. Itu sinyal. Dan sinyal yang salah efeknya jauh lebih luas dari kata-katanya sendiri.
3 hal yg kadang sulit diucapkan:
1. Maaf
2. Makasih
3. Saya mengakui bahwa saya telah melakukan pelanggaran HAM berat, yaitu penculikan dan penghilangan paksa aktivis pro demokrasi pada tahun 97-98.
Agak OOT tapi orang kerja kantoran pada umumnya kan dibatasi usia pensiun, kenapa jadi presiden ga ada batasan usia maksimum, ya? Secara biologis kan lansia ada penurunan kognitif, volume otak menyusut, dll. I mean look at him and setanyahu and
Secara politik bingung gak kamu?
Yang ditemui dubes malah mantan wapres. Bukan Presiden dan bukan wapres penjabat.
Ini artinya Iran aja gak percaya sama kapasitas Presiden dan Wapres kita 😂
@direktoridosen lah iya juga, udah bikin sistem, tools bagian e bupot ga ada sama sekali, ternyata ebupot bisa dicek di bagian dokumen kocak, itupun tau setelah harus ke kantor pajak dlu, dan mba mba bag pelayanan juga masih awam sama sistemnya sendiri wkwk😀
Klo nonton Escape ep 2 ttg takdir, pertanyaan ini dibahas mereka.
Intinya, Pengetahuan Allah meliputi segalanya, termasuk masa lalu, skrg, & masa depan.
Artinya, kita masuk neraka/surga tuh Allah sdh tau sedari awal sbg konsekuensi dari Maha Tahunya Dia.
Sementara kita belum ngalamin masa depan, ya kita gatau akhirnya akan gmn.
Krn gatau, sebaiknya jangan sok tau dg jd Tuhan, lalu berkata "Klo emg ditakdirkan masuk neraka, buat apa kita beramal/ibadah?"
Maka dari itu Allah bilangnya, siapa aja yg hidupnya berusaha berbuat baik, Allah akan mudahkan jalannya utk terus menuju kebaikan.
Sebaliknya, siapa aja yg cenderung utk berlaku buruk/jahat, Allah jg mudahkan jalannya utk terus menuju keburukan.
Maka beramal lah krn setiap orang dimudahkan sesuai jalan yg dia pilih (free will).
Dari situ dg Rahmat-Nya, seseorang bisa masuk surga.
Nah balik lg, akibat dari konsekuensi ke-Maha Tahunya Allah ttg apa yg terjadi di masa depan, jd masuk akal klo cerita ttg neraka tsb sdh kita dengar skrg meski dalam persepsi waktu kita, hari kiamat belum terjadi & manusia belum menjalani hisab akhirnya.
pada akhirnya, bukan lagi
"if he want, he would"
tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way"
inget, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan gaakan jadi milik orang lain.
I'm sorry to say..
Bahwa dgn dibawanya Indonesia gabung dalam BoP tanpa persetujuan DPR & dikeluarkannya sejumlah uang (hampir 17 T) yg jadi beban keuangan negara maka ...
Pak @prabowo & 𝗸𝗮𝗯𝗶𝗻𝗲𝘁𝗻𝘆𝗮 telah secara paripurna melanggar UUD 1945
https://t.co/KFTF3WMDx1
_
Indonedia telah menjadi 100% budak 🙂↔️
- perjanjian tanpa batas waktu
- wajib ngasih upeti 500T Rupiah per tahun(?) selamanya ke US 👺
- matinya petani jagung, kedelai dan beras
- penguasaan 100% kepemilikan tambang
- semena mena mengubah UU indo
💩💩💩💩💩💩💩
Jujur, aku kagum betul sama ini negara.
Ada rakyat mengkritisi program pemerintah dengan cara-cara baik dan memberikan saran baik, enggak didengar. Malah dicibir habis-habisan dalam setiap pidato presiden.
Giliran ada Ketua BEM salah satu Universitas di Indonesia mengkritisi dengan menyurati PBB dan menggalakkan istilah "Maling Berkedok Gizi" dalam panggung-panggung organisasi, eh malah mendapat teror sana sini sampai orang tuanya ketakutan.
Dan, yang bikin makin takjub, Istana malah merespon: makanya kalau kritik pakai etika.
Woi, itu rakyat lu kena terror karena kritis menyuarakan aspirasinya.
Malah ditanggepin begitu.
Jadi ya enggak heran kenapa orang kritis di negeri ini selalu diterror kepala babi, bangkai ayam, di lempar telur busuk, dan di lempar bom molotov, orang negaranya saja tidak bereaksi apa-apa terhadap pelaku terror pada mereka yang keras bersuara.
Katanya kritik sebagai vitamin, tapi nyatanya?
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
They’re not just bombing people.
They’re wiping out the conditions required for people to exist.
This is an act of genocide, carried out in daylight, in full view of the world.
Berisik dilarang 🙂↕️
Diam di anggap sudah baik😏
Sabtu 14 februari 2026
Ramadhan sudah mau dekat tapi rumah mereka belum pulih dalam lumpur yang basah Yuk ikutan andil dalam membantu saudara kita yang ada di aceh