Bayangkan pejabat punya Skema ini utk menghandle dan merespon kritik masy:
1. Distill
memisahkan mana emosi dan substansi kritiknya, dingin melihat masalah.
2. Acknowledge
Mengakui Masalah-nya tu ada beneran
3. Respond; dengan sat set, jujur, transparan
4. Commit
Punya komitmen agar usaha penyelesaiannya bisa dilihat bersama.
Selama ini pejabat hanya bilang ini itu tapi tidak punya skema jelas yg bisa dilihat progresnya oleh masy. Skema ini kewajiban siapa? Ya masa pejabat. Mereka lebih nyaman dg status quo. Dan resiko disikat atasannya akan besar kalau semua langkah nya bisa dlihat masy. Wong jane blas ora melangkah. Harus ada yang memulai ini, dengan nothing to loose demi memperbaiki carut marut jembut nya sistem.
Siapa yang mampu dan berani? Siapa yang akan ikut? Siapa yang akan menolak? Siapa yang di posisi iddle skeptis paitan sengit?
Kenduri Cinta adalah rumah tempat bersaudara dan belajar bersama. Komunitas yg digagas sejak tahun 2000 lalu telah melewati perjalanan yg panjang dengan segala dinamikanya.
Penggiatnya datang dan pergi, silih berganti, saling mendewasakan satu sama lain.
Komunitas ini adalah laboratorium untuk bertumbuh. Kolaborasi dibutuhkan untuk melahirkan inovasi yg lebih baik dari sebelumnya. Bukan hanya melanjutkan hal-hal yg baik, tetapi juga melahirkan pembaharuan-pembaharuan yg menghadirkan manfaat dan maslahat untuk semua.
Hingga entah bagaimana nanti garis akhir yg ditentukan, yg kami upayakan adalah terus berjalan untuk terua bertumbuh.
2/2. Agar sebutan 'Gus' tetap terjaga nilainya, bagaimana kalau mulai sekarang terhadap mereka yang tak berintegritas, tak miliki akhlak mulia, dan tak jelas sanad keilmuannya, tak usah lagi kita sapa dengan sebutan 'Gus'. Setuju? 😉
1/2. Dulu sebutan 'Gus' terbatas jumlahnya, dilekatkan hanya pada sosok pilihan, seperti: Gus Dur, Gus Mus, dll.
Kini sebutan 'Gus' alami penurunan nilai karena dilekatkan ke banyak orang tanpa seleksi. Lha wong saya saja yang kayak gini juga sering dipanggil 'Gus' kok, hahaha..