@antropolohis@Kemdikdasmen Outside of the cesspool in the comments, ini sebenarnya juga membahayakan mereka gak sih? Basic internet safety selalu mengedepankan untuk TIDAK memberikan informasi pribadi di internet, apa lagi untuk anak-anak. Untuk menghindari terjadinya doxxing dan cyber bullying.
Rezimnya korup & gagal menyelesaikan masalah struktural (kemiskinan, KKN, pengangguran, etc)
Makin hilang legitimasi di hadapan rakyat
Akhirnya eksploitasi politik identitas buat menciptakan musuh imajiner buat menangin balik legitimasi rakyat
Sebusuk itu memang rezim kalian
@acquadivine@menghanyurkan Funnily enough, using the same exact method on how they eradicated Gerwani back then. They demonise the target through weird notions โ this time around: โBau tai!โ Like, cโmon, thereโs no way your frontal lobe developed brain thinks that it works like that
@vicky_kawaguchi People do anything for money, thatโs one thing and thatโs understandable as they need to survive. But being voluntarily insensitive when you clearly have other option is another level of madness
@walangtangina@fadliiramadann Embarassing aja si ngecap sekelompok lebih โdecentโ daripada yang lain for dreaming to work at a place yang clearly make more profit dengan cara supporting the very movement yg lu anggep โwajar untuk diremehkanโ. Hypocrite son of a bitch hahah
@777blossoming Gak pejabat gak masyarakat nya pada gila hormat
Ngegaji underpaid, belagaknya kaya nyonya kerajaan
Merasa terhina dipanggil kamu
Memanusiakan manusia aja gak bisa, cihhh
Disini kalau interview pas tahap akhir referees juga di telpon dan di interview juga. It just feels so weird when you have your referees being called and they talk about u gitu bareng2, kayak who am i to deserveee all of this intention huhu
@legisfiction Permasalahannya bukan belajarnya, tapi belajar untuk UTBK. Anak2 jadi kehilangan esensi utama belajar, yaitu untuk cari ilmu bukan untuk masuk PTN, bener2 diajarin dari kecil ilmu itu buat bisa menang di dunia kapitalis bukan untuk hidup