@bidethetime 'Masalah rumah mah gampang,'
Rasanya kalimat itu sudah berada di ujung lidah. Sedikit lagi bisa terselip keluar; kalau Xuan tidak buru-buru menggigit bibir.
Ia tahu benar, kalau dia hanya akan memperkeruh suasana semisal kalimat itu terucap. -
@bidethetime "Oh,"
Fu Xuan terdiam sejenak.
"Yaudah gadai aja sertifnya. Kalau emang bisa dapet duitnya balik. Terus chat tuh orangnya pakai nomor baru, kasih tau udah digadai."
Benar, berita Jing Yuan punya asma ternyata masih menjadi berita paling mengagetkan nomor satu buat dia.
@bidethetime Dia mau tidak mau memutar bola mata mendengar jawabanmu, "As if you can surprise me more than this."
Ya, dalam benaknya, setelah setahun lebih pacaran denganmu, sama sekali tidak pernah terbayang dia akan mengetahui kekasihnya diam diam memiliki penyakit asma.
@bidethetime "Gadaiin aja."
Celetuk Xuan. Dia memang kadang tidak punya ampun dengan orang lain.
"Tapi hubungannya sama kamu ngerokok tiap kita berantem tuh apa? Hubungannya sama asma kamu tuh gimana?"
@bidethetime Ada kalanya Fu Xuan mudah ditebak, dan hari ini adalah hari itu. Karena kalimat yang kemudian dia lontarkan merupakan kalimat yang sudah kamu duga.
"Terus kenapa? Bukannya kamu suka ngerokok kalau habis berantem sama aku?"
kecewa. Kecewa pada diri sendiri yang gagal menyadari kekasihnya itu memiliki penyakit bawaan. Kecewa bahwa sebagian dari alasan penyakit tersebut kambuh adalah karena dirinya.
Karena dia paham, Yuan hanya merokok ketika dia stress dengan pekerjaan atau kala bertengkar. -
@bidethetime kecurigaan yang tadinya tidak pernah sekalipun tersirat dalam benaknya.
Xuan mengambil nafas lagi, berusaha mengatur nafas agar suaranya tidak serak.
"Ada lagi yang mau kamu omongin ke aku sebelum aku tau sendiri?"
@bidethetime Fu Xuan itu sangat tidak suka dibohongi. Dia dibesarkan dalam lingkungan di mana kejujuran dijunjung tinggi dan tumbuh besar belajar bahwa tak ada hal baik yang datang dari kebohongan.
Maka, dapat dipahami kejadian ini membuatnya cukup terluka. Menumbuhkan bibit -
@bidethetime Pada akhirnya dia mengambil nafas kecil, menyeka air mata dengan punggung tangan sebelum berjalan keluar gedung, menuju parkiran. Secara tidak langsung mengiyakan ajakan sang kekasih.
@bidethetime Isaknya tidak keras, tapi sanggup membuat bahunya bergetar.
Sejujurnya dia terlalu marah untuk perduli dengan tatap penasaran dari pasang mata asing di sekitar mereka. Yang dia mau hanya menumpahkan segala emosi yang menyeruak keluar akibat perbuatan Yuan. -
sama aku. Kamu kalau gak ditanya gaakan bilang. Tapi aku kan juga manusia ko, aku gak akan kepikiran pertanyaan yang bener buat ditanyakan setiap waktu. Aku kadang jadi merasa aku tuh gak kenal kamu ... " Suaranya lirih sebelum kemudian dia mulai menangis, menangkup -