Di depan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (yg dikepalai oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk PBB, Sidharto Reza Suryodipuro) di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos dari tindakan genosida."
"Darah orang Palestina dan Iran ada di tangan mereka."
"Kredensial moral apa yang dimiliki Amerika? Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Pernyataan ini tidak mengejutkan. Justru yg mengejutkan adalah di manakah anggota parlemen dan atau perwakilan dari negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya? Adakah bersuara 'keras' yg sama? Kenapa harus Hongkong? Kenapa harus Spanyol, Afrika Selatan, dan atau negara yg bahkan tak punya ikatan 'saudara' dalam iman dan keyakinan?
Banyak pelajaran dibawa pulang Carrick dan timnya. Low-block defense menjadi momok yang harus segera dicari solusinya.
Beberapa pemain terlihat linglung menghadapi taktik "parkir bis" semacam ini. Licha sempat terlalu lama memegang bola dan switched off ketika kena counter. Dalot terekspos kelemahannya ketika one on one melawan winger cepat. Cunha teredam dengan sempitnya ruang manuver. Shaw meski bagus dalam membantu serangan, tapi kegamangannya membuat United harus kebobolan.
Tapi ada secercah solusi yang terlihat pada akhir babak kedua. Crossing langsung ke jantung pertahanan ketika posisi lawan stretched dapat memberi peluang gol. Zirkzee dan akhirnya Sesko menjadi bukti. Carrick dan stafnya bisa membangun opsi taktik dari situ.
City, Arsenal, Fulham, Spurs, West Ham. WWWWD.
Gimana caranya cerita ke anak cucu nanti bahwa tim paling susah dilawan dari list ini bukanlah Arsenal atau City, tapi West Ham United.
#poroshalangid
In the Muslim world, paedophiles and rapists are usually shot, hanged, or beheaded.
In the West, paedophiles and rapists become presidents, politicians, and princes.
Gabriel gamau salaman usai pertandingan. Sok keras tp justru menunjukan mental tempenya. Tidak bisa mengakui kekalahan.
Pemainnya aja begini, wajar fansnya juga kebakaran. Udah menjalar.
Gaya kaya Ramos, prestasi setara Ryan Shawcross.
#poroshalangid
Sold Garnacho
Sold Antony
Sold Rashford
Sold Sancho
Sold Hojlund
Sold Onana
Bought Cunha
Bought Mbeumo
Bought Sesko
Unlocked Amad
Called out Wilcox
Called out the board
Eradicated player power
SET THE STANDARD
He actually rebuilt the club HIMSELF 🇵🇹
- Licha shoving Gabriel Jesus and owning Gyokeres
- Maguire lifting Gabriel Magalhães and throwing him away
- Bruno turning Merino to his dog
- Mainoo nutmegging Rice on his assist for Cunha's goal
Bro, we didn't just beat Arsenal, we bullied them at their own home. 😭😭😭