tolong jangan di normalisasikan leave without any explanation. semua orang punya perasaan. what makes someone sad isn’t always being left behind, tapi because of what happened plus gatau karna apa. be gentle and kena common sense.
baru sadar kehilangan spark tuh ternyata ga selalu kelihatan seperti sedih. kadang kita masih ketawa, masih kerja, masih ngobrol, masih main, masih jadi diri sendiri tapi rasanya ada bagian dari diri kita yang pelan-pelan mati. and somehow, losing your spark slowly is scarier than being sad all at once. karena kita bahkan ga sadar kapan terakhir kali kita merasa benar-benar hidup.
Sekali ga nyaman temenan sama orang gabisa di paksain buat temenan kan? Ya lo semua munafik udah pernah dan sering ngomongin dia tapi masih mau temenan, gue ga nyaman ya ga akan gue ajak main lah?