Kata orang, "Di balik suami hebat, ada istri hebat"
Tapi Nikita Willy bilang bahwa di balik istri hebat, ada suami yang :
• Memberi ridho istrinya untuk berkembang
• Memberi contoh yang baik untuk istrinya
Karena rumah tangga itu bukan soal siapa paling bersinar, tapi bagaimana berupaya saling menerangi. ✨
Ahh. Ayem banget melihat pasangan ini. 🥰
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Wow sekarang banyak pasangan yg bikin prenup. Nice, bagi yg uda bikin jangan lupa utk didaftarin di KUA (utk muslim) dan dukcapil (utk non muslim) yah. Soalnya pernah ada client yg gak daftarin sampai akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia. Sehingga prenup tersebut menjadi tdk berlaku dan ngaruh ke harta waris yang ada.
Ohya untuk beberapa notaris kadang mereka juga bantu utk daftarin loh (pakai surat kuasa), jd tanya tanya aja yah ke notarisnya.
Untuk kakaknya, smoga smua dilancarkan ya kak! ✨
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?