Wow sekarang banyak pasangan yg bikin prenup. Nice, bagi yg uda bikin jangan lupa utk didaftarin di KUA (utk muslim) dan dukcapil (utk non muslim) yah. Soalnya pernah ada client yg gak daftarin sampai akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia. Sehingga prenup tersebut menjadi tdk berlaku dan ngaruh ke harta waris yang ada.
Ohya untuk beberapa notaris kadang mereka juga bantu utk daftarin loh (pakai surat kuasa), jd tanya tanya aja yah ke notarisnya.
Untuk kakaknya, smoga smua dilancarkan ya kak! β¨
Kalo cuma konsul umumnya free kak. Telfon aja ke nomor notaris yg ada di plang atau di kartu namanya dan blg "saya mau konsul terkait prenup" biasanya bakal diarahin ke assisten notarisnya (asisten notaris itu calon notaris yg emg kerjanya meeting/konsul sm client). Baiknya sih pastiin by call dulu, soalnya kita gatau gmn jdwal notarisnya
Sebagai lulusan hukum keluarga yaa, aku sangat setuju sm kakak ini !
Kenapa harus ada perjanjian pra nikah?
1. menjamin hak calon suami maupun istri
2. Pemisahan harta apabila terjadi konflik
3. Menghindari motivasi perkawinan yang tidak sehat (misal : perselingkuhan, kdrt)
Bisa kak. Bisa dtg ke PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dimana lokasi tanah/rumah ini berada ya. Krn ini obyek nya berupa tanah, nanti akan dibuatkan akta hibah oleh PPATnya. Akta hibah ini yang nantinya akan jadi dasar untuk balik nama di BPN *skrg BPN uda gamau hibah bawah tangan (ga dpn PPAT)
Kenapa aku spesifik bilang PPAT, krn ini obyeknya tanah. Dan sebenernya gak semua notaris itu adalah PPAT. Ada yg cuma notaris aja, jd kudu perhatiin plang nama depan kantornya. Hehe
Kalo harta diperoleh sebelum menikah itu namanya "harta bawaan", nah konsep umumnya harta bawaan itu tdk masuk dalam harta bersama ketika menikah kak. Jadi ga akan keganggu. Hal yg sama berlaku juga utk harta yg diperoleh dari waris.
Untuk hutang di bank, biasanya lebih kompleks. Bisa jadi istri tetep diminta untuk ttd di akta sbg penjamin, konteks ini kayaknya org bank yang lebih berkapasitas untuk jawab ya hehe
Ini hal sama yg lg aku hadapin bgt di umur 28 keatas ini. Punya pemikiran kayak gini juga, tapi apadaya aku anak satu-satunya. Pernah omongin ini ke keluarga tapi ga dapet respon positif dari mereka. Yg ada malah "udahlah gausah pilih-pilih, yg ada aja" beli baju aja aku pilih-pilih. Apalagi untuk pilih pasangan hidup. Utk aku sendiri sih, tdk menikah aku gppa dibanding aku harus menikah dgn org yg salah :")