Tadi bangun dari tidur siang dg perasaan gak enak grgr mimpi ngerjain tugas buat ngajar sekolah minggu tp metode pengerjaannya mirip kaya tugas studio 😭
@BiandaBian Tingkat "selesai"nya manusia kayanya emg subjektif sih ya, tp term itu ada benernya kok bi. Kalo menurut pandanganku selesai itu ya yg bisa mengenyangkan diri sendiri, ibaratnya orang kelaparan bakal makan apa aja yg ada di meja
i think long-term stress changes people quietly. you become less expressive, less excited, more tired, more detached, until one day you barely recognize the version of yourself that existed before survival mode.
Ada aja mimpi trip blusukan sama org yg gak aku kenal tp bukan open trip jg cuma rasanya di mimpiku kami berteman tp nggak yg kenal2 bgt. Sblm berangkat blusukan, nginep dulu di rumah panggung di atas laut/sungai (agak samar2). Trs ada 1 anggota trip yg clumsy
Guys, ada satu pernyataan Purbaya dalam wawancara di Metro TV yang menurut gue paling penting dan paling sering luput dari perhatian publik.
Dan kalau dipahami dengan benar ini adalah pengakuan yang sangat mengejutkan tentang bagaimana keputusan ekonomi terbesar Indonesia sekarang dibuat.
Purbaya ditanya kenapa pidato RAPBN 2027 disampaikan langsung oleh Prabowo bukan oleh Menteri Keuangan seperti biasanya.
Jawabannya:
"APBN tahun depan penyusunnya beda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Dimulai dengan program-program unggulan Bapak Presiden.
Program itu dikluaster dulu, dipenuhi anggarannya dulu baru yang lain diisi. Approach-nya betul-betul pendekatan pembangunan Bapak Presiden.
Anggaran tahun depan sudah 100% menggambarkan kemauan Bapak Presiden.
Kalau begini yang paling paham menyampaikan kan Bapak Presiden bukan Menteri Keuangan.
Saya hanya alat untuk menjalankan."
"Saya hanya alat untuk menjalankan."
Dan ini yang paling fundamental untuk dipahami:
Di negara yang menjalankan sistem presidensial presiden memang pemegang kekuasaan eksekutif.
Dia berhak menentukan arah kebijakan.
Tapi ada perbedaan besar antara presiden yang menentukan arah dan presiden yang menentukan setiap detail anggaran dari atas ke bawah sementara Menteri Keuangan hanya alat eksekusi.
Sistem yang sehat:
Menteri Keuangan memberi masukan teknis berdasarkan data dan analisis ekonomi presiden mempertimbangkan dan memutuskan.
Sistem yang ada sekarang menurut pengakuan Purbaya sendiri: program-program presiden dikluaster dulu, anggarannya dipenuhi dulu baru yang lain diisi.
Top down 100%.
Dan ini konsekuensi yang paling berbahaya dari sistem seperti ini:
Di era SBY Sri Mulyani bisa memotong anggaran Rp133 triliun pada 2016 untuk menyelamatkan fondasi fiskal.
Dia bisa berkata tidak kepada presiden berdasarkan kalkulasi teknis yang dia pertahankan dengan keras.
Di era sekarangPurbaya sudah sangat jelas:
dia adalah alat.
Bukan penjaga fiskal yang independen.
Tapi eksekutor dari kemauan presiden.
Dan kalau kemauan presiden adalah MBG Rp335 triliun, Kopdes Rp240 triliun pinjaman dari BUMN, Danantara tanpa audit transparan, ekspor satu pintu yang diumumkan tiba-tiba
maka semua itu masuk ke anggaran.
Bukan karena data mendukung.
Tapi karena itu kemauan Bapak Presiden.
Dan ini yang paling mengejutkan tentang Bea Cukai:
Purbaya mengakui sesuatu yang belum pernah diakui secara sepublika ini oleh pejabat manapun:
"10 tahun terakhir Bea Cukai adalah lembaga yang terlindungi. Kalau ada kejahatan apapun tidak ada aparat hukum yang boleh masuk.
Seperti kandang untuk mengembangbiakkan calon-calon koruptor karena mereka aman."
Sepuluh tahun.
Kandang koruptor.
Tidak ada aparat yang boleh masuk.
Diakui oleh Menteri Keuangan yang sekarang mengawasi institusi itu.
Dan ini konteksnya: under invoicing Rp15.400 triliun dalam 34 tahun sebagian besar difasilitasi oleh Bea Cukai yang selama satu dekade terakhir saja sudah diakui sebagai kandang koruptor yang tidak bisa disentuh aparat.
Yang paling penting adalah pengakuan yang disampaikan dengan sangat santai dan tanpa disadari betapa beratnya implikasinya:
"Anggaran tahun depan sudah 100% menggambarkan kemauan Bapak Presiden.
Saya hanya alat untuk menjalankan."
Menteri Keuangan yang sehat bukan alat. Dia adalah penjaga fiskal yang bisa mengatakan tidak kepada presiden ketika data menunjukkan kebijakan itu berbahaya.
Yang bisa memotong anggaran meski presiden tidak suka. Yang bisa mempertahankan disiplin fiskal meski ada tekanan politik.
Tapi kalau Menteri Keuangan sudah menyebut dirinya sendiri hanya alat maka tidak ada lagi penjaga fiskal yang independen. Tidak ada rem.
Tidak ada yang bisa menghentikan program-program yang secara teknis bermasalah selama itu kemauan Bapak Presiden.
Dan 60 sampai 70% keberhasilan penguatan mata uang di negara berkembang ditentukan oleh kepercayaan investor terhadap independensi dan kredibilitas institusi ekonomi bukan dari intervensi dolar.
Ketika Menteri Keuangan sendiri mengakui dia hanya alat kepercayaan itu akan sangat sulit dibangun kembali dengan cara apapun.
Dia bangun telat pdhl yg lain udh pd siap dan parahnya blm packing hzzz 😑
Ada adegan naik ojek dan melewati jln desa yg putus krn kerendem air jadinya hrs muter lewat jalur lain
Tiap hari menangisi knp tidak ada uluran tangan dari Kementerian Kebudayaan……………. padahal program-programnya jg ada yg bersinggungan lewat promotor & penerjemah sastra. Bener2 dianggap “nggak ada”. Banyak pegiat literasi dilibatkan, tapi Balai Pustaka diundang pun enggak😅
@randomnus nggak ngerti juga kak….. yang jelas posisinya sampai skrg kami dihadapkan sama target yg luar biasa. padahal menurut kami, penerbit milik “negara” seharusnya hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sekadar “jualan” dan ambil untung gedeeee
Mimpi asam urat ini pertanda apa yh teman2? 😫 muncul benjolan2 putih segede koin Rp 500 sama Rp 1000 di punggung kaki. Mana katanya kemungkinan krn kolesterol wadidaw apakah sedang diingatkan buat lebih rajin olahraga yhh