🚨🗣️ | Pep Guardiola Shocked on Arsenal fans Reaction towards Gabriel Magalhaes after missing the Penalty: 🤯
“I have to say something because I saw this and, honestly, it blew my mind. It blew my mind. We know how this business works. Usually, in a Champions League final, a player misses a crucial penalty against a top, top team like PSG, and the next day... it is a disaster for him. The social media, the media, it can be very, very cruel. Very ugly. You expect the anger, the threats, the terrible words. We see it all the time.
But what the Arsenal fans did for Gabriel? Wow. It is something else. Truly. To see a player fail in the most painful moment, and the response from the stadium, from the people, is just... pure love? I am told his shirt sales went up by three hundred and fifty percent in a few days. Three hundred and fifty percent! This is incredible. I have been in football a long, long time, as a player and a manager, and I have never seen anything like it. Never.
You know, you open Facebook, you open Instagram or Twitter, and the narrative is always the same. 'Arsenal fans are insufferable. They are the worst fanbase, they are annoying.' You hear this tag all the time. But I look at this gesture and I think, 'How?' How do they have this tag? If a fanbase can wrap their arms around a player like that, in the darkest moment of the club's history a trophy they have been dying to win for decades then everything we are told online is a lie. It is a massive misconception. They have been judged so harshly.
This shows me who they really are. It shows their class, their humanity, and their loyalty. To behave like this? It is not annoying, it is not insufferable. It is beautiful. They deserve incredible praise for this, because this is what football should be about”
Salah satu foto terbaik di musim ini menurut saya.
Momen kedekatan yang tak ternilai antara seluruh elemen klub:
Pemain, staf, owner, dan tentu saja nafas klub, para suporter.. Inilah wujud nyata dari slogan kita.
Victory. Through. Harmony ❤️
Buat yang masih bingung kenapa fans Arsenal banyak yang tidak disukai oleh semua orang, ijinkan saya untuk menjelaskan dengan analogi yang sederhana.
Jadii.. Pada suatu hari di sebuah sekolah, ada seorang anak yang menjadi bahan tertawaan hampir setiap hari.
Ia culun, pendiam, dan tidak memiliki banyak teman.
Saat berjalan di koridor, kehadirannya nyaris tak pernah dianggap. Para pentolan sekolah menjadikannya sasaran favorit pembulian.
Mereka mengejeknya di depan banyak orang, mempermalukannya di kelas, dan terus membuatnya merasa bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi siapa-siapa.
Setiap kali ia mencoba melawan, mereka tertawa.
Setiap kali ia mencoba membela diri, mereka meremehkannya.
Lama-kelamaan, anak itu berhenti berbicara. Ia memilih menyimpan semuanya dalam diam.
Namun ada satu hal yang tidak pernah mereka sadari.
Anak itu mengingat semuanya.
Ia mengingat setiap hinaan. Setiap tawa. Setiap hari ketika harga dirinya diinjak hanya untuk hiburan orang lain.
Waktu berlalu, dan masa sekolah pun berakhir.
Hidup membawa mereka ke jalan yang berbeda.
Para pentolan sekolah masih hidup dengan kebanggaan masa lalu. Mereka terus bercerita tentang betapa hebatnya diri mereka dulu, seolah dunia masih berputar di sekitar reputasi yang mereka miliki saat remaja.
Sementara itu, anak yang dulu dibuli memilih bekerja dalam diam.
Tanpa banyak bicara. Tanpa mencari pengakuan.
Tahun demi tahun berlalu. Ia membangun karier. Membangun jaringan. Membangun pengaruh.
Hingga suatu hari, nasib mempertemukan mereka kembali.
Kali ini, posisi mereka tidak lagi sama.
Anak culun yang dulu mereka hina kini berdiri jauh di atas mereka. Ia memiliki kemampuan, pengaruh, dan kekuatan yang cukup untuk melawan orang-orang yang pernah merendahkannya.
Dan di situlah semuanya berubah. Para pentolan sekolah tidak terima.
Mereka mulai berkata bahwa ia sombong. Bahwa ia belagu. Bahwa ia lupa diri.
Padahal yang sebenarnya membuat mereka marah bukanlah sikapnya. Mereka marah karena kehilangan kendali.
Mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa anak yang dulu mereka paksa menunduk sekarang bisa membuat mereka terganggu.
Mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang dulu mereka tertawakan kini memiliki pilihan untuk melawan.
Dan yang paling menyakitkan bagi mereka adalah.. kenyataan bahwa semua itu bukan karena keberuntungan. Melainkan karena kerja keras orang yang pernah mereka hina.
Mereka mengira dia hanyalah seorang pecundang.
Padahal selama ini mereka hanya menjadi tokoh antagonis dalam cerita kebangkitan seseorang.
Dan tidak ada yang lebih sulit diterima oleh seorang pembuli selain melihat korban mereka berhasil... lalu membalasnya dengan menunjukkan siapa yang sebenarnya berada di atas sekarang.
🚨Josh Kroenke’s words after yesterday’s parade hit different ❤️ He Said…..
🗣️With what I witnessed yesterday night in London, I think we need this every year.”
🗣️I will do all it takes, provide everything needed, do all that I need to do without hesitation.”
And then he said it with full chest: “I believe we are currently the best club in England, with no doubt.🥰
Seeing him on that bus singing, holding the trophy high, wearing that brothers Saliba/Gabriel shirt you could feel it. He’s not just the owner anymore… he’s one of us. Living the dream with the fans who stayed loyal through everything.
This is the standard now. Proper love from the top. We deserve this energy every season.
COYG 🔥🏆❤️ Who else got goosebumps reading his words?
"Gabisa banggain trophy, sekarang banggain jumlah fans"
Sebagai fans Arsenal, kita seolah dituntut untuk tidak membanggakan apapun, sekalipun sudah berhasil meraih juara.
Bahkan kita dituntut untuk diam. Kita dituntut untuk tidak melawan.
Biarkan saja mereka mau bilang apa. Setelah bertahun-tahun setia menemani klub di masa-masa sulit, kita punya hak sepenuhnya untuk merayakan setiap jengkal kesuksesan saat ini.
Enjoy the moment, karena perjalanan dan proses menuju puncak ini sama sekali tidak mudah. COYG ❤️
PL title after 22 years with UCL final in same season and people want us to be sad tonight?
naaahh... absolutely not
im still proud with it and at least i recognize my club again
"2nd again, ole ole ole..., 0 UCL, ole ole olee..."
Guys, lu pada tahu nggak kenapa Habibie mencopot Prabowo dari Pangkostrat?
Dan yang lebih penting lu pada tahu nggak bahwa pencopotan itu terjadi dalam kurang dari satu hari setelah Habibie menerima laporan?
Ini bukan gosip.
Ini diceritakan sendiri oleh Habibie
dalam wawancara yang direkam tahun 2006.
Ini konteksnya dulu:
Mei 1998. Soeharto baru saja mundur.
Habibie dilantik sebagai presiden.
Indonesia dalam kondisi paling kacau sejak 1965 demonstrasi massal, kerusuhan, ekonomi hancur, dan kepercayaan publik terhadap negara di titik nol.
Habibie baru duduk di kursi presiden.
Belum hafal protokolnya.
Dia sendiri cerita waktu mau duduk di kursi kerja presiden, dia bingung mau duduk di mana karena tidak tahu posisi duduk yang benar sebagai presiden.
Sampai protokol yang kasih tahu.
Di tengah situasi sekacau itu Wiranto datang menemui Habibie dengan laporan yang sangat serius.
Ini isi laporan Wiranto:
Ada gerakan pasukan Kostrat yang bergerak menuju dua titik: Istana dan kawasan Kuningan tempat rumah Habibie berada.
Pangkostrat saat itu: Prabowo Subianto.
Wiranto juga menyampaikan satu hal lagi yang sangat penting: dia memegang Kepres yang memberikan kewenangan bertindak mengamankan situasi kalau keadaan membutuhkan "seperti Supersemar."
Bayangkan momen itu.
Presiden baru yang baru beberapa hari menjabat. Pasukannya sendiri bergerak tanpa perintah.
Dan Pangab datang dengan Kepres yang bisa memberinya kewenangan mirip Supersemar.
Habibie mendengar semua itu.
Diam sebentar.
Lalu menyimpulkan satu hal tentang Wiranto:
"Saya terkesan orang ini jujur."
Dan ini keputusan Habibie:
Tidak ada rapat panjang.
Tidak ada sidang kabinet darurat.
Tidak ada negosiasi.
Habibie memberikan petunjuk langsung kepada Wiranto:
"Sebelum matahari terbenam Pangkostrat diganti.
Dan kepada penggantinya ditugaskan untuk segera mengembalikan semua pasukan Kostrat ke tempatnya masing-masing."
Satu kalimat perintah.
Satu hari. Selesai.
Prabowo dicopot dari Pangkostrat sebelum hari itu habis.
Dan ini pertemuan yang paling mengejutkan setelahnya:
Prabowo tidak terima.
Dia datang langsung ke ruang kerja presiden menemui Habibie.
Habibie sebenarnya bisa menolak.
Tidak ada kewajiban protokol untuk menerima perwira yang baru dicopot tanpa permintaan formal.
Tapi Habibie menerima karena dua alasan pribadi:
Satu — ayah kandung Prabowo adalah Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang sejak Habibie SMA sudah jadi idolanya. Keluarga yang sangat dihormatinya secara intelektual.
Dua — Habibie menduga mungkin ada titipan pesan dari ayah mertua Prabowo yaitu Soeharto yang saat itu sudah tidak bisa ditemui langsung.
Tapi yang terjadi di ruangan itu sama sekali tidak seperti yang Habibie perkirakan.
Prabowo menurut cerita Habibie sendiri langsung berkata:
"Anda ini presiden apa? Naif."
Dan ini jawaban Habibie yang menurut gue paling berkarakter dalam seluruh cerita ini:
Tidak marah.
Tidak tersinggung.
Tidak balas dengan ancaman atau kemarahan.
Habibie menjawab santai:
"Masa bodoh.
Yang penting saya presidennya.
Saya yang menentukan finish."
Lalu Habibie menambahkan refleksi yang sangat jujur: banyak orang memandangnya sebelah mata "Habibie kan tukang, bisa buat kapal terbang, mejanya penuh teknologi, tidak ngerti yang lain."
Tapi bagi Habibie justru itu keuntungan.
Karena dia tidak merasa terhina oleh kata-kata itu.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Habibie adalah presiden yang legitimasinya paling dipertanyakan dalam sejarah Indonesia.
Naik bukan karena dipilih rakyat.
Naik karena Soeharto mundur.
Banyak yang meremehkannya.
Banyak yang menganggapnya tidak punya otoritas nyata.
Banyak yang berpikir dia hanya boneka transisi yang bisa dikendalikan.
Tapi dalam momen paling krusial itu ketika pasukan bergerak tanpa perintah menuju Istana dan rumahnya sendiri Habibie tidak panik.
Tidak ragu.
Tidak menunggu situasi makin memburuk.
Dia memberi satu perintah.
Sebelum matahari terbenam.
Dan ketika perwira yang dicopot itu datang menyebutnya naif di mukanya langsung dia menjawab dengan ketenangan orang yang tahu persis di mana otoritasnya berdiri.
Yang penting saya presidennya.
Saya menentukan finish.
Habibie mencopot Prabowo
bukan karena dendam pribadi.
Bukan karena politik.
Tapi karena ada gerakan pasukan yang tidak sesuai struktur komando bergerak menuju Istana dan rumah presiden tanpa perintah resmi.
Dan dalam sistem militer manapun di dunia itu bukan sesuatu yang bisa dibiarkan.
Tidak peduli siapa yang memimpin gerakan itu.
Tidak peduli seberapa dekat hubungan personalnya dengan presiden.
Habibie mungkin dianggap naif oleh banyak orang.
Tapi orang yang dianggap naif itu dalam satu hari mengambil keputusan militer yang mungkin menyelamatkan Indonesia dari skenario yang jauh lebih buruk dari yang benar-benar terjadi.
Dan 27 tahun kemudian perwira yang dicopot itu menjadi presiden.
Sementara yang mencopot sudah lama berpulang dan dikenang sebagai salah satu tokoh paling bersih dalam sejarah republik ini.
Sejarah punya cara tersendiri untuk menjawab siapa yang naif dan siapa yang tidak.
@angga_fzn kerja di Travel Tech yg kantornya di Romania remote dri rumah, tiap pagi gw cma ngnter bini krja di kntormya, jmput anak skolah sma olahraga, krna gw bru masuk gawe jm 1 siang/jm 9 wktu romania. Orang2 pada bilang gw pengangguran yg ngndelin gaji istri 😁
NEW ARTICLE IS READY. LINK IN REPLIES. ❤️🏆
The Arsenal Way
👩 Pengaruh sang istri
❤️ Semua punya peran
🔥 Kadang membara, kadang ngalir
Stories. Match reviews. Player reviews.
For the fans of Premier League Champions 2025/26.
COYG!