Anda dukung Trans7 atau cuma benci NU?
Video yang ada memang gambar fakta. Tapi yang masalah (dan itu sangat keliru) adalah narasinya. Narasi itu jelas narasi jahat yang penuh kebencian.
Anda yang dukung Trans7, menganggap itu produk jurnalistik? Serius?
Banyak yang membela Trans7 dan mengaku benci feodalisme tapi menganggap video dengan narasi seperti itu sebagai produk jurnalistik, nggak merasa aneh?
Kalau memang ada yang mau dikritisi dari subkultur pesantren, ya silakan kritisi. Tapi video itu jelas fitnah dan melecehkan.
Muhammadiyah dari awal berdiri sudah mengkritisi budaya pesantren. Tapi Muhammadiyah mengkritisi dengan membuat sistem pendidikan yang menurut Muhammadiyah lebih baik.
Diskusi tentang budaya pesantren itu sudah lama ada. Dan akan terus menjadi diskusi. Biasa saja. Jangan merasa jadi hebat dengan membenarkan penghinaan seperti itu. Anda seperti pahlawan kesiangan saja.
Sekali lagi saya tanya, Anda memang mendukung Trans7 karena merasa mendukung jurnalistik atau cuma benci budaya pesantren dan NU saja?
Gambaran santri, kiai n kultur pesantren yg dinarasikan oleh @TRANS7 adalah contoh pengetahuan dangkal yg menyesatkan, instan, baru tahu sepercik sdh menghakimi buruk dan baik, abai thd konteks.
Ini petanda, ingatan kolektif bangsa ttg kebudayaan semakin punah dlm generasi kini.
Dapat dari ig story Gus @doelhamid07
Insight baru yg sangat bermanfaat : Pemetaan media online islami yg bisa jadi filter buat kita di era sekarang yg semua hal bisa dicari di internet.
Kita harus paham ideologi diri sendiri dan mengenali rujukan mana yg bisa kita ikuti.
Sudah puluhan tahun kita mengeksploitasi sumber daya alam, lingkungan, hutan dan bumi tapi Indonesia enggak juga menjadi negara kaya, kata Savic Ali. https://t.co/hXSnrpJRb0
𝘕𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘺𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘤𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘱𝘪𝘴, kalau kita tidak melakukan apa-apa, maka tunggu pecahnya.
Kita sedang tidak baik-baik saja.
Final Trailer Pengepungan di Bukit Duri, tayang di bioskop 17 April 2025.
#PengepungandiBukitDuri