Yang menjijikkan dari skandal di Badan Gizi Nasional bukan hanya dugaan korupsinya. Namun juga cara banyak pejabat dan elite politik tiba-tiba berbalik arah setelah kasus itu meledak.
Ketika MBG diluncurkan, kritik hampir tidak diberi ruang. Setiap pertanyaan tentang anggaran, tata kelola, kesiapan infrastruktur, transparansi pengadaan, hingga risiko kebocoran dana dianggap sebagai sikap anti-pemerintah atau tidak mendukung perbaikan gizi anak. Buzzer dikerahkan, bahkan militer meneror ortu yang mengeluhkan kualitas MBG. Padahal sejak awal MBG adalah program raksasa dengan anggaran yang terus membengkak, bahkan menjadi salah satu pos belanja terbesar negara.
Saat itu, banyak pejabat berlomba-lomba menjadi juru bicara program. Mereka memuji tanpa reserve. Mereka menjual optimisme, mengulang slogan, dan menampilkan keberhasilan yang jauh dari terbukti. Kritik dianggap musuh dan antek asing.
Kini, orang-orang yang dulu paling keras membela program mendadak menjadi pengkritik. Mereka berbicara tentang perlunya evaluasi, pengawasan, audit, dan transparansi. Seolah-olah mereka tidak pernah menjadi bagian dari barisan yang membungkam pertanyaan-pertanyaan itu sejak awal.
Fenomena ini menunjukkan moral
hazard.
Kalau dipanggil Tuhan saya tetap monitor'.
Pak, rakyat lebih butuh Bapak monitor harga BBM sama lapangan kerja dulu. Ekonomi susah, PHK dimana-mana, dan kebijakan pada tumpang tindih, janganlah keburu mikir kerjaan di atas, yang di bumi saja masih banyak PR.
Sebelum mantau dari neraka....eh akhirat, pastikan Indonesia gak ditinggal berantakan. Quotes keren gak bikin kenyang, Pak Wo๐ช.
Pemerintah Prabowo mau ganti bansos barang jadi uang tunai
Nantinya tiap orang dapat Rp5,4 juta cash transfe langsung. Gak lewat beras, minyak, atau sembako lagi.
Luhut bilang: Subsidi langsung ke orangnya aja, totalnya rata-rata Rp5,4 juta per orang
Kelas menengah ๐ฟ
PERNYATAAN PERS KEDUTAAN BESAR REPUBLIK ISLAM IRAN
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menyampaikan bahwa menyusul pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata tanggal 08 April 2026 serta berlanjutnya tindakan agresi rezim Zionis terhadap Lebanon dan Republik Islam Iran, termasuk melalui kerja sama dengan militer teroris Amerika Serikat dalam serangan selama dua pekan terakhir terhadap kapal-kapal dan berbagai sasaran Iran di wilayah selatan negara kami, serta keterlibatannya bersama Amerika Serikat dalam aksi perompakan maritim terhadap bangsa Iran, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran pada Minggu malam, 07 Juni 2026, dalam pelaksanaan hak inheren untuk membela diri sebagaimana diatur dalam Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah menyerang sejumlah sasaran militer di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, sembari menegaskan tekad kuat bangsa Iran untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan nasionalnya secara tegas di mana pun diperlukan, mengingatkan bahwa gencatan senjata di Lebanon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata tanggal 08 April 2026. Oleh karena itu, Pemerintah Amerika Serikat memikul tanggung jawab langsung atas berbagai pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh rezim Zionis beserta segala konsekuensi yang timbul darinya, termasuk setiap eskalasi ketegangan di kawasan.
Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa setiap tindakan provokatif dan petualangan agresif yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Lebanon maupun Republik Islam Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, menyeluruh, dan menghancurkan dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran.
KEDUTAAN BESAR REPUBLIK ISLAM IRAN โ JAKARTA
CLEAR, POLISINYA YANG PEKOK
Maling bawa GOLOK, pemilik rumah bawa GUNTING. Maling mati ditangan pemilik rumah. Dan pemilik rumah jadi TERSANGKA. Kata Polisi, harusnya kabur atau memukul kentongan dan tidak perlu membunuh.