Purbaya, minggu ini:
📌 Razia balpres ilegal Rp37,5 M di Tanjung Priok → kapal ditahan, pemilik dikejar, sinergi Bea Cukai + TNI + Polri. Bilang: "Sopir sama mobilnya sekarang ikut saya tahan."
📌 Motor listrik BGN Rp1+ T dikorupsi di kantornya sendiri → "Saya kecele. Ini jadi pelajaran bagi pemerintah."
Satu tangan nutup celah Rp37,5 M.
Satu tangan lagi "kecele" Rp1.000 M.
Yang nanggung selisihnya siapa?
Lo. Gue. Rakyat.
Dia pernah nuntut pemerintah bikin draft kebijakan yg detail dan terencana gak? Giliran mahasiswa dia tuntut harus detail, harus ini, harus itu. Berak.
Urusan nginjek sesama rakyat emg Indon juara satu. Pantes dulu ada yg betah jd kacung kolonial. Nginjek rakyat nikmat kayaknya.
Ya allah diskusi bikinan mereka dibubarin aja kek tersakiti banget 😂
Warga nobar, bedah buku, gelar lapak buku aja diusirin berkali kali pada protes diem bae
SPPG : Satuan Penjilat Prabowo Gibran
Gilak! Mantep bener itu kemaren mahasiswa UGM. HORMAT!
Udah gak ada marwahnya orang2 itu, dihina segitunya tapi memang tak punya malu.
Selamat kepada mahasiswa UGM yang kemarin malam berhasil mengusir setan rezim yang menjelma pejabat menteri, wakil menteri, dan utusan presiden, di lingkungan perguruan tinggi.
Next, kita galang keberanian lagi untuk bisa mengusir sekaliber presiden, yang tiap kali disuguhi microfon dan podium, ia hanya bicara omong kosong dan malah mengorkestrasi kemampuan numeriknya yang berantakan.
Ia bahkan pernah dengan lantang menyatakan bahwa dirinya sendiri sangat anti dengan budaya dan tradisi diskusi.
Perguruan tinggi bukan tempat bagi pejabat negara untuk ber-yapping-yapping!
Gue sih senang sih Budiman diginikan, dia pasntes digitukan.
Plus 2 host cut that stupid syit itu juga deh. Penjilat penguasa.
Jangan kasih ruang dan panggung buat babi babi rakus
Panjang Umur Perjuangan!
Halah.. giliran udah begini aja baru teriak2 demokrasi dan ngajak diskusi. Dulu waktu program ngawur itu mau dibuat mana diskusinya?
Ngga narsumnya, ga hostnya emang udah sekolam kentut.. emang layak diusir. Bau! Terima kasih UGM! 🔥
Gibran mah selalu nyoba. Waktu demo para ojol, perwakilan ojol lain dikumpulin. Waktu Andre Yunus disiram air keras, dia coba ingin ketemu langsung. Dia akan terus coba cara-cara seperti itu.
Nggak usah kasihan sama Prabowo, kasihan sama kita aja. Dia hanya retorika, apaan orang banyak yang korup kok jajarannya. Sama satu lagi, orang-orang penjilat dia pelihara, ngapain kasihan.
Seorang koruptor ngomongin moral seorang aktivis dalam berkata-kata. “Mau jadi apa bangsa ini…” katanya menanggapi cara bertutur Tyo.
Kelucuan yang tragis to the max…
Inti perdebatan Fahri vs Feri:
Fahri (dalam istana):
- Prabowo punya niat baik, percaya dia akan berubah
- Demo boleh tapi jangan samakan dengan 1998
- Sistem demokrasi sudah lengkap, pakai jalur hukum saja
Feri (luar istana):
- Niat baik tidak cukup, yang dilihat adalah kebijakan nyata
- Situasi sekarang justru sedang menuju balik ke masa lalu
- Militer masuk ruang sipil, DPR tidak lagi independen
Titik paling beda pendapat:
Fahri: percaya presiden
Feri: percaya data dan fakta lapangan
Fahri: masuk istana untuk perbaiki dari dalam
Feri: di luar justru lebih bebas mengkritik
Keduanya sama-sama aktivis 98,
sama-sama bilang cinta Indonesia
tapi satu sudah nyaman di dalam kekuasaan,
satu masih gigih di luar.
Yang satu jaga image presiden,
yang satu jaga suara rakyat.
Yang menarik untuk didiskusikan:
Apakah aktivis yang masuk istana masih bisa kritis atau otomatis jadi pembela?
GAPAPA BANGET MACET YA GUYS, INI BUKAN SALAH YANG DEMO.
SALAH YANG BUAT KEBIJAKAN SAMPE PENDEMO HARUS TURUN KE JALAN, MEWAKILI KITA SEMUA AGAR BISA HIDUP MERDEKA.
STAY SAFE ALL
Di Thread lagi rame, pada pelari JAKIM sudah siap kalau racenya batal karena efek demo, udah pada siap juga bawa poster yang punya pesan. Kesadaran meningkat. Keren sih. MARI PROTES !!!!
Nih denger para runners tone deaf.
Toh kalo kebijakan yang dikeluarkan bagus, nanti harga registrasi marathon elu gak semahal itu kocak.
Inget! Pukul ke atas bukan ke samping
Remember: to run is to resist. The street are ours ✊🏻
Itu adalah pesan dari Awan, gitaris .feast agar besok runner di Jakim ikut menyuarakan keresahan mereka tentang carut marutnya pemerintahan. Bisa melalui tulisan2, cetak kaos atau apapun itu yg berpotensi tercapture kamera dan media.
FYI, besok tgl 13-14 juni akan diadakan Jakarta International Marathon. Ini adalah salah satu event lari internasional terbesar di Indonesia. Area larinya mulai dari monas sampai stadion GBK. Melalui banyak titik vital dan akan diliput media2 lokal maupun internasional.
Runners, it's time to show the world how done we are with this government. Show us you are part of the resistance and the outcry.
Adakah yg ikut BTN Jakim capt? Kalian mau pake baju apa buat ikut bersuara?? Kalau butuh pacer atau fotografer kabarin aja 🤙🏻
Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu
Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media
peluang media ngeliput naik
peluang sosmed divideoin orang juga naik
orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru
Sekitar dua tahun setelah lulus SMA, saya pernah nganggur berat, cari kerjaan susah betul. Tiap pekan sudah rutin beli koran KR sabtu khusus buat cari lowongan kerja, tetep ga dapet-dapet. Susah tembus. Sekalinya dapet ternyata kena tipu (Daftar jadi admin tapi tesnya disuruh jual tuxedo).
Ga enak sama orang tua, akhirnya saya ngekos di daerah Jalan Godean. Cari indekos yang paling murah. Sengaja ngekos biar nggak tinggal di rumah.
Saya terpaksa bohong sama orang tua, bilang kalau saya sudah kerja, padahal belum. Sekadar buat ngayem-ayemi bapak dan ibu.
Selama ngekos, ongkos hidup ditanggung dari hasil nge-dropship jualan kaos online yang hasilnya tidak tentu. Kadang sehari dapat pembeli satu, kadang nggak dapat sama sekali.
Nggak punya laptop, jualan full dari browsing di warnet deket kos, sengaja pilih happy hour pukul 01.00 sampai subuh biar murah.
Hidup harus ngirit setengah mati, sehari cuma makan dua bungkus nasi kucing dan dua potong tempe goreng, beli dari angkringan. Hidup benar-benar penuh dengan kepayahan.
Satu-satunya hiburan cuma nonton tayangan Upin-Ipin di tivi portabel hitam putih yang dulu saya bawa buat hiburan di kos.
Nangis? Tentu saja sering. Kelewat sering. Air mataku api.
Dan karena pengalaman itu, saya tak pernah berani ngecengin pengangguran, sebab saya tak tahu, ikhtiar apa saja yang sudah mereka lakukan agar tidak nganggur.