KPK mengonfirmasi bahwa nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad (RA) muncul dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan nama Raffi Ahmad muncul terkait kegiatannya berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat untuk menitip atau mengirimkan sejumlah barang elektronik ke Indonesia.
“Betul, ada fakta saudara RA itu menitip,” ujar Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin.
Kendati demikian, dia mengaku KPK belum mengembangkan hal tersebut lebih lanjut dalam penyidikan kasus Bea Cukai.
Selengkapnya
⬇️⬇️⬇️
https://t.co/WDjZLWo4k5
Baca di sini: https://t.co/eGpWwtNmXM
Pemerintah belum mengubah asumsi kurs rupiah dalam RAPBN 2027 meski sempat menyentuh Rp18.000 per dollar AS, karena masih menilai gejolak pasar bersifat sementara dan tetap optimistis rupiah menguat ke level Rp17.500 tahun depan.
~IQ #Purbaya #RAPBN #rupiah
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mengungkap sejumlah hambatan yang dihadapi Balai Pemasyarakatan (Bapas), mulai dari kekurangan sumber daya manusia, minimnya jumlah unit Bapas, hingga keterbatasan anggaran operasional.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan peran Bapas kini semakin vital seiring pergeseran paradigma pemidanaan dari keadilan retributif menuju keadilan korektif, rehabilitatif, dan restoratif.
"Konsekuensinya, institusi Balai Pemasyarakatan atau Bapas kini memegang peran yang sangat vital dan tidak lagi bisa dipandang sebagai instansi pelengkap," kata Mashudi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XIII DPR RI, Senin (8/6).
Namun, menurut Mashudi, besarnya peran tersebut belum didukung sumber daya yang memadai. Saat ini jumlah pembimbing kemasyarakatan (PK) hanya 2.623 orang, jauh di bawah kebutuhan ideal sebanyak 16.422 orang.
"Sehingga terdapat kekurangan sebanyak 13.799 personel PK," ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, Mashudi menyebut kebutuhan ideal Bapas mencapai 514 unit di tingkat kabupaten dan kota. Sementara jumlah yang tersedia saat ini baru 94 unit.
Untuk menutupi kesenjangan tersebut, Ditjen PAS mengoperasikan 289 pos Bapas yang tersebar di lapas, rutan, bekas kantor pemerintah daerah, Griya Abhiraya, dan mal pelayanan publik.
Selain itu, Mashudi mengungkapkan anggaran operasional Bapas tahun 2026 tercatat sebesar Rp 0, sementara kebutuhan mencapai Rp 116 miliar. Adapun pagu indikatif tahun 2027 juga masih nol dengan proyeksi kebutuhan sebesar Rp 383 miliar.
Karena itu, Ditjen PAS tengah mengusulkan tambahan anggaran serta pembentukan 100 Bapas baru secara bertahap hingga 2029 untuk memperluas jangkauan layanan Bapas di berbagai daerah.
📸: Dok. kumparan/Fadhil Pramudya.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | oneliner | R288 | E164
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Dua orang tersangka baru dalam kasus Kuota Haji diciduk oleh @KPK_RI
Kedua orang tsb adalah Ismail Adham (ISM), Direktur Operasional PT Maktour, dan Asrul Azis Taba (ASR), Komisaris PT Raudah Eksati Utama sekaligus eks Ketua Umum Kesthuri.
Fun fact, saat Piala Dunia Qatar 2022 lalu, byk aktivis yang memprotes soal emisi shuttle flight, pemborosan energi pendingin udara stadion, penggunaan bahan bakar fosil yg masif, dan klaim carbon-neutral oleh FIFA.
Melihat jarak yang sangat jauh yang ditempuh para peserta Piala Dunia 2026 selama perhelatan Piala Dunia, pertanyaannya, apakah bakal ada aktivis yang memprotes hal serupa? Kan tidak mungkin dari West Coast ke East Coast naik EV😁
Kalo ngga ada yg protes, berarti aktivismenya pilih-pilih. Kalo negara barat yg ngelakuin aman-aman aja, kalo negara lain lgsg diprotes.
Tp ngga usah jauh-jauh ke sana deh. Dari fans pun udah berbeda perlakuan. Dulu 2022 byk fans negara Eropa yg boikot dan tidak berangkat ke Qatar karena isu HAM, sementara skrg ngga ada boikot dan pada datang ke AS pdhl AS melakukan kejahatan HAM di Iran dan Palestina.
“Everyone is complaining about the poor facilities and organization in the stadiums, training facilities, and airports, as well as the detention of players, photographers, referees, coaches, and just about everything else, and it will be the worst World Cup edition ever.”
Ada Menteri Ketenagakerjaan,
Ada Wamen Ketenagakerjaan,
dan hari ini,
Ada lagi Penasehat KhuSUs Presiden bidang Ketenagakerjaan yg ngakunya setingkat Menteri.
Kalau setingkat Menteri berarti mendapatkan Fasilitas Setingkan Menteri dan Wamen?
Pengawalan, ajudan, aspri, tetot-tetot dll?
Konsep Efisiensi yang ga Efisien!
Analysts believe taking the World Cup to the U.S. is the 'worst decision' ever made by FIFA.
“This tournament is supposed to bring people together, but visa issues won't even let some fans travel to watch their teams, and now they've begun the shootings.”
🚨 HUMILIATION AT THE WORLD CUP: SENEGAL STARS TREATED LIKE CRIMINALS BY US BORDER THUGS
Senegal 🇸🇳 national team arrives in the US for #WorldCup2026 — and what do they get?
US authorities pulling them off the plane for aggressive bag searches, invasive checks, and public degradation right on the tarmac. Top African football giants disrespected like suspects.
This is not "security." This is racist arrogance from the host nation that lectures the world on fairness while treating African players like second-class humans.
Same America blocking referees, humiliating teams, and showing its true face to the Global South.
Senegal, Africa is with you. CAF and FIFA — speak up or remain useless puppets.
The World Cup belongs to the world, not to US ego and discrimination.
Expose this disgrace. Share widely.
Nearly 100 fans from Morocco applied to go the USA.
The US blocked nearly 90% of their applications.
This is the most racist World Cup ever and it should be boycotted by everyone, the USA is refusing to let non-white people come.
*Russia banned from football for attacking Ukraine*
*USA, host of the World Cup, bombs Iran for over a month, kills its Supreme Leader and refuses to let the Iranian team stay even one night in the country*
FIFA President:
🇺🇸 ESTADOS UNIDOS HUMILLA A UZBEKISTÁN 🇺🇿😳
Lo ocurrido a la llegada de Uzbekistán al Icahn Stadium de Nueva York ha generado una enorme polémica.
La selección asiática fue sometida a un protocolo de seguridad nunca antes visto para un simple partido amistoso. Revisiones exhaustivas, controles desproporcionados y un trato que muchos califican como degradante para una delegación internacional.
El momento más tenso llegó cuando un oficial de seguridad le gritó al utilero uzbeko: “¡ALÉJESE DE LOS BOLSOS!”.
Jamás se había visto una requisa de esta magnitud contra una selección visitante en territorio estadounidense.
Una escena que ha provocado indignación y que muchos consideran una falta de respeto hacia Uzbekistán.
Even Hitler's Germany did not prevent athletes and officials from entering the country to take part in the 1936 Olympics.
This is pristine racism and @FIFAcom stands disgraced for allowing Trump to disfigure the beautiful game in this way.