Suasana hari pertama masuk sekolah di Kota Tangerang dipenuhi semangat dan keceriaan pada Senin (13/7/2026). Siswa-siswi kembali ke bangku sekolah untuk memulai tahun ajaran baru semester ganjil 2026/2027, sekaligus mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal mengenal lingkungan, guru, serta teman-teman baru.
MPLS bukan sekadar kegiatan perkenalan, tetapi juga menjadi momen untuk menanamkan karakter, disiplin, dan semangat belajar bagi para peserta didik. Selamat datang di perjalanan baru, semoga tahun ajaran ini membawa banyak prestasi, pengalaman, dan mimpi yang berhasil diwujudkan.
Selamat belajar dan tetap semangat, generasi hebat Kota Tangerang! 💙📖
📍SMAN 2 Tangerang
📍SDN Tangerang 6
📍SDN Tangerang 4
📍SDN Pabuaran 2
📍Jaya Manggala School
X, do your magic. 🤍
Kenalin, ini bapakku. Kontraktor listrik pengalaman up to 25 tahun.
Sudah hampir 2 tahun belum mendapat kerja lagi. Beliau ahli di bidangnya. Selama 2 tahun ini beberapa kali menyelesaikan pekerjaan, tetapi sering dibohongi teman kerja sendiri.
Bidang kerja:
Instalasi listrik & panel system, Genset, Fire System, Penangkal petir, CCTV & Security System.
Kalau teman-teman punya info kerjaan atau bisa bantu share postingan ini, kami akan sangat berterima kasih 🤍
cc:zaherajz
Bismillahirrahmanirrahim
Hadis Maudhu (Palsu) dan Larangan Mengamalkannya
Ustadz Apa itu hadis maudhu dan ciri2nya, apakah hadis maudhu yg secara matan shahih bisa diamalkan ? Syukron
Jawab:
Alhamdulillah, shalawat dan salam atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya . Amma Ba’du:
Pertanyaan ini mengingatkan saya pada berita bombastis tentang sepeda Nabi Adam yang dijadikan pajangan di kota Jeddah, Saudi Arabia. Dikatakan oleh sebagian yang berkunjung ke kota tersebut, bahwa itulah sepeda Nabi Adam, begitu ceritanya. Cukup satu pertanyaan untuk menjelaskan, sejak kapan sepeda dibuat?
Dan sekarang ini bisa kita lihat, mulai sabun cuci sampai mesin suci ada label syar’i, mulai dari tanah sampai rumah mendapat stempel sunnah; mengingatkan pada zaman dulu bahwa salah satu sumber hadits-hadits palsu adalah para pedagang. Diantara hadits palsu yang banyak disebut para penuntut ilmu waktu itu adalah hadist tentang keutamaan terong.
Untuk memahami hadits palsu, kita harus memahami apa arti hadits yang asli dengan baik, sehingga kita bisa membedakan hadits asli dari yang palsu.
Hadits adalah perkataan, perbuatan, persetujuan (perkataan atau perbuatan shahabat disetujui oleh Nabi) dan sifat-sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hadits palsu artinya menisbatkan (menyandarkan) suatu perkataan, berbuatan, pengakuan atau sifat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Padahal itu tidak dikatakan, tidak dilakukan, bukan merupakan persetujuan dan bukan merupakan sifat Nabi. Jadi, menisbatkan sesuatu kepada Nabi yang bukan merupakan darinya adalah hadits palsu.
Bagaimana kalau perkataan itu adalah perkataan yang baik dari seorang shahabat atau seorang ulama kemudian disandarkan kepada Nabi?
Tetap hadist palsu walaupun maknanya baik, karena yang palsu disini adalah penisbatan (penyandaran).
Berbeda halnya dengan Hadist Dhoif, yaitu hadits yang lemah penyandaran kepada Nabi, dan penisbataannya kepada Nabi adalah salah atau tidak kuat, dan hal itu karena kesalahan bukan kesengajaan. Bedanya dengan hadits palsu adalah bahwa hadits palsu diketahui bahwa itu bukan dari Nabi, akan tetapi tetap dinisbatkan kepada Nabi dengan sengaja
Maka hendaklah hati-hati yang menyandarkan sesuatu dengan sengaja kepada Nabi atau kepada sunnah (Nabi) padahal itu bukan darinya walaupun maknanya benar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya di Neraka” (Hadits Mutawatir diriwayatkan Bukhari no. 1229, dll.).
.
Dijawab oleh Ustadz Sanusin Muhammad Yusuf , Lc. MA. (Dosen Ilmu Hadits STDI Jember)
Dimuat di web Konsultasisyariah. Co