Kadang bosen ama rutinitas yg sama terus tiap hari. Trus jadi “mbesengut” sendiri.
Untungnya selalu save foto, memori di notes.
Sebagai reminder bahwa hidup yg kurasakan bosan ini, bisa jadi impian orang lain.
Always remember the day one.
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
Pantes dikatain anak papa yg gagal ngikutin jejak ekonominya Sumitro.
Pantes dikatain ga lulus AKMIL bareng SBY karena masalah disiplin.
Pantes dikatain temperamental & volatile sama bokapnya karena suka meledak-ledak dan lempar-lempar barang.
Pantes dulu dilarang masuk AS bertahun-tahun gara-gara catatan HAM (East Timor, penculikan, dll).
Pantes dipecat dari Pangkostrad sama Habibie gara-gara minta jabatan Panglima ABRI, bawa pasukan ke istana, melanggar rantai komando dan nyulik aktivis.
Pantes dikatain skizo atau erratic sama orang-orang di lingkaran militer dulu, karena reputasinya yang unpredictable dan hot-tempered.
Pantes dikatain cuma didukung orang bodoh sama Budiman.
TERNYATA SE-MC SYNDROME DAN GA SEKOMPETEN ITU‼️‼️‼️
Orang yang membaca 50 buku dalam sehari, tapi kenapa pidatonya ngenyek-ngenyek dan mirip seperti ini?
Benar kata Feri Amsari: mustahil Prabowo baca buku sebanyak itu.
Orang yang gemar baca buku gak akan ngoceh semirip ini di forum berbeda.
Gua Rutin Membaca Buku Supaya Gak Stress Karena Baca Jurnal Ini
Tahukah kalian bahwa hanya dengan membaca 4 buku rekreasional per tahun saja, risiko mengalami stres psikologis, kecemasan, dan gejala depresi bisa turun secara signifikan?
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of American College Health (Levine et al., 2022) terhadap 231 mahasiswa di Kanada menunjukkan bahwa membaca buku untuk kesenangan (recreational reading) berasosiasi dengan penurunan psychological distress melalui mekanisme mengurangi need frustration (frustrasi kebutuhan psikologis dasar).
Efeknya juga didapatkan dari penurunan risiko depresi dan ansietas.
Konsisten membaca berasosiasi dengan pikiran lebih tenang, kecemasan berkurang, dan keluhan depresi menurun, tanpa biaya mahal atau terapi intensif.
Di tengah hiruk-pikuk kota besar, deadline kerja, dan tekanan sehari-hari, membaca buku bisa jadi "reset" sederhana yang sangat powerful untuk kesehatan mental.
Coba deh ambil satu buku yang benar-benar kalian penasaran, baca 15–20 menit sehari.
Gue pribadi sekarang lagi baca The Death of Expertise tulisan Tom Nichols. Kalau kalian lagi baca buku apa?
Gue berusaha mengurangi menonton short video setelah tahu akibatnya bisa mengubah struktur otak.
Jadi ada penelitian tahun 2025 yang melakukan MRI otak pada 111 mahasiswa untuk dilihat hubungan antara sering menonton short video dengan volume gray matter otak.
Hasilnya menunjukkan orang yang rutin menonton short video ternyata memiliki area otak yang lebih sensitif terhadap instant gratification. Penelitian ini menyebutkan bahwa perubahan struktur otak tersebut bisa semakin membuat scrolling video menjadi tidak terkendali.
Penelitian lain menunjukkan bahwa rutin menonton short video berhubungan dengan penurunan kemampuan kognitif serta penurunan kemampuan untuk mengontrol diri sendiri.
Sumber:
Neuroanatomical and functional substrates of the short video addiction and its association with brain transcriptomic and cellular architecture
Salah satu artikel terbaik mengenai cara optimalisasi Claude. BAGUS BANGET untuk kalian yang sedang belajar Claude.
Sekali lagi, sempetin baca artikel ini!
Thank me later!
Ini sedih sebenarnya.
Bapaknya dulu demo berharap negara lebih baik, anaknya bisa tumbuh di kondisi yang lebih baik.
Eh tahunya anaknya juga harus turun ke jalan dengan alasan yang hampir sama
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. 𝗧𝗵𝗲 𝗙𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. 𝗧𝗵𝗲 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. 𝗧𝗵𝗲 𝗧𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗮𝘁𝗮
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.
Prabowo ni gak sadar2 kah jalan 2 tahun blio menjabat dia udh berkali kali di demo besar2an 😭😭😭😭😭😭 kayak orang yang gak pernah belajar dr kesalahan jir
Dia dokter spesialis anak. 10 tahun praktek di RS besar. Sehari bisa ketemu 20-30 anak dngan berbagai kondisi
Suatu hari ngopi bareng, ku tanya iseng:
"Lo bisa bedain gak anak yang ortunya suka ikut meledak waktu anaknya tantrum?"
"Bisa. Dengan sangat jelas." sambil dia sruput kopi siang itu
"Dari mana?" tanyaku
"Dari cara anak itu masuk ruangan. Dari cara dia duduk. Dari cara dia respons waktu ku angkat suara sedikit untuk ngetes."
wow bener2 ke scan ya.
Gua tetap menolak untuk bisa mengerti dan paham kenapa bisa ada kelompok masyarakat terdidik, punya akses informasi, yang milih doi. Kok bisa?
Kurang terang apa kegelapannya?
Mau berdamai dengan ilfeel tiap liat postingannya (((aku rasa sptnya udah bisa))) tapi tetep dan makin ilFeeeeLLLLLL huaah emg ga cocok aja konten preferencenya🙏