Saat ini ada 25 wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris BUMN.
Padahal putusan Nomor 128/PUU-XXIII/2025 jelas menegaskan bahwa wakil menteri tidak boleh rangkap jabatan.
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.
Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!
Sementara jalur “orang dalam” tingkat dewa: Gak lulus S1 pun langsung dapat kursi komisaris + gaji puluhan juta + fasilitas.
Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun?
Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar.
Sistemnya emang sengaja dibikin begini.
Kalian masih percaya BUMN bisa diperbaiki dari dalam?
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Ospek di kampus aja kalo ada 1 orang yg meninggal pasti diusut penegak hukum. Dikejar sampe ke pucuknya. Latsarmil Kopdes ini 5 orang meninggal, terus dibiarkan aja karena melibatkan struktur tentara, gitu?
Tajam ke sipil, tumpul ke tentara. Negara hukum macam apa kita ini?
Pernyataan Muhammad Abdi terkait bayaran mahasiswa :
1. Ketua BEM FH sebesar 6 jt
2. Wakil Ketua BEM sebesar 2.5jt
3. Ketua BEM FEB sebesar 2jt
4. Wakil Ketua BEM FEB sebesar 2jt
5. M T sebesar 2.5jt
6. Senior HMI sebesar 2.5jt
7. Senior HMI sebesar 2.5jt
ini parah banget sih, anak SD diboongin katanya pawai tapi taunya demo mendukung MBG
bahkan guru pun gak bisa menolak karna diintruksi dari Kepala Dinas Pendidikan
lokasi : batam
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.