TRANSKRIP NILAI AMBURADUL
Transkrip nilai amburadul ini termasuk bagian dari 709 dokumen yang disita POLDA Metro Jaya, menjadi bagian dari data pendukung Ijazah Jokowi.
Saya akan tanya kepada Rektor UGM, Prof Ova Emilia, sebagai salah satu pihak yang nanti jadi saksi dengan pertanyaan sbb:
Bagaimana mungkin UGM meluluskan mahasiswa dengan transkrip nilai se amburadul ini?
Beberapa artefak kunci dari sebuah Transkrip nilai resmi sama sekali tidak ada, saya keep saya ceritakan nanti di sidang.
Yang jelas, Mahasiswa.ASLI UGM, pasti bisa menyampaikan detail apa saja yang tidak ada di transkrip nilai ini, yang seharusnya ada.
Apa UGM tidak malu dengan UI, UNPAD, UNAIR, UNDIP, ITB dan Universitas besar lainnya?
UGM mengatakan tidak menemukan bukti data bahwa Jokowi pernah melegalisir ijazahnya di UGM,untuk kepentingan persyaratan jadi walikota Solo,gubernur DKI dan presiden 2 periode.
Padahal kemarin waktu di dalam sel tahanan udah mikir
Bakal tambah putih karena dimasukkan di sel jadi ngga kena matahari
Bakal tambah langsing karena makanan di penjara wekk mengerikan
Ternyata sama Allah
Disuruh putih dengan lebih rajin pake lulur Purbasari biar ada usaha
Disuruh olahraga bukan gara-gara mogok makan ransum penjara
Alhamdulillah.
Yang Maha kuat Sejagat Raya
Allah azza wajalla berkehendak saya pulang ke rumah buat lanjut belajar menghadapi Sidang Tertutup S3
Buat semua Sahabat seluruh Indonesia dan dimanapun anda berada
Terimakasih banyak atas doa-doa di atas sajadah di rumah, mushola, masjid yang terus berkumandang selama 420 hari ini.
Kebenaran, ketika Allah titah kah untuk terbuka, tak akan bisa terbendung, apalagi oleh sekedar manusia.
Terimakasih banyak sekali lagi
Dadaaah...
Mau ke Alfamart beli lulur Purbasari sama kacang buat belajar.
🚨Update : BEM UGM, 13 Juni 2026
bahkan disaat hujan saja kawan2 Mahasiswa UGM tetap berusaha berjalan menyampaikan aspirasi tuntutan buat kalian yang dukung & yang bilang mereka MAHASEWA & AKSI BAYARAN.
cc:presiden.netizen.indonesia
Kenapa para termul ngotot Roy dan Tifa harus ditahan?
Karena mereka yakin kasus ini gak akan pernah sampai ke pengadilan.
Kenapa begitu?
Sebab @jokowi harus hadir dipengadilan sebagai saksi pelapor,dan Jokowi gak cukup mental untuk diobok obok pengacaranya Roy dan Tifa dgn pertanyaan2 yg membuat dirinya malu.
Legalisir ijazah JKW SMA dan S1 sama-sama tanpa tanggal!
Sepertinya Tim Pembuat Ijazah baik SMA maupun S1 antara amatiran atau kurang bayaran ini.
Masa legalisir Ijazah S1 dan SMA yang digunakan untuk syarat mendaftar PILPRES sama-sama tidak bertanggal?
Syarat Presiden lho!
Dua spesimen ijazah ini sumber dari 1) KPU via Dr Bonatua Silalahi 2) PDIP via Mikael "Sentana" Sinaga
Ambyar tenan negara ini dibikin sama Bapaknya Fufufafa!
Terimakasih tak terhingga atas perjuangannya dalam menegakkan kebenaran di negeri ini.
Kami jadi tahu kalo ijazah UGM itu ternyata ada yg palsu.
Tetap berjuang pantang mundur dua tokoh hebat. Sejarah akan mencatat dgn tinta emas, dan menjadi kebanggaan bagi putra putrinya.
Tiga sosok visioner yang menyatukan kecerdasan, pengalaman, dan dedikasi untuk Indonesia yang lebih baik.
Tom Lembong dengan ketajaman ekonomi dan kepemimpinan bisnisnya, Anies Baswedan dengan gagasan perubahan yang inklusif dan berkeadilan, serta
Dino Patti Djalal dengan keahlian diplomasi dan wawasan globalnya bersatu dalam semangat membangun masa depan bangsa yang lebih maju, berintegritas, dan berdaya saing.
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.
Guys, ada kesaksian dari mantan Ketua DPRD Morowali yang menurut gue paling mengerikan dan paling mengungkapkan yang pernah gue dengar tentang apa yang sebenarnya terjadi di tanah Indonesia yang kaya nikel.
Namanya Irwan Arya.
Ketua DPRD Kabupaten Morowali 2014-2019.
Putra daerah asli.
Dan dia hadir di Jakarta bukan untuk minta jabatan. Tapi untuk berteriak bahwa tanah kelahirannya sudah bukan milik rakyatnya lagi.
Dan ini yang dia katakan:
"Kedaulatan wilayah kami dari ujung Morowali sampai ujung Morowali sudah dikuasai oleh orang-orang asing. Kami tinggal nama di sana."
Dan ini faktanya satu per satu:
Morowali adalah rumah bagi kawasan industri terbesar untuk nikel di Asia bahkan mungkin di dunia. PT IMIP.
Tiga smelter dalam satu kawasan.
Pabrik baja stainless.
Pabrik baterai lithium untuk mobil listrik.
Pelabuhan yang bisa menampung puluhan kapal besar sekaligus.
Nilainya:
triliunan rupiah per bulan.
Satu perusahaan saja PT Vale dalam dua sampai tiga bulan menghasilkan 2 juta ton nikel.
Hitung sendiri berapa puluh triliun omsetnya.
Dan PAD yang diterima Kabupaten Morowali dari semua ini: sekitar Rp200 miliar per tahun.
Perusahaan dapat puluhan triliun.
Rakyat pemilik tanah dapat dua ratus miliar.
"Ibarat dikasih permen sebiji.
Anak kecil dikasih permen."
Dan ini yang paling mengejutkan dan paling mengkhawatirkan:
Sebagai Ketua DPRD lembaga pengawas yang dipilih oleh rakyat Irwan Arya tidak bisa masuk ke kawasan industri IMIP.
Lima tahun menjabat.
Hanya sekali masuk ketika ada peresmian smelter oleh Presiden Jokowi.
Itu pun hanya untuk duduk di acara seremonial lalu keluar.
Selain itu:
ditolak.
Dipersulit.
Diminta komunikasi ke kantor pusat di Jakarta dulu. Lalu tidak ada jawaban yang pasti.
"Kami tidak pernah mendapatkan data.
Berapa TKA yang masuk.
Berapa produksi per bulan.
Berapa yang dihasilkan smelter untuk negara.
Tidak pernah ada."
Anggota DPR yang dipilih rakyat untuk mengawasi tidak bisa mengawasi.
Di tanah Indonesia sendiri.
Dan ini soal TKA yang paling mengejutkan:
Di kawasan IMIP ada bandara khusus yang dibangun oleh perusahaan sendiri Bandara IMIP.
Setiap hari pesawat Airbus dan Boeing mendarat dua sampai tiga kali.
Siapa yang mengawasi?
Tidak ada imigrasi.
Tidak ada bea cukai.
Tidak ada satupun representasi institusi negara di sana.
Penerbangan langsung dari China mendarat di Bandara IMIP tanpa ada pihak berwenang yang memeriksa siapa yang turun.
Sekarang rutenya berubah:
dari China turun ke Manado, ganti pesawat domestik, lalu ke IMIP.
Lebih rapi.
Tapi tetap tanpa pengawasan bermakna di tujuan akhirnya.
Dan ketika ada yang mencoba menginvestigasi TKA mereka dilarikan ke hutan.
"Setiap ada kunjungan investigasi tentang TKA mereka dilarikan ke hutan."
Dan ini yang paling tidak bisa diterima:
Di dalam kawasan IMIP nama-nama jalan sudah menggunakan tulisan China.
Ada apartemen khusus untuk TKA.
Hotel bintang lima di dalam kawasan.
Fasilitas lengkap seperti kota kecil kata Irwan seperti Singapura kalau dilihat dari atas.
Dan di salah satu perusahaan kawasan industri PT Wangsiang ditemukan surat administrasi dengan stempel palu arit.
"Ini fakta.
Saya berani pertanggungjawabkan."
Sementara di luar kawasan jalan berlubang.
Listrik masih sering padam.
Pendidikan gratis yang dijanjikan belum berjalan.
Rakyat lokal susah dapat kerja karena kalah bersaing dengan TKA yang bahkan untuk pekerjaan kasar sekalipun.
Dan ini yang paling ironis dari seluruh cerita:
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sudah memperingatkan:
Morowali adalah "negara dalam negara."
Sudah ada pernyataan resmi.
Sudah dibahas di level kementerian.
Tapi sampai hari ini Irwan mengonfirmasi DPRD Morowali masih tidak bisa masuk ke kawasan.
Bandara masih tanpa pengawasan imigrasi.
TKA masih terus berdatangan.
Dan tidak ada perubahan yang signifikan.
"Tidak ada perubahan yang signifikan dari rezim Jokowi ke rezim Prabowo.
Kalau bilang ada perubahan belum ada yang bisa kami rasakan."
Dan ini yang paling menyedihkan:
Irwan dipenjara.
Bukan karena korupsi.
Bukan karena kejahatan.
Tapi karena meneruskan voice note tentang warga China yang meninggal akibat COVID di kawasan industri untuk dilaporkan ke Tim COVID Kabupaten.
Dia ditangkap di masjid.
Dituduh menyebar hoaks.
Sementara pejabat yang konferensi pers menyangkal informasi itu tidak ditangkap.
Tidak diproses.
Tidak ada konsekuensi apapun.
"Hukum kita lebih tajam ke bawah, tumpul ke atas."
Dan ini konteks yang harus disambungkan dengan semua yang sudah kita bahas:
Indonesia punya nikel terbesar di dunia. Morowali adalah jantungnya. Nikel dari sana adalah bahan baku baterai mobil listrik yang menjadi rebutan dunia.
Tapi rakyat yang tanahnya mengandung kekayaan itu tidak bisa masuk ke kawasan industri yang berdiri di atas tanah mereka.
Tidak mendapat data tentang berapa yang diambil. Tidak mendapat kesejahteraan yang sebanding.
Dan yang berteriak meminta keadilan dipenjara.
Yang mempertahankan tanah adat dikriminalisasi.
Yang mencoba mengawasi sebagai wakil rakyat dilarang masuk.
Ini bukan hilirisasi untuk rakyat.
Ini hilirisasi untuk modal asing dengan rakyat lokal sebagai penonton di tanahnya sendiri.
Dan pesan Irwan untuk Prabowo yang paling mengena:
"Pak Prabowo, jangan hanya mendengarkan bisikan orang-orang yang selalu bilang beres, baik, dan aman di lapangan. Padahal itu semua bohong. Kami masyarakat bawah yang merasakan langsung."
Kalimat itu adalah kalimat yang sama yang seharusnya didengar oleh setiap presiden Indonesia. Tapi selalu tertahan di pintu istana karena yang masuk ke istana hanya mereka yang bisnisnya bergantung pada presiden tidak mendengar kebenaran itu.
Indonesia punya nikel terbesar di dunia.
Kekayaan yang seharusnya bisa membiayai rakyatnya dengan makmur selama puluhan tahun.
Tapi di Morowali yang paling dekat dengan sumber kekayaan itu rakyatnya masih mati lampu.
Jalannya berlubang.
Anaknya susah dapat kerja.
Tanahnya dirampas.
Yang bersuara dipenjara.
Sementara di dalam kawasan hotel bintang lima menyala.
Pesawat dari China mendarat tiga kali sehari.
Dan tidak ada satupun institusi negara yang mengawasi apa yang masuk dan apa yang keluar.
Mahfud MD bilang: "Negara ini bisa bubar melalui disorientasi, distrust, disobedience, dan disintegrasi."
Morowali sudah di tahap awal dari semua itu.
Dan tidak ada yang memperhatikan karena yang memperhatikan sudah dibungkam.
3C - Kunci Selesainya Kasus Kontroversi Ijazah JKW
oleh; dr Tifauzia Tyassuma
Tahun 2026 membuka babak selanjutnya dari Kasus Kontroversi Ijazah Joko Widodo vs TROY — Tifa-Roy.
Namun bagi saya, ini bukan sekadar perkara satu lembar ijazah. Ini adalah pelajaran besar tentang bagaimana sebuah bangsa memperlakukan kebenaran.
Sebab dalam negara yang sehat, kebenaran tidak boleh bergantung pada siapa yang paling berkuasa, siapa yang paling banyak pendukungnya, atau siapa yang paling keras membungkam pertanyaan.
Kebenaran harus sanggup berdiri di ruang terang. Ia harus dapat diperiksa. a harus dapat diuji. Ia harus dapat dipertanggungjawabkan.
Karena itulah, memasuki 2026, saya melihat babak ini bukan lagi sekadar perang opini. Bukan lagi sekadar hiruk-pikuk media sosial. Bukan lagi sekadar adu narasi antara mereka yang percaya dan mereka yang bertanya.
Babak ini harus naik kelas menjadi babak kejernihan. Dan kejernihan itu memiliki tiga pintu:
Clean Documents.
Clear Procedures.
Credible Witnesses.
Dokumen harus bersih.Clean Documents.
Artinya, dokumen tidak cukup hanya disebut ada. Ia harus bisa dilihat dalam konteksnya, diperiksa keutuhannya, ditelusuri asal-usulnya, diuji konsistensinya, dan diletakkan dalam rantai pembuktian yang terang. Dalam perkara apa pun, apalagi yang menyangkut figur publik dan sejarah kekuasaan nasional, dokumen bukan sekadar benda mati. Dokumen adalah jejak peradaban. Ia menyimpan memori institusi, rekam administratif, dan tanggung jawab hukum. Jika dokumen benar, ia tidak perlu takut cahaya. Jika dokumen kuat, ia tidak perlu dilindungi oleh kabut. Jika dokumen sahih, ia justru akan semakin tegak ketika diperiksa.
Prosedur harus benar. Clear Procedures.
Sebab kebenaran yang lahir dari prosedur yang kabur apalagi carut marut, akan selalu meninggalkan luka. Dalam negara hukum, cara menemukan kebenaran sama pentingnya dengan kebenaran itu sendiri. Tidak boleh ada proses yang berjalan dengan prasangka, tekanan, ketertutupan, atau ketimpangan akses. Tidak boleh ada warga negara yang dipaksa diam hanya karena ia bertanya. Tidak boleh ada hukum yang terasa tajam kepada penanya, tetapi tumpul kepada pertanyaan pokoknya. Prosedur yang benar berarti semua pihak diberi ruang yang adil. Hak tersangka dihormati. Bukti diuji. Ahli didengar. Rantai dokumen ditelusuri.
Sebab hukum bukan alat untuk memenangkan kekuasaan. Hukum adalah jalan untuk menemukan keadilan.
Saksi harus kredibel. Credible Witness
Dalam perkara besar, saksi bukan hanya orang yang hadir. Saksi adalah penjaga ingatan. Saksi membawa kepingan waktu yang tidak bisa digantikan oleh opini. Namun saksi yang dibutuhkan bukan saksi yang sekadar ramai. Bukan saksi yang hanya mengulang keyakinan. Bukan saksi yang hadir untuk memperkuat posisi politik tertentu.
Saksi yang dibutuhkan adalah saksi yang relevan, kompeten, konsisten, independen, dan berani diuji. Saksi yang tidak hanya berkata, tetapi mampu menjelaskan. Saksi yang tidak hanya mengingat, tetapi mampu menempatkan ingatannya dalam kronologi, dokumen, dan realitas administratif yang bisa diverifikasi.
Di sinilah pelajaran besar untuk Indonesia. Bahwa bangsa ini tidak boleh terus-menerus hidup dalam budaya “percaya saja”. Tidak boleh.
Bangsa besar tidak dibangun di atas kultus personal. Bangsa besar dibangun di atas institusi yang kuat, dokumen yang tertib, prosedur yang adil, dan warga yang berani berpikir.
Jika seorang warga bertanya, jawabannya bukan stigma. Jika seorang ilmuwan menguji, jawabannya bukan tekanan. Jika seorang ahli meneliti, jawabannya bukan pembungkaman. Jika sebuah dokumen dipersoalkan, jawabannya adalah pembuktian.
Karena pertanyaan bukan kejahatan. Keraguan bukan dosa. Penelitian bukan permusuhan.
Maka TROY, Tifa-Roy, dalam babak ini bukan sekadar nama
TROY adalah simbol dari keberanian untuk meminta kejernihan.
TROY adalah rakyat yang menuntut tegaknya kebenaran.
BISMILLAH
ASSALAMUALAIKUM
TAGAR RONIN BENIH GARVO
MOHON BANTU SUARAKN
DENGAN 2 TAGAR SAMA DAN JANGAN CAMPUR TAGAR LAIN
#2026JokowiHarusDiadili#2026JokowiHarusDiadili
Kita mulai jam 08:00 pagi.
🐞Vivere Simul, Simul Morietur🌺
@DokterTifa@blank0429 Walaupun Jokowi punya ..
Kekuatan ...
Ilmu Hitam Klenik Hipnotis Jarak Jauh, Gusti Allah akan Hancur kan semua itu.
Alam semesta akan berpihak pada kebenaran.
Ijazah Jokowi, Akurat Palsu.
Sukses Dr Tifa dan Roy Suryo.
Sehat walafiat Dr Tifa Aamin.
"Anda bisa menipu semua orang untuk sementara waktu, dan sebagian orang untuk selamanya.
Namun, anda tidak bisa menipu semua orang untuk selamanya"
(Abraham Lincoln)
Jika ada persidangan atas Laporan Polisi anda kepada saya, pak Jokowi, anda harus datang. Tidak bisa mangkir.
Kemarin-kemarin anda bisa mangkir. Tetapi untuk Laporan Polisi yang anda buat dengan nama saya, persidangan akan membuat anda HARUS HADIR sebagai saksi pelapor.
Dan, atas 709 dokumen yang disita oleh POLDA dan disiapkan menjadi barang bukti, saya sudah siapkan lebih dari 2.000++ pertanyaan yang harus anda jawab secara langsung, tidak bisa diwakilkan.
Dan persidangan WAJIB terbuka, sehingga 280 juta rakyat akan mendengarkan jawaban anda atas 2.000++ pertanyaan saya atas 709 dokumen itu.
Dan saya pastikan, butuh sekitar 4 tahun sidang bahkan lebih untuk menyelesaikan 2.000 pertanyaan itu.
Belum lagi pertanyaan saya terhadap 130 saksi yang meringankan anda.
Saya sebagai tersangka, berhak untuk bertanya kepada mereka di persidangan nanti, dan mereka WAJIB menjawab semua pertanyaan saya.
Setiap saksi akan saya tanya tiga hari tiga malam sampai saya puas.
Saya sudah menduga siapa saja mereka: orang-orang yang mengaku-ngaku sebagai teman kuliah, teman KKN, teman SD, SMP, SMA, Guru-guru, Dosen-dosen, saya sudah membuat daftar siapa saja mereka, sudah saya buat profil mereka, sudah saya investigasi mereka, dan dengan ilmu Neuroscience saya sudah bisa mengidentifikasi jawaban dan penjelasan apa yang dicangkokkan di otak mereka.
Saya pastikan saya akan bikin mereka terkencing-kencing dengan ribuan cecaran pertanyaan saya, selama berhari-hari, selama bertahun-tahun.
Dan pada satu titik di antara hari-hari sidang itu, KEBENARAN yang semurni-murninya, sejelas-jelasnya, seterang benderangnya, tentang Ijazah anda, juga masa lalu anda, juga siapa sebenarnya anda, akan terbuka.
Jika anda tidak mencabut Laporan Polisi anda, mari kita siapkan kesehatan fisik, kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan jiwa, untuk menjalankan persidangan, yang akan saya buat sangat panjang dan sangat lama, sangat rumit, sangat complicated, sangat menghabiskan dana negara, dan sangat membuat siapapun Lansia dengan penyakit Autoimun berat, tak akan sanggup menghadapinya.
Anda menuduh saya dengan pasal bukan main-main. Pasal dengan ancaman hukuman 6 tahun, 8 tahun, 12 tahun.
Artinya anda ingin menghancurleburkan, menghabisi hidup saya, itulah kekejaman dan kejahatan yang luarbiasa dilakukan oleh mantan Presiden kepada rakyatnya yang bertanya atas sebuah Dokumen Publik: Ijazah Presiden.
Karena itu, dengan segenap kekuatan batin, kekuatan jiwa, kekuatan otak dan kecerdasan saya, akan saya hadapi anda di pengadilan, jika memang anda ingin pengadilan terjadi.
Ingat, Laporan Polisi anda yang buat, maka, anda pak Jokowi, HARUS HADIR!
Momen saat sejumlah bocil bermain dengan angin puting beliung ini menarik perhatian.
Karena para bocil engga ada takutnya sama sekali memasuki pusaran angin puting beliung sambil ketawa ketiwi...
Mungkin karena angin puting beliungnya juga karena masih "bocil", makanya mereka berani...🤭😃
Malam neraka bersejarah telah dimulai 🔥🔥🔥😱 Rudal Iran dan Yaman kini menghujani Tel Aviv tanpa henti. Kota itu terbakar. Doakan kami. Ya Tuhan, berikan kami kemenangan.🤲🚀💥 @kwnn_yemen
🎥 @bint_abiha_2