OL (Offer Letter) itu baru berupa penawaran, yang perlu kamu tanda tangan itu kontrak kerja karyawan. Di situlah semua hak dan kewajiban kamu tertera.
Kalau udah terlanjur tanda tangan berarti kamu harus,
1. Baca di poin pengunduran diri, misal untuk bisa mengundurkan diri waktunya wajib 1 bulan sebelum, 2 bulan, 3 bulan, atau berapa lama.
2. Let's say probation itu 3 bulan, berarti kamu udah bisa bilang ke HR mulai dari sekarang.
"Terima kasih atas kesempatan dan pengalaman yang sudah diberikan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dan akan menjalankan masa notice sesuai ketentuan. Saya juga siap membantu proses handover agar transisi berjalan lancar."
Nggak perlu dijelasin panjang lebar karena sifatnya pemberitahuan aja.
3. Beresin kerjaan yang bisa bereskan.
4. Dokumentasiin kerjaan yang akan dilanjutkan oleh orang berikutnya.
5. Jangan lupa print surat pengunduran diri kamu, jadi ada recordnya.
Setidak menyenangkannya tempat kerja yang sekarang, pastiin untuk kasi kabar secepatnya kalau kamu mau resign (nggak mepet hari terakhir), tetap profesional sampai hari terakhir, nggak hilang mendadak, sama bantu proses transisi kalau memang ada.
Sebelum lolos S3 plus dg beasiswanya, aku beneran baca puluhan jurnal wkwk. Aku bikin ringkasannya, terus jadi proposal yg cuma 8 halaman itu :')
Bacanya lebih lama drpd nyusun 8 halaman itu.
Tapi percaya deh, teman2 mahasiswa.
Daripada kalian minta AI -- yg sering gak tepat itu -- mending kalian luangkan waktu buat baca. Pake AI untuk translate deh kalo emang bener2 gak paham. Tapi baca sendiri.
Ketika sdh selesai, kalian bakalan 'kekenyangan' sama referensi, terus langsung cepetttt banget nulis karena semua hasil bacaan di otak kalian harus dikeluarin. Ya hasil dikeluarin itu berbentuk artikel atau proposal.
Salah satu aspek jadi dewasa adalah menyadari bahwa lo tetap harus show up dan function optimally.
Gak peduli seberat apa yang lagi lo alami dan rasain. Karena dunia emang gak peduli sama masalah pribadi lo.
Lo tetap harus hadir di meeting meskipun hati lo lagi hancur lebur. Lo tetap harus berangkat kerja meskipun seminggu lalu salah satu anggota keluarga lo baru aja meninggal. Lo tetap harus jawab email dan presentasi dengan suara tegas meskipun semalam lo nangis sampe pagi. Ya udah, mau gimana lagi.
Dunia nggak peduli soal itu semua. Dunia cuma peduli satu hal: apakah lo berhasil memenuhi tanggung jawab lo atau enggak.
Dunia gak akan berhenti berputar cuma karena lo lagi gak baik-baik aja. Bahkan pas lo lagi sakit, lagi patah hati, atau lagi kehilangan segalanya, roda kehidupan tetep jalan🥲
Untuk pendapat elo yang ini gue ga setuju, mas. Business owner kerja 24/7 ga bisa curhat ya emang harus kaya gitu.
Karena risikonya ada di kita, gainnya pun full di kita.
Kalo karyawan, sesuai kontrak aja. Di AU, NL, FR hukum nakernya strict, kalau dilanggar yg ada kena pinalti kita. Keluar duik lagi, boncos malah. Sama dengan hukum privasi juga sangat strict di sana. Tapi itu hal lain.
Di Tiongkok pun 996 ilegal mulai 2021 bang, ada juga motivasi budayanya: negara kaya Jepang, Tiongkok, dan Korsel itu “tuhan” nya uang. Konsekuensinya banyak yg setres dan bundir juga.
Kalau di Indo menurutku kan bisa cincai juga ama karyawan. Apalagi kalo sambil membangun. Ga usahlah keramas-keramasan. Namanya quid pro quo. Kita minta waktu tambahan dia, ya ada kompensasi balik. Fair2 aja. Bentuknya apa ya sesuai kesepakatan aja. Yang penting cengli supaya usaha tetep cuan-nya banyak dan berkah.
Keramas itu kalo udah merasa sanggup terus ga kena target ama yg dijanjiin. Ya itu fair. Artinya hasilnya jelek, ada dua jalan mau ditraining atau dipecat. Gitu aja. Fokus di kerjaannya aja.
ALERTA! Media mengaburkan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator @KontraS Andrie Yunus.
Baca deh pemberitaan ANTARA. Kantor berita pemerintah itu dengan sengaja memuat pernyataan konyol seseorang yang katanya profesor. Tujuannya, agar pelaku penyiraman air keras dianggap oknum.
Terlihat jelas ini aksi bersih-bersih agar TNI bebas dari tanggung jawab. Lepas tangan.
Dari sudut pandang jurnalistik, berita tersebut jelas tidak netral. Isi berita full pernyataan seseorang bernama Profesor Kadri. Tidak ada narasumber lain. Subjektif.
Lebih aneh lagi, Kadri adalah dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram. Apa urgensi guru besar di bidang Komunikasi mengurusi masalah hukum? Makin jelas tanda-tanda bahwa ini berita pesanan.
Bukan cuma ANTARA. Pernyataan Kadri soal kasus penyiraman air keras Andrie Yunus juga dimuat masif media mainstream. Beberapa media nasional serempak merilis berita serupa. Mencoba melepaskan TNI dari tanggung jawab. Membuat citra TNI tetap harum.
Apa kita harus bodo amat ketika warga sipil disiram air keras oleh TNI? Apa justru kita perlu marah? Jangan mengaku peduli kalau kalian cuma diam saat membaca ini.
Gue kasih tahu fakta lebih sakit lagi. Kantor Berita ANTARA adalah BUMN di bawah pengelolaan Danantara. Siapa penanggung jawab ANTARA? Dia adalah Pemimpin Redaksi Virgandhi Prayudantoro, kader Partai Gerindra.
Duit pajak rakyat cuma dipakai nyebokin tingkah rezim Prabowo Subianto? Gaji lu dipotong tiap bulan cuma demi memoles citra pemerintah. Apa iya gak marah? Kita harus tetap waras! #MESATU
Kasus Bandara imip dan banjir bandang akan berlalu seperti yang lainnya
Ga ada Mentri yg mengundurkan diri atau dipecat
Ga ada perusahaan kayu, kebun sawit atau tambang yang ditutup atau diusut dan kemudian jadi tersangka
Oligarki terlalu besar untuk Prabowo
Prabowo terlalu kecil bagi oligarki
Tahu kan kenapa kita gak boleh bungkam saat ada salah tangkap & penyiksaan polisi?
Karena yang terjadi ke Very bisa terjadi juga menimpa semua rakyat
Hari ini Very, besok mungkin kalian, lain kali entah siapa lagi
Mesin represi rezim ini udah gak pandang soal target mereka
#intinyadeh
> Ve mau malem mingguan, diringkus. Jd korban salah tangkap
> Pas dijenguk, pelipis mata kanan sobek, dua mata lebam, tangan gemeter, tubuh lesu, trauma
> Keluarga gak dpt transparansi: gak tau kabar >20 hari ditahan
> Lapor Ombasman, Komnas HAM, Komnas Perempuan
Aliansi Ekonom Indonesia meluncurkan “7 Desakan Darurat Ekonomi.”
Di situ, mereka bilang kualitas hidup masyarakat turun. Ini ga cuma karena isu global tapi jg 1) misalokasi sumber daya dan 2) proses bernegara yg kurang amanah dan berujung ketidakadilan sosial.
It’s on point.
17 tuntutan rakyat dalam satu minggu ke depan, dan 8 tuntutan rakyat dalam satu tahun ke depan.
Ayo @prabowo@gibran_tweet@DPR_RI@DivHumas_Polri - Sesuai pidato bapak presiden kemarin, aspirasi ini kami sampaikan dengan jelas dan tertib.
BUKTIKAN ANDA SEKALIAN BERSAMA RAKYAT.
Ini bener sih. Language matters.
Polisi tidak sedang “mengamankan” massa aksi. Tidak ada istilah itu dalam KUHAP.
Mereka ditangkap. Kemudian ditahan.
Pertanyaan selanjutnya yg bisa ditanyakan media ke polisi: apakah penangkapannya sudah sesuai prosedur KUHAP?
Dont they get it? People are pissed over job scarcity, endless tax hikes, insane DPR benefit, their lavish lifestyle and arrogant officials. That’s what sparked the massive protest.
Decision makers know exactly how to de-escalate situation