Bagi saya yang awam, yang sedari lahir sudah NU tapi hingga dewasa belum punya Kartanu, memahami Gus Dur dengan segala sepak terjangnya sangat sederhana; Ya, Gus Dur milik semua.
Membatasinya dengan golongan tertentu, hemat saya, hanya menyempitkan perannya yang menyamudera.
Anies bombastis, Ganjar menggelegar dan Prabowo legowo. Sedang kita, masih seperti biasa, saling hina.
Puji sewajarnya, kritik seperlunya. Dalam politik, semua hal bisa terjadi; ada kalanya orang yang hari ini kalian benci, suatu saat akan kalian puji.
Pernah dengar istilah rasionalisasi tentara, fusi partai, politik pembangunan, dsb. Ternyata itu adalah fase-fase penyinkiran NU dari panggung republik ini.
Lalu siapa pelakunya? Tahun 96, Gus Dur membongkarnya. Berikut rekamannya https://t.co/OnL1eYxf3t