Jika MBG dihentikan, bagaimana dengan nasib 1,5 juta penggerak SPPG & supplier bahan makanan?
Saya tidak tahu, dan tidak mau tahu juga. Karena sejak awal realisasi program ini, kan, ngotot "demi" gizi anak-lansia-bumil. Maka, perhatian saya ada di sana, bukan yang lain.
Kalau program ini benar-benar murni demi gizi anak-lansia-bumil, kenapa harus bikin rantai pasok sebesar itu yang ujung-ujungnya cuma bikin ketergantungan massal pada APBN?
Mereka yang ngotot dari awal apakah tahu persis bahwa ini bukan solusi gizi tapi mesin politik untuk bagi-bagi proyek?
Sekarang, tiba-tiba 1,5 juta orang jadi korban ketika programnya dihentikan (setelah mantan Kepala BGN-nya ketahuan korup), apakah mereka dari awal tidak tahu bahwa mereka cuma jadi alat untuk narasi “peduli rakyat” yang murahan?
Siapa yang salah kalau akhirnya nasib mereka terkatung-katung? Warga Indonesia selain 1,5 juta itu? Lho, bukan mereka yang memaksa "program gagal" ini jalan.
Lagian, kalau gizi anak-lansia-bumil memang prioritas utama, kenapa tidak langsung kasih dana tunai ke keluarga daripada lewat supplier dan penggerak yang entah berapa persennya cuma jadi perantara rente?
Seharusnya 1,5 juta penggeral SPPG harus menagih tanggung jawab ke mereka saja, bukannya ngasih tahu warga tentang kondisi mereka yang terkatung-katung itu.
Jadi, ya, jangan salahkan yang kritis dan protes sejak awal. Yang salah justru mereka yang ngotot program ini “harus” jalan, tanpa hitung-hitungan matang soal keberlanjutan, dan dampak jangka panjangnya.
Nasib 1,5 juta orang pengegrak itu, kan, konsekuensi logis dari kebijakan yang dibangun di atas "sandiwara gizi", bukan atas dasar akal sehat, to? Sementara kalian, kan, mengambil itu atas dasar ekonomi, to?
Kenapa harus mengadu ke rakyat non-1,5 juta itu?
NB: 1,5 juta itu bukan "relawan", ya. Mereka digaji pakai APBN. Tidak bisa disebut relawan karena mereka dibayar untuk melakukan pekerjaan itu.
Dan ternyata tidak begitu pecus.
Félicitations à la FIFA pour avoir attribué la Coupe du Monde à un pays capable de retenir pendant 7 heures un joueur qui n’a jamais fait parler de lui autrement que par ses performances sur le terrain.
Quand le meilleur buteur de l’Irak, qualifié pour le plus grand événement sportif de la planète, peut être traité comme un suspect à son arrivée, difficile de ne pas s’interroger sur l’accueil qui sera réservé à certaines sélections (Iran) et à leurs supporters.
Pendant des années, chaque aspect de l’organisation au Qatar a été scruté, commenté et critiqué. J’espère que les États-Unis feront l’objet du même niveau d’exigence et de la même couverture médiatique.
Bravo, Monsieur Infantino.
✅ RESMI : FIFA merilis ranking terbaru timnas futsal, Indonesia melejit dari posisi 24 ke 14 dunia. ⬆️🇮🇩
🗣️ Hector Souto (pelatih timnas futsal) :
"Masih adakah yang meragukan kekuatan futsal Indonesia? Hari ini kita mencapai peringkat 14 dunia di Ranking FIFA. Sebuah pencapaian bersejarah bagi negara dan olahraga ini."
"Karena kita berhasil sampai di titik ini hampir tanpa sistem kompetisi yang terstruktur, tanpa sistem nasional yang nyata untuk deteksi dan pengembangan talenta, dan hanya dengan turnamen-turnamen sporadis di berbagai daerah Indonesia,"
"Sekarang bayangkan apa yang bisa dicapai Indonesia jika kita benar-benar bersatu. Jika federasi, AFP, AFK, klub, pelatih, pemain, sekolah, pemerintah, dan investor bekerja bersama dengan visi yang sama."
Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads
So Arema fans, who rarely go to their teams' home games if the attendance figures are to be believed, are protesting about losing a game they didn't go to
Dari sepakbola kamu tahu letak Madrid ada di Spanyol, kota Porto di Portugal, Rabat nyempil di Maroko.
Gara-gara sepakbola kamu tahu negara Italia bentuknya seperti kaki, Prancis seperti segi enam & Turki membelah Asia serta Eropa.
Melalui sepakbola kamu tahu sejarah perlawanan rakyat, fasisme hingga pertikaian antar-sekte.
Karena sepakbola kamu ngerti laporan neraca keuangan, perhitungan laba rugi sampai amortisasi.
Disebabkan sepakbola kamu paham bahwa bratwurst asalnya dari Jerman, takoyaki dari Jepang.
Akibat sepakbola kamu tahu cara masyarakat Amerika Latin memandang sepakbola, bagaimana fanatisme daerah masih kental dalam dunia suporter bola Indonesia & lainnya.
Sepakbola cuma satu jenis cabang olahraga, tapi di dalamnya tersimpan banyak ilmu pengetahuan yang bikin kita bisa melihat dunia seisinya.
Iya apa iya? 😄
Shalom aleichem (Ibrani)
Shlama alokhun (Aramaik)
Assalamu’alaikum (Arab)
Semua frasa ini juga dipakai oleh orang Kristen dalam rumpun bahasa semitik. Umat Kristen di Timur Tengah, seperti Syria, Iraq, dan Mesir tidak canggung dengan penggunaan kata-kata ini. Karena artinya netral “Damai sejahtera bagimu”.
Ini real sih, to some extent, gue belajar banyak soal geografi dari nonton bola, main FIFA, dan ngikutin update klub 😄
Contoh: waktu kecil, dari mana gue bisa tau ada negara namanya Saint Kitts and Nevis kalo bukan karena kepoin Wikipedia-nya Keith Kayamba Gumbs? Begitu juga tau ada wilayah otonom Catalunya, atau negara namanya Aruba dari Denzel Dumfries. Lalu jadi tertarik deh baca-baca soal sejarahnya.
Secara ga sadar kita juga automatically hafal ibukota negara-negara dari nama klub (contoh: CSKA Moskow — Russia) atau dari venue final match penting (contoh: Baku, Azerbaijan).
Abis itu juga hafal bendera di luar kepala. Terus hafal ciri khas aksen pemain dari negara apa, dan nama belakang yg bisa identifikasi asalnya. Misalnya sesimpel surname Fernandes & Fernandez yg keliatan sama tapi punya sejarah masing-masing. And many more things
Apa lagi ya? Kalo dari pengalaman lo, belajar geografi dari sepak bola juga ngga?