Katanya tuntutan UGM dan UI "ngelantur."
Tapi Trisakti "make sense" karena minta "kembalikan supremasi sipil."
Padahal UGM minta hal yang sama persis: tarik militer dari ruang sipil, cabut UU TNI dan UU Polri.
Kata per kata. Isu yang sama.
UI? Minta harga beras turun, APBN tidak diboroskan, dan hentikan program makan bergizi yang Kepala Badan Gizinya sudah dijemput Kejaksaan Agung, sebelum nasinya sempat sampai ke piring anak SD.
Jadi "ngelantur" versi lo itu yang mana persis ?
tuntutan yang terlalu struktural, atau yang terlalu membela perut rakyat?
Karena yang ngelantur dari sini cuma satu: logikamu.
“Selamat datang teman teman Esa Unggul!”
Denger gitu aja gua merinding..
Harapan kami pada manusia memang hanya tinggal kepada mahasiswa ✊🏻
Bakal sampe malem ini kayaknya.. Hati-hati ya, kenali kawan kalian, lihat kanan kiri, jgn terprovokasi
MENANG 🔥
Jujur gua masih gemeteran ngetik thread ini. Coba lu perhatiin baik baik foto ini. Diambil jam satu pagi di jalanan aspal Wringin Putih Temanggung. Keliatannya emang cuma jalan kosong. Tapi coba lu zoom persis keranda mayat.
Yang motret cuma sempet ngirim satu voice note ketakutan sebelum besoknya dilarikan ke ICU. Dia bilang pas dia nyalain flash hp nya tiba tiba ada suara roda kayu kreot kreot sama lonceng sapi nempel persis di belakang leher dia.
Gobloknya gua dan anak anak beneran nekat nganterin temen ke desa itu. Dan sumpah sampe detik ini tangan gua masih dingin kalo inget apa rahasia busuk keluarga Dinda malem itu.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #horor
🚨JUST IN!
TWEET INI AKAN MENGUMPULKAN SEGALA INFORMASI DEMO MAHASISWA TRISAKTI 19/06/2026 HARI INI.
SEGALA INFORMASI AKAN DIPERBARUI MELALUI KOLOM KOMEN TWEET INI.
STAY SAFE UNTUK SEMUA YANG TURUN KE JALAN. KAWAN JAGA KAWAN‼️
PANJANG UMUR PERJUANGAN‼️
Sekitar 600–700 mahasiswa Universitas Trisakti turun ke jalan dalam aksi bertajuk Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (19/6). Mereka mulai bergerak dari Kampus Trisakti menuju Senayan sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam aksi ini, ada tiga tuntutan utama yang dibawa. Pertama, dorong pemerintah untuk segera memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional. Kedua, minta pemberantasan inkompetensi di kalangan pejabat negara. Ketiga, menekankan pentingnya penguatan supremasi sipil.
Selain itu, mereka juga menyoroti isu lain yang dianggap masih jadi masalah, seperti harga BBM, harga kebutuhan pokok, sampai kebebasan masyarakat sipil yang dinilai perlu lebih dijaga.
#IDNTimesNews
Mahasiswa Trisakti mau demo di DPR siang ini kan.
Tahun 2024 saya pernah bikin Thread viral cara masuk gedung DPR yang kemudian di eksekusi oleh senior mereka dari Trisakti.
Kalau mau masuk jangan dari depan tapi lewat gerbang belakang.
Replikasi lagi caranya, semoga berhasil.
Footage 2024
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
awokawok ngamuk dia, tiba-tiba bahas etika
virdian: "oke kita anggap bundaran HI bukan tempat demo. sama seperti dapur MBG & kopmer bukan tempatnya polisi dan juga tentara"
puas bgt liatnya kena skakmat terus 😂
Budiman Sudjatmiko pecah lagi gaess…🔥🔥
BS ngamuk saat dibilang dia adalah “Pelacur Reformasi”.
Seorang mahasiswa dengan lantang dan berani menguliti Budiman Sudjatmiko dlm diskusi di Tebet.
Natael Bremana ,mahasiswa perwakilan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jawa Tengah-DIY, saat berdebat dengan Budiman Sudjatmiko dalam sebuah diskusi publik di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.
Natael Bremana kamu Keren
👍🙏
Kata Kepsek MI Miftahul Huda soal MBG distop:
- MBG sudah terhenti sejak 25 Mei 2026 sudah 20 hari, tapi dianggap "tidak ada pengaruhnya" ke siswa
- Alasannya: siswa toh tetap bawa uang saku untuk jajan, ada atau tidak ada MBG sama saja
- tidak ada siswa yang ngeluh kelaparan
- mereka juga bawa bekal dari rumah
- orangtua mereka bisa kasih makan kok
- "Kalau boleh dikata ada MBG ya mereka senang, kalau tidak ada ya tidak ada bonus
- Pihak sekolah bahkan tidak menanyakan apa kendala di SPPG, cuma terima info "tunggu informasi berikutnya"