Makan bergizi 10 ribu bisa dapat apa, Bun?
Eits, sebelum pusing-pusing mikir 10 ribu dapat apa, yuk kita cari tahu dulu makanan bergizi itu sebetulnya seperti apa, sih? Bagaimana jumlah dan komposisinya agar makanan bisa dikatakan bergizi?
SEJARAH TERCIPTA!
Untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menjuarai Badminton Asia Mixed Team Championship 2025 sejak pertama kali digelar pada tahun 2017 setelah mengalahkan tuan rumah China dengan 3-1.
CONGRATULATIONS!!🥇🇮🇩
#BAMTC2025
Reviu DayNella
📚Made With Love
By Ruby Rie @dwi_atmi
Penerbit Lovrinz
+ 146 Halaman
"Ibu mengajariku bahwa kesederhanaan adalah bentuk lain kemewahan yang hanya bisa dinikmati ketika hari sudah merasa cukup." Hal 95
-Novel hangat yang menyentuh-
Semoga Tuhan memberi kekuatan dan kesehatan jiwa raga untuk kita bisa mengarungi "petualangan" tahun 2025 dengan hati dan pikiran yang damai ❤️
Siapkan Diri Anda dengan Baik dalam menuntut Ilmu 🥰💪
📞 Narahubung : https://t.co/QbT1Nbt0nu
Makan bergizi 10 ribu bisa dapat apa, Bun?
Eits, sebelum pusing-pusing mikir 10 ribu dapat apa, yuk kita cari tahu dulu makanan bergizi itu sebetulnya seperti apa, sih? Bagaimana jumlah dan komposisinya agar makanan bisa dikatakan bergizi?
Pelaksanaan:
🗓️ Sabtu, 25 Januari 2025
🕖 Pukul 09.30-11.00 WIB
📍 Link Zoom akan di share H-1 sebelum acara oleh panitia
*Benefit Peserta*
- Ilmu Bermanfaat
- E-Sertifikat
- Networking
- Doorprize menarik bagi yang beruntung 😍
*Pendaftaran Peserta*
https://t.co/pHN9Gv7bxw
APRESISI KEPADA MOHAMMAD AHSAN!
3 kali JUARA DUNIA✅
3 kali JUARA turnamen puncak akhir tahun✅
2 kali JUARA All England✅
1 EMAS Asian Games✅
3 EMAS SEA Games✅
1 GELAR Thomas Cup✅
Ahsan adalah pekerja keras sejati, seorang profesional murni. Secara teknis, dia memiliki power sangat dahsyat di puncak kariernya..
Hal lain yg paling penting dari sosok Ahsan adalah jiwanya yang sportif dan fair. Seolah2 kejujuaran adalah bagian yg melekat erat dalam tubuh dan batinnya.
Mohammad Ahsan, selamat menikmati pensiun, terima kasih. Bangga sekali menyaksikan kiprahmu menaklukkan panggung2 besar dunia..
BREAKING
Mohammad Ahsan of Indonesia retires from international badminton. Indonesia Masters 2025 in January will be his last tournament.
All the best for your future!
Kalau mereka di Indonesia
***
"Bapak kenapa melamar ke Fakultas Biologi dan Kimia Pak?"
"Kebetulan riset saya memang lebih dekat ke sana Pak."
"Tapi S3 Bapak kan Fisika?"
"Iya waktu S3 saya riset tentang mekanika kuantum."
"Lalu?"
"Tapi belakangan saya lagi riset energi kinetik di DNA. Jadi lebih pas kalau Biologi dan Kimia."
"Oh gitu, tapi nanti kita gak tanggung jawab kalau susah naik jabatan."
"Hah kenapa?"
"Gak linier Pak."
***
"Wah ini bagus juga ya sifat neuron di otak ini."
"Bagus gimana Pak?"
"Dia itu bisa belajar ngenalin pola. Liat nih di mikroskop."
"Yang mana Pak?"
"Liat nih sambungan antar neuronnya, ada yang tebel ada yang tipis."
"Iya Pak."
"Beda neuron beda ya yang tebel sama tipisnya."
"Oh iya."
"Oh ya ati ati liat mikroskopnya. Itu susah payah saya beli pake duit sendiri abis mroyek sana sini."
***
"Alhamdulillah kita berhasil bikin model matematikanya Pak."
"Yang neuron kemarin? Wah mantab."
"Jadi kalau kita training pake beberapa macam gambar huruf gini, terus kita tes, dia bisa kenalin hurufnya."
"Wow. Ya udah kamu buruan tulis papernya."
"Siap Pak."
***
"Udah jadi Pak, kita coba submit ke jurnal ini aja."
"Walah, mahal APC-nya, bisa 2000 USD sendiri."
"Emang gak dibayarin kampus Pak?"
"Mana adaaaaa."
"Kalau yang gak bayar gimana?"
"Nunggu reviewnya seabad, saya lagi butuh naik jabatan fungsional."
"Terus gimana Pak?"
"Cari konferensi aja lah coba. Butuh cepet."
***
"Ini ada konferensi top-class Pak. Mayan deket."
"Di mana?"
"Di Jepang Pak. Harus presentasi biar papernya terbit."
"Maksimal traveling budget cuma 3 juta. Gak cukup. Kecuali kamu mau bayar sisanya sendiri."
"Hah?"
***
"Mending kamu daftar ini aja."
"Konferensi yang dibikin fakultas sebelah?"
"Iya, cuma perlu presentasi di aula kampus."
"Tapi ini rank konferensinya di bawah banget Pak. Fisika pula, kita kan Biologi?"
"Yang penting papernya terbit dulu supaya kamu lulus."
"..."
***
"Pak Alhamdulillah papernya terbit."
"Mana?"
"Ini Pak proceeding konferensinya."
"Alhamdulillah, good job. Saya mau klaim insentif buat papernya."
"Ya Pak."
"Nanti kamu juga dapat bagian kok."
***
"Halo Pak, ini dari TU Kampus."
"Ya?"
"Mau ngabarin tentang insentif paper proceeding konferensi."
"Oh, udah cair?"
"Bukan Pak, kita mau ngabarin kalau kampus sekarang cuma ngasih insentif buat jurnal Q1, di bawah itu nggak dapet. Jadi insentif publikasi Bapak gak ada."
"Hah? Saya udah bikin banyak paper konferensi sama anak bimbingan berarti gak ada hasilnya sama sekali? Saya juga janjiin bayar mereka?"
"Maaf Pak. Memang kampus sekarang aturannya begitu."
***
"Halo Pak, ini dari TU Kampus."
"Ya? Gimana?"
"Paper-paper Bapak ditolak semua kumnya sama reviewer Dikti."
"Hah kenapa?"
"Bapak ngajuin jabfung di Biologi, tapi papernya di konferensi Fisika semua."
"Masalahnya apa?"
"Gak linier Pak."
***
"Halo Pak, ini dari TU Kampus."
"Ya? Gimana lagi? Kayanya tiap kali kamu nelpon ada kabar buruk."
"Banding Bapak ditolak sama Dikti."
"Hah? Paper-paper saya disitasi ribuan orang lo?"
"Iya Pak, katanya sitasinya kebanyakan dari Teknik sama Ilmu Komputer. Bapak ngajuin jabfungnya di Biologi."
"Lah kenapa emang? Kan bukan saya yang kontrol sitasi paper saya?"
"Gak linier Pak, emang aturannya gitu."
***
"Halo Pak, ini dari TU Kampus."
"Kabar buruk apa lagi ini?"
"Pengajuan guru besar Bapak ditolak."
"Masss, saya tuh dapet hadiah Nobel, penghargaan tertinggi ilmu pengetahuan. DITOLAK?"
"Iya Pak. Katanya nobelnya Fisika, bapak ngajuin jadi guru besar Biologi."
"..."
"Gak linier Pak, emang aturannya gitu."
Sekali-kali lah ya saya mau curhat jujur bingung kadang tuh.
Kita ini jadi dokter anak uda mati2an lah kalo yang namanya memerangi stunting. Ibu2 juga sama uda berusaha bikin gimana caranya biar anaknya mau makan, segala rupa cara dilakuin, segala macam resep trus susu macam2 merek dicoba biar anaknya itu naik BB nya biar ga stunting.
Tapi masalahnya ini ya, kadang bukan asupan makannya. Masalahnya itu anaknya bolak-balik sakit, batuk pilek. Sebulan ada kali 2x batuk pilek, mana uda naikin berat badannya setengah mati nanti begitu baru naik dikit eh kena batuk pilek. Dan masalahnya sakit batuk pilek ini sumbernya itu ga bisa dikendalikan, ga bisa kita nyetopin virus lewat2, belum lagi di rumah bapaknya, kakeknya, omnya pada ngerokok. Tetangganya ada yang bakar2 sampah, polusi udara gara2 asap kendaraan bermotor dimana2, belum lagi itu asap dari pembangkit listrik yang pake batu bara. Yah gimana ya anak kita mau sehat? Ga bisa lah dokter anak sama ibunya sendiri yang berjuang. Pusing saya kadang tuh. Kasian juga ini sama anak2 kita. Kapan lah ini Indonesia bisa bebas stunting.
Plislah bapak2, om2, kakek2 nya juga ikut bantuin. Stop ngerokok di rumah, stop ngerokok sama sekali, tetangga2 plis lah stop bakar sampah, dan pemerintah bisa ga sih do something soal polusi udara. Napa didiemin aja. Jangan bangun pembangkit listrik tenaga uap terus. Kapan kita sehatnya kalo begini terus ceritanya.
Dahlah sekian curhat saya malam ini
POV Fisika Bangunan:
Banyak Nyamuk di Rumah ❓
🦟 Nyamuk aktif di waktu fajar dan senja, nyamuk gak suka sinar matahari langsung di siang hari.
Ada Segulung Utas 🧵