@zy_zy_its_me @adri_7i @ChallsOfrivia Dalam hal menyiapkan anaknya jadi penerusnya sebagai penguasa pak Jokowi emang jauh lebih hebat dari pak Harto sekalipun, padahal pak Harto berkuasa 32 tahun
Pameran Seni Butet Kartaredjasa di Galery Nasional Jakarta yg berisi kritik, kemarahan, kekecewaan pada orang yg dia gambarkan dengan wujud patung yg diberi istilah โMilik Gendong laliโ diulas secara bernas dan cerdas oleh Mas Sukidi di Harian Kompas hari ini 16 Mei 2024.
Butet Seniman sekaligus budayawan Jogja dinilai sebagai sosok kreatif, imaginatif dan luwes sekaligus kritis. Pameran dan makna seninya diulas secara menarik oleh intelektual Muhammadiyah, Sukidi Mulyadi, aktivis muslim doktor lulusan Harvard University, Amerika Serikat.
Pameran Butet dan tulisan Sukidi menyatu menjadi sebuah pesan kritis dan keprihatinan tentang runyamnya sosok penguasa negeri ini yg digambarkan dengan sebuah patung orang kurus berdandan seperti raja, dengan dihias wajah yang dipoles, dengan hidung mancung seperti pinokio, penuh kepalsuan, kecongkakkan, tidak mau mendengar dan plin plan. Inilah gambaran representasi politik kebohongan dan berbagai bentuk pengabaian moral.
Bahasa Seni mas Butet dan tulisan mas Sukidi di Kompas ini bermakna sebagai karya dengan pesan politik intelektual yang berkualitas yang layak untuk dibaca dan diperhatikan. Pesan politik yang menyuarakan representasi kemarahan sebagian masyarakat yg berpikir, waras, peduli, berjiwa NKRI dengan berpegang pada etika dan hati nurani. Silahkan dibaca.
@geloraco Uang sertifikasi aja telat Mulu, THR Tukin sertifikasi tahun lalu aja yg dijanjikan 50% aja gak dibayar. Tahu deh yang tahun ini yang katanya 100% belum dibayar2 juga