Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Bukhari. Intinya, "Menyerahkan suatu urusan, keputusan, atau tanggung jawab kepada seseorang yang bukan ahlinya (tidak memiliki kompetensi/ilmu) adalah sebuah bentuk pengkhianatan amanah yang akan berujung pada kekacauan dan kehancuran".
Anggota DPR yang punya ijazah
SMA — 63 orang
D3 — 3 orang
S1 — 115 orang
S2 — 119 orang
S3 — 29 orang
NO IJAZAH — 211 orang
kenapa yang nggak ada ijazahnya bisa duduk di DPR, ikut bikin undang undang lagi
cc data: BPS/KPU 2024
KELUARGA SERAKAH PENGHANCUR HUTAN PAPUA
Banyak mata menyorot Haji Isam, tapi sedikit yang menyoroti salah satu pelaku utama kerusakan hutan Papua, dialah MARTIAS FANGIONO SEKELUARGA.
Beberapa Kasus pernah menimpa si serakah ini, tapi selalu lolos. Ah, kalian pasti sudah tahu alasannya... orang berduit memang punya cara.
1. Kasus Korupsi Izin Sawit & Kayu di Kaltim (2004–2007)
Total kerugian negara :Rp 1,2Triliun
2. Dugaan Penggelapan Pajak & Lahan Hutan Ilegal (2024–2025)
Total kerugian negara : Rp 1,4 triliun
3. Proyek di Papua (Sawit & Food Estate) dan Deforestasi Besar-besaran via Shadow Companies
Total kerugian negara: TAK TERHITUNG SANGKING BANYAKNYA
Dan masih banyak kasus lainnya, aku tak berani sebut, Awak akut di buru🥲
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Udah ga bisa senyum semerbak merona Pak Pur, bayangkan 1 tahun bisa ngubah seseorang secara drastis, bayangkan betapa sadisnya pemerintahan ini
berat badan purbaya turun 10 kilogram
sampe harus suntik
yang 2 disampingnya
makin gemuk aja
tetap aja sumringah
Peluk jauh untuk mereka yang sedang in a phase of trying to make peace with all the disappointment, without having to blame anyone for the pain they’re feeling. Itu memang salah satu tahap paling berat dalam life, but trust me and believe, you will get through this.
Gw juga ngak berharap Prabowo bakal 2 periode, tapi setelah gw liat2 jadi rada pesimis:
1. Pekerja & Pengusaha MBG itu bisa jadi voting block gede terutama di kabupaten
2. KopDes Merah putih & Pabrik tekstil gede2an danantara yg mau dilaunching bisa jadi lumbung suara
3. Ekspansi besar2an dgn 150 bataliyon baru, 1 kota/kabupaten 1 batalion, ini keluarga militer fix dukung dia
4. Pas Pemilu Bansos bakal ditabur lagi buat rakyat miskin, persis kayak pemilu 2024 yg bikin gerbong mulyono menang
Dan ngeliat dari survey yang dilakukan, per Q1 2026 aja kepuasan buat Bowo diatas 70% semua, padahal kondisinya Rupiah nyentuh 17rb, Kematian Afan Kurniawan karena dilindas mobil Brimob, KLB Keracunan MBG di Bandung & Garut, Sembako makin mahal karena rebutan sama SPPG dan APBN yang cekak dan dana desa dipotong dsb. Ini benar2 aneh karena masyarakat Indonesia bener2 gampang lupa, pemaaf dan permisif bgt.
Gw yakin kalo dia jogat joget lagi trus ditabur beras 10kg bisa menang lagi di 2029 dia.
3 hari yang lalu ada 16 buruh perempuan yg meregang nyawa karena kelalaian banyak pihak. Lalu di mayday ini pemerintah malah ngadain joged bareng buruh. Emang binatang gak punya hati
Lebih dari satu juta warga di kawasan Uni Eropa secara resmi mendesak agar hubungan politik dan ekonomi dengan Israel dihentikan. Tekanan ini muncul melalui sebuah petisi bertajuk “Justice for Palestina”
~RS
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
CARA NGE-HACK OTAK KAMU
1. DOPAMIN (hormon bikin happy)
* Selesain kerjaan/tugas
* Makan enak
* Rayain pencapaian kecil
* Me time / rawat diri
2 OKSITOSIN (hormon cinta & bonding)
* Main sama bayi
* Main sama hewan peliharaan
* Ngasih pujian ke orang
* Pelukan sama pasangan/keluarga
3. SEROTONIN (hormon penenang mood)
* Main & having fun
* Berjemur kena matahari
* Jogging/lari
* Gowes atau berenang
4. MELATONIN (hormon tidur nyenyak)
* Redupin lampu pas malem
* Kurangin screen time dimalam hari
* Makan sehat
* Lakuin hal-hal yang bikin tenang