matinya kepakaran dimulai dr dinormalisasinya dengerin orang2 random yg gatau kompetensi dan kapabilitasnya, cm ngikutin feeling mereka yg “bener” gimana;
padahal tradisi hukum islam sdh berjalan ribuan tahun tau yg better gimana.
semoga kita gaikut jadi ahlul feeling gini.
makanya ngaji itu jangan di twitter dot com ya adik-adik. atau modal clip 7 detik hasil sunat sana-sini. kita yang born muslim ini sebagian besar islamnya karena 'kultur' makanya tetap perlu belajar. kajian offline banyak, online apalagi. tinggal duduk, dengerin, catat, amalin.
Setelah diamati, ternyata masih banyak yang belum benar-benar memahami metode yang digunakan pemerintah, namun sudah terburu-buru berkomentar ke sana kemari.
Padahal, standar yang digunakan pemerintah adalah rukyah, sebagaimana diperintahkan secara tegas oleh Nabi Saw.
Lihat hilal tak pernah.
Cara hisab juga tak ngerti.
Tapi, nentuin kapan puasa & lebaran mendadak paling tahu.
Daripada itu, mending fokus sama yang beneran kita kuasai:
- Ngajinya udah berapa halaman
- Salatnya makin tepat waktu gak
- Sedekah jalan atau masih pelit
- Sunnahnya dikerjain gak
- 10 hari terakhir sibuk iktikaf atau cari diskonan
Lebih ada manfaat.
Hal-hal yang kita tak ngerti,
serahkan aja ke ahlinya.
Bukan mendadak si paling paham,
padahal aslinya wallahualam.
Ini alasan yg gak bener dan gak memahami bagaimana proses hukum fikih dirumuskan. Mau dirumuskan laki-laki atau perempuan, ya, sama saja. Karena metode yg dipake g ada hubungannya dengan gender. Hukum dirumuskan pake metode bukan perasaan.
tlg jangan mengkerdilkan label halal. pasti kamu bakal kaget kalau es batu juga bisa ada label halal, padahal bahannya cuma air.
titik kritisnya ada di proses, salah satunya dari filter air, banyak filter pakai karbon aktif. sumber karbon aktif beragam, salah satunya bisa dari tulang hewan, bisa juga dari tulang babi (biasanya diimpor dr China). karena itu, coffee shop yang sudah halal certified biasanya ambil es dari pemasok yang juga halal certified, karena itu juga kita gak seharusnya bawa makanan dari luar.
begitu juga berlaku di kulkas, label halal ada karena beberapa komponen industri bisa memakai turunan asam lemak pada pelumas, perekat atau bahan aditif, sertifikasi halalnya memastikan asal bahan dan prosesnya jelas.
jd intinya, label halal bukan soal bahan utamanya aja ya, tapi soal seluruh rantai proses dari hulu sampai produk dipakai
Masih ingat kasus jenazah anak SMP yang nggak sengaja ditemukan konten kreator horor saat live di lokasi sepi? Nah, sekarang detail kasusnya mulai terkuak.
Korban: Zain, siswa SMP kelas 1 (sekitar 14 tahun).
Pelaku utama: Yoga (17 tahun).
Satu pelaku lain: inisial R (16 tahun), perannya mengamankan situasi.
Ya ini adalah kisah LaGiBeTe (aku singkat begini ya, takut kena pel4nggaran). Awalnya sempat disebut motifnya karena korban memutuskan pertemanan. Tapi update terbarunya, ternyata memang ada unsur sakit hati yang dalam banget layaknya kekasih yang galau. Pelaku sangat terobsesi dan punya perasaan mendalam thd korban
Hubungan pertemanan mereka memang sudah berjalan cukup lama dan cukup dekat.
Lalu, Zain ini akhirnya cerita ke keluarganya. Entah karena merasa tidak nyaman, entah karena merasa disukai, detail itu tidak dijelaskan polisi. Intinya, Zain ingin pindah. Pihak keluarga mendukung, dan dia pindah sekolah ke Bandung.
Sejak itu, pelaku makin drop. Kalau lihat akun TikTok pelaku, repostannya penuh kata-kata galau. Kayak orang ditinggal pacar. Hampir selalu ada selipan kata “Kaka kangen Ade Zain”, “rindu Ade Zain”. Dia panggil Zain dengan sebutan “Ade”. Isinya benar-benar seperti orang kehilangan kekasih hidupnya, padahal usianya baru 17 tahun.
Karena Zain sudah memblokir semua komunikasi, pelaku tidak bisa menghubungi lagi. Dan itu bikin pelaku makin sakit hati. Akhirnya, dari Garut mereka berdua berangkat ke Bandung. Datang ke sekolah SMP baru tempat Zain belajar. Modusnya mau ngajak ngobrol. Zain dibawa ke kawasan Kampung Gajah, tempat yang sepi.
Si R (16 tahun) bertugas mengamankan sekitar lokasi. Sementara Yoga, pelaku utama, ngobrol dengan Zain. Tapi dia sudah membawa senjata tajam dari rumah. Jadi ini memang sudah pembunuhan berencana .
Saat cek-cok, diduga Zain tetap tidak mau melanjutkan komunikasi dengan pelaku. Pelaku makin emosi. Dia ambil botol kaca yang kebetulan berada di lokasi lalu memukul kepala Zain. Setelah itu dia ambil belati dan menvsvk perut Zain sampai 8 kali.
Zain ditinggalkan dalam kondisi masih hidup.
Pelaku mengambil jaket dan HP Zain lalu pergi. Pelaku sempat mengirim pesan ke keluarga Zain, seolah-olah itu Zain, mengaku dirinya diculik.
Keluarga melaporkan Zain hilang ke polisi namun tidak ada titik terang. Untungnya beberapa hari kemudian jasad Zain ditemukan secara tidak sengaja oleh konten kreator yang sedang live di lokasi tersebut. Yang jadi pertanyaan. kalau HP dibawa pelaku, memangnya HP tsb tidak bisa langsung dilacak ya?
Sekarang motifnya sudah jelas ya.. sakit hati (korban memutus semua kontak), obsesi (sampai mencetak jaket dengan inisial nama korban dan sering memakai jaket tsb kemana-mana), tidak terima ditinggalkan (sampai nekat nyamperin dari Garut ke Bandung), penyuka ses4ma (dari pengakuan dan repost-an pelaku yang terang-terangan di media sosialnua)
Yang curiga Zain juga LaGiBeTe, ya bisa saja Zain hanya orang baik. Mungkin dia selama ini cuma sering mendengarkan curhat namun pelaku sudah baper. Saat korban merasa ada yang tidak beres dia memilih cut off sampai pindah sekola, tapi pelaku tidak bisa menerima.
Ini yang ngeri.
Reminder buat orang tua bahwa yang perlu diwaspadai dan dijaga bukan cuma anak perempuan. Godaan dan pengaruh buruk bisa datang dari mana saja. Bahkan kaum kaum tertentu bisa sangat obsesif karena merasa mereka gak punya banyak pilihan, makanya sekalinya nemu target langsung kayak hopeless romantic gitu. Meskipun gak semuanya begitu yaa
Ditulis oleh Faradila Novita Anasri
#beritaviral
Kalau belum shalat Isya, maka shalat Tarawihnya dianggap tidak sah.
Kalau terlanjur bagaimana? Hukumnya shalatnya tetap sah, namun berubah status shalat tadi menjadi shalat sunnah mutlak.
Jadi, kalau telat datang jamaah, kalian shalat Isya dulu. Baru tarawih dilanjutkan sendiri.
Sumber : Yaqut al-Nafis, Fath al-Mu’in, Ghayah Talkhis al-Murad, dll.
Untuk minimalisir pelecehan, mari mulai hindari candaan berbau cabul d tongkrongan yo mas2 e.
Contone:
“Wih mbak e susune gedhe, enak wi”
Mksdku, kalo kalian trbiasa ngono, mengko jadinya mewajarkan
Coba diganti bahasan tongkrongane
“Menurutmu antartika isine apa?”
Cewe di X pada benci sama cowo sampe pengen jadi firaun buat bunuh semua anak cowo. Terus halusinasi bahwa dunia lebih baik isinya cewe semua.
Disisi lain mereka juga benci sama ibu mertua dan kaka ipar yg cewe.
Agak membingungkan.
@SobatHAPE "hati hati di jalan"? kok lu jadi nyalahin gw sih?
harusnya orang lain yang lu suruh buat ngga nabrak gw pas di jalan, lu mendukung pelaku tabrak lari kah?
cancel.
suka ngga suka, itulah x/twitter
🚨 Imagine a mother carrying a child for 9 months (pain, sacrifice, real risk)
only for the baby to be taken at birth and handed to a gay buyer who simply paid.
This isn’t progress. It’s legalized human trafficking, wrapped in Western liberal values.
https://t.co/XN428PNzq4
Gaes posisi ini di Aceh Tamiang. Muslimah disana meminta bantuan Kaos Kaki dan Ciput. Mohon bantuannya untuk sebar informasi ini. Narahubung di lokasi bisa Hub Ibu Nova beliau warlok & sudah turun ke lokasi di hari pertama. Jika butuh kontaknya DM saya