Kawan kawan jujur ini ketakutan ku ketika bangun tidur trus liat berita kalau anak gunung Krakatau erupsi...
Aku teringat kejadian 143 tahun yang lalu gunung Krakatau sempat mengguncang dunia...
Ini perbandingan kejadian gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 dan anak gunung Krakatau erupsi tahun 2026
Horrifying moment from Nepal.
People were standing on a balcony when the flash flood suddenly hit. Almost no time to escape.
Death toll is rising fast. Hundreds still missing, including many Indians.
If you know anyone who was in the area, contact these numbers immediately:
+977 985 131 6807
+977 970 910 7500
+977 981 032 6117
Please share this widely. Awareness can still help.
@MEAIndia@IndiaInNepal@ANI@ndmaindia@PMOIndia
Pesan gadis cilik ini kuatkanlah rasa takut terhadap Yang Maha Kuasa..... 🙏🏼☝🏼🙏🏼. Tak lebih dari satu menit usai orang orang tercinta, tetangga terdekat, sahabat karib meninggalkan liang lahat kita akan menerima pertanyaan itu.... 🤲😭🤲
Siapa bilang saya tidak menjawab, ?, justru saya menjawab pertanyaan anda karena santun dalam menyampaikan komentar.
Ini sekaligus sebagai klarifikasi atas ribuan akun yang langsung saya blokir karena sudah bodoh, tak berahlak pula.
Saya coba jawab ya.
Supaya anda memahami dinamika politik yg terjadi dimasa kolonial Belanda menjadi rezim penguasa di negeri ini dulu, maka akan saya berikan sedikit gambaran tentang keadaan pada rezim dimasa kini.
Sebenarnya anda tak perlu terjebak dengan fakta sejarah bahwa Habib Usman bin Yahya ditunjuk sebagai Mufti Batavia oleh Ratu Wilhelmina, mengapa..?
Anda kenal Habib Lutfi bin Yahya..?
Beliau adalah salah satu Habaib yang berada dalam lingkaran rezim saat ini. Beliau diangkat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Padahal dimasa rezim saat ini kalangan Habaib di diskreditkan sedemikian rupa seakan-akan mereka adalah ekstrem kanan yang harus diwaspadai, intoleran, radikal, anti NKRI, dstnya dstnya.
Apakah Habib Lutfi bin Yahya disebut pengkhianat oleh para habaib lainnya yang berada diluar lingkaran rezim dan kelompok oposisi pemerintah..?. TIDAK..!!.
Anda tau mengapa..?
Karena umat yang ta’dzim pada para Habaib dan Ulama itu tau dan sadar sesadar-sadarnya, bahwa keberadaan Habib Lutfi, perjuangannya, tindakan dan pikiran-pikirannya dalam lingkaran kekuasaan politik rezim telah menyelamatkan banyak hal buruk yang mungkin bisa terjadi pada bangsa dan negara ini.
Anda bisa melihat bagaimana polarisasi didesign sebegitu sistematisnya agar antara habaib dengan Nahdlatul Ulama dan organisasi-organisasi underbownya saling dibenturkan, diadu agar saling membenci satu dng lainnya.
Apa yang terjadi jika Habib Lutfi tidak berada disana…?
Tak perlu menunggu September untuk bilang bahwa kekuatan-kekuatan tanpa entitas Komunis dan Liberal akan bertepuk tangan menikmati baku hantam antar umat yang terjadi.
Mereka yang menuduh rezim ini dikuasai kelompok pro komunis sekalipun tak berani mengatakan Habib Lutfi menjadi pengkhianat karena membela kepentingan rezim, apalagi melabel sebagai pro komunis. Sekalipun beliau diberi Penghargaan, Gaji dan Jabatan dari rezim berkuasa.
Lalu mengapa untuk fenomena masa lalu dan masa kini yang nyaris serupa itu oleh pihak tertentu disikapi berbeda..?
Apakah mereka tak menyadari atau setidaknya memahami bahwa fenomena Habib Usman bin Yahya dimasa lalu lebih kurangnya mirip dengan fenomena Habib Lutfi di masa kini..?
Sebenarnya tau dan paham, namun syahwat politik kedengkian lebih mewarnai pikiran-pikiran kotor mereka terhadap kalangan Habaib.
Mereka jadikan fenomena-fenomena tersebut sebagai amunisi untuk menebar citra buruk pada habaib yang tidak kecil andilnya pada perjuangan kemerdekaan negeri ini.
Pada setiap masa, akan ada saja pandangan dan ijtihad dari kalangan ulama atau habaib yang membuat penguasa tersenyum karena merasa diuntungkan, namun bukan karena ijtihad mereka dibeli.
Habib Jindan bin Novel bin Jindan dalam sebuah ceramahnya pernah mengatakan, “Dakwah dengan cara menebar caci maki bukankah dakwah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW”.
Hal yang sama juga terjadi kala Al-Habib Ali Aljufri menyampaikan fatwa bolehnya mengucapkan “Selamat Natal”.
Apa yang disampaikan keduanya tentu saja membuat kelompok Pro Liberal tersenyum gembira dan para pengasong radikal-radikul berjingkrakan.
Apakah kedua Habaib tersebut “dibeli” oleh penguasa ? Tidak.
Walaupun pendapat keduanya mungkin saja berbeda dengan pendapat jumhur ulama atau mayoritas habaib lainnya.
Pada dasarnya, propaganda kedengkian dan kebencian harus dilawan dengan kontra narasi yang mencerdaskan dan membuka wacana berpikir umat, karena jika umat yang sadar diam, maka kesesatan berpikir akan ditelan bulat-bulat oleh umat yg lengah dan dianggap sebagai sebuah kebenaran yang pantas diterima.
Retweet jika anda setuju!.
@cania_citta Sesat bener ini bacaan internetnya. Emangnya gampang angkat ginjal utk donor? Zzz.. 🥲 Paling gak residen bedah urologi tahun ke-4 baru bisa angkat ginjal scr mandiri.
Lembaga Riset UI Sebut Anies Paling Populer di Jagat Maya. Hasil kajian dari lembaga survei, Forum Diskusi Salemba (FDS) Universitas Indonesia Research and Consulting, menunjukkan per September 2022 ada 478.942 penyebutan Anies di ruang siber. https://t.co/QuFK5K4gMq
@OkaSaptono2@patualanggaAsse Setuju.
Pemilu tidak hanya sebatas kalangan civitas akademika, tapi seluruh masyarakat yg ber KTP RI,
oleh karenanya, beliau harus lebih dikenalkan lagi secara menyeluruh menjangkau semuanya.