sebenarnya menolak apa yg kubaca barusan. Hanya saja shock aja. Menyesal udah baca karena 2 kepribadian ganda orang lain. Didepan dan dibelakang omongan org tsb berbeda.
Pengalaman ini mjd pembelajaran yg tidak pernah terlupakan, masih menyisakan rasa sakit hati & kekecewaan yg sgt besar.
Kuat² mental & sehat² badan.
Kalau ingin bahagia, berhenti mjd people pleaser, berhrp ekspetasi tinggi dari orang lain dan cukup realistis saja.
ekspetasi tinggi sama circle saat kesulitan dalam pekerjaan akan dibantu ternyata itu mutlak tidak mungkin.
Dan pada akhirnya muncul kekecewaan yg besar serta ketidaknyamanan & sadar bhw ruang pertemanan tsb hanya berisi hal² yg happy mengisi kesepian dan stress saat pekerjaan.
Lah, dalam hati knp aku yg ditegur pdhl aku sudah berusaha maksimal rela pulang sampai malam spy pekerjaan ini cepat selesai. Tetapi tak ada seorang pun yg bertanya, "apa yg bisa dibantu", "sudah sampai mana, sisanya supaya dieksekusi bareng²", "bagaimana kita rapat tim lg".
jujurly, kecewa banget kan ya.
ditanya kenapa diam seharian, cuma bisa jawab , saya orangnya pendiem ga banyak ngomong. Mereka sadar sih saya bukan orang diam tiba².
Untuk menjaga kenyamanan, selalu bilang skip kedepannya dan ngomong seperlunya aja deh.
masih berbekas.
Spontan ada nyeletuk "loh mba ga lembur ya? x bilang mba lembur." padahal saya dtg barengan dgn x & ga ada bilang saya lembur samsek.
Karna saya ga asyik anaknya, kehadiran saya juga ga berpengaruh signifikan kan ya, mending setiap ngumpul saya bilang skip. 😁