kau ingat perkenalan
dengan jakarta
carut sesak penumpang
bis kota
remang warung belakang
plaza
dompet tebal wanita
½ baya
sungguh kau sasaran bahaya
sebelum diri terbiar dimangsa fatwa.
@SelarikSyair#jumatpuisi
setelah kesuciannya terbuka, ia memasuki kematian pertamanya.
maut datang merayu, menyaru ular
membisikkan surga
"tak ada dosa pada cinta"
ia tertipu
lalu dusta jatuh di
ganjil genap kancing baju
"hidup"
"mati"
"hidup"
"mati"
mulailah ia mengundi.
#TemaSS
~ @edisuliswanto
bangku kedai bersikeras menahan mimpi membui letih
detik berdetak dalam cemas
prediksi
di mana bermula percik api
di diam tinggal diri mendengar
generator terbakar
dia bilang, tanyakan pada dirimu apa yg sudah kau berikan utk negara.
knp dia ga tanyakan pada dirinya sendiri apa saja yg sudah dirampas dari negara ini.
wes tuek ra matek-matek.
lidah sejarah sungguh rentan dipelintir zaman
kebenarannya menjadi terbatas yang diserukan
buku pelajaran sekolah-sekolah
salinan pernyataan pemenang di atas gumam kekalahan
berilah waktu dan perhatian, sejarah ialah kapan.
Puisi Edi Suliswanto:
https://t.co/3EpQfUePPP