Izin membahas statement dr. Gia berdasarkan jurnal ilmiah ya!
𝗔𝗻𝘅𝗶𝗲𝘁𝘆 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗸𝗲𝗰𝗲𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻 adalah kondisi yang berasosiasi dengan pemikiran berulang negatif mengenai masa depan, yang sulit dikendalikan. Nah pemikirannya itu mengenai ancaman atau hasil-hasil yang tidak pasti di masa depan.
Pemikiran negatif berulang mengenai masa depan tersebut berasosiasi dengan generalized anxiety disorder dan panic attack.
𝗗𝗲𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶 itu berasosiasi dengan pemikiran berulang mengenai masa lalu, yang mencakup makna serta implikasi dari suatu peristiwa yang telah terjadi. Kondisi tersebut juga berupa pemikiran repetitif negatif yang sulit dikendalikan.
𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴!
Fokus pada masa lalu atau masa depan tersebut BUKANLAH suatu penyebab tunggal dari ansietas atau depresi.
Ansietas dan depresi sifatnya multifaktorial atau dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik hingga riwayat trauma sebelumnya.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-The relationship between worry, rumination, and comorbidity: Evidence for repetitive negative thinking as a transdiagnostic construct
-A Meta-Analysis of the Relationship Between Worry and Rumination
Progresif bukan berarti tidak normal. Allah menciptakan sesuatu di dunia itu berpasangan. Ada lapar ada kenyang. Ada malam ada siang. Ada terang ada gelap. Ada laki ada wanita. Ada Mr P ada Mrs V.
Tinggal ikuti yang normal saja sulit. Kalau gak bisa ikuti cara hidup normal. Just keep Silent. Tdk usah paksa orang normal untuk menghormati pilihan yg tidak normal. Pindah saja ke Israel. Surganya kaum kalian.
Dec tentang fans Arsenal:
“Generasi penggemar Arsenal ini telah melalui banyak momen sulit dan pasang surut, terutama mereka yang telah berada di sini sejak awal. Saya senang bahwa kita telah mencapai ini untuk klub, dan untuk kelompok pemain ini, pelatih kita, dan para—