Tsunami Nepotisme..
Praktik bagi-bagi jabatan dan nepotisme di Indonesia masih menjadi tantangan birokrasi yang mengakar.
Hal ini mengaburkan batas antara kompetensi dan kedekatan, di mana posisi strategis sering diberikan kepada kerabat atau kroni tanpa melihat kapabilitas objektif
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
Komisaris BUMN itu bukan PEKERJAAN BERCANDA
Gajinya saja RATUSAN JUTA, ngga bercanda kan??
Yang bercanda adalah REZIM PRA-GIB yang MENUNJUK KOMISARIS DGN KEMAMPUAN DI BAWAH STANDAR BERBEKAL BUKAN KEMAMPUAN TAPI RELAWAN
BERCANDANYA KEBANGETAN ✅️
WAJAR KALAU RAKYAT MARAH 😡‼️
Lulusan Harvard dan Stanford university nggak laku di negara ini
yang ada jadi bawahan mereka ini
tips sukses di indo:
- cukup jadi penjilat presiden
- jadi tim sukses waktu pilpres
- kalo bisa ada adegan nangis poin +
Rakyat jelata apply kerja di BUMN:
Syaratnya gila:
• Minimal S1 lulusan PTN ternama
• IPK 3.5
• Pengalaman kerja 5 tahun
• Fasih 3 bahasa asing
• Umur maksimal 25 tahun
• Harus menguasai elemen bumi, air, api, udara
• Bisa mengalahkan Raja Api Ozai
Gaji? UMR!!!
Sementara jalur “orang dalam” tingkat dewa: Gak lulus S1 pun langsung dapat kursi komisaris + gaji puluhan juta + fasilitas.
Terus heran BUMN rugi triliunan tiap tahun?
Uang pajak rakyat dipakai buat gaji orang-orang yang bahkan gak perlu ngelamar.
Sistemnya emang sengaja dibikin begini.
Kalian masih percaya BUMN bisa diperbaiki dari dalam?
Menurut sebuah studi Universitas Stanford, sejak Mohamed Salah bergabung dengan Liverpool, kejahatan kebencian di daerah tersebut menurun sebesar 19% dan komentar anti-Muslim secara online telah turun sebesar 50%. 😇
Masya Allah. 🙏