#intinyadeh viral video penangkapan jurnalis Royman M. Hamid oleh Polresta Morowali bersenjata lengkap.
Terlihat Royman minta dokumentasiin surat penangkapannya, Kasatreskrim gak kasih, lalu Royman dipiting, diseret.
Royman biasa lakukan jurnalisme advokasi ttg konflik agraria.
Dalam pleidoi yang dibacakan Senin (5/1), Laras Faizati, terdakwa kasus penghasutan pembakaran Gedung Mabes Polri, mengaku sering dibentak dan diperlakukan kasar oleh petugas penjara.
Pernah pula diberi obat kedaluwarsa oleh petugas di tahanan saat sedang sakit.
“Ketika saya sakit, saya dikasih obat yang sudah basi, dan akses untuk mendapatkan pertolongan kesehatan dan obat begitu sulit,” ungkap Laras.
Laras juga mengaku pernah diperlakukan tidak layak oleh penyidik saat ia menangis setelah mendengar kabar ibunya sakit.
“Dan ketika saya menangis mendengar kabar bunda saya waktu itu sakit, polisi-polisi penyidik malah menyalahkan saya dan meledek saya tanpa empati dengan kalimat, 'Lah lagian salah siapa? Salah siapa lo di sini? Salah siapa lagian lo di sini? Sakit kan tuh nyokap lo. Rasain,'” kata Laras.
“Saya menulis nota pembelaan ini dari balik jeruji besi, di atas matras keras dan dingin, di dalam ruangan sempit berisikan 15 orang, di mana kami harus bersikut-sikutan jauh dari kata nyaman,” ungkap Laras.
Laras sakit di dalam tahanan, dikasih obat EXPIRED A.K.A KADALUWARSA sama polisi.
CATAT DALAM BUKU HARIAN KALIAN. JANGAN PERNAH LUPAKAN. NEGARA PERNAH BERBUAT LANCANG DAN TIDAK MANUSIAWI PADA PEREMPUAN.
Di negeri ini, bukan para perusak, melainkan pembela lingkungan yang dikriminalisasi.
Setelah penangkapan Dera dan Munif, pemeriksaan terhadap Gunretno, kini giliran Pak Fendy—Kepala Adat Dayak Kualan yang jadi korban kriminalisasi aparat.
Dear Malaysian citizens & governments,
Please, talk shit about 🇮🇩government.
As unhinged as you can.
Because we know that they’d be care too much about the voices of the “antek antek asing” rather than their own people.
The floor is yours, kita rakyat indo tidak akan marah.
@tanyakanrl Gausah terlalu sering angkat berita2 sensasi gini. Baru banget baca berita, Pers yg ngeliput kondisi Sumatera terkini dirampas hasil liputannya dan dipaksa hapus permanen gaboleh tayang. Bantuan diaspora dikirim ke Indo utk Sumatera tapi dikenain pajak gede. Angkat isu ini aja.
“Saya adalah seorang rakyat dan perempuan yang melihat (dan merasakan) ketidakadilan.”
“Bukankah kritik saya seharusnya menjadi refleksi yang digunakan untuk perbaikan sistem bukan malah untuk memenjarakan (kriminalisasi)?”
Begitulah tanya Laras yang terucap saat momentum akhir ahli menyampaikan keterangannya, di ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (8/12).
Laras bersama para kuasa hukumnya sejak pukul 10.00 WIB hingga lebih dari pukul 15.00 WIB, hadir di PN Jaksel bersama para saksi dan ahli. Saksi berasal dari koordinator aksi pada 29 Agustus 2025 dan ahli kebebasan berekspresi dari Rocky Gerung.
#BebaskanKawanKami
📸📹Jurnalis https://t.co/7M6NyBtoFY, Nurul Nur Azizah, melaporkan dari lokasi.
KABAR BURUK BAGI KEADILAN HUKUM:
Sidang putusan praperadilan keempat kawan kita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, DITOLAK SELURUHNYA.
Solidaritas kita dalam mendorong pembebasan kawan tapol belum berakhir! Terus bersuara, jangan diam! Karena makin ditekan, makin melawan!
Laras Faizati, salah satu perempuan kritis yang dikriminalisasi pasca demonstrasi Agustus 2025, menulis surat ini untuk kita semua.
Mereka bukan penjahat. Mereka warga yang bersuara karena peduli.
Hidup perempuan yang melawan!
#BebaskanKawanKami
Cara membantu 1 kawan yang dikriminalisasi bisa lewat pengacara terbaik.
Tapi cara terbaik membantu 959 kawan yang jadi tahanan politik adalah dengan menghancurkan rezimnya.
50 Kali Gempa Susulan Guncang Nabire Papua Tengah
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan hasil analisis BMKG, gempa tersebut dipicu adanya aktivitas sesar anjak Weyland. BNPB menyampaikan tidak ada laporan korban usai gempa kuat tersebut.
#detikcom
Waktu kami menjenguk Delpedro, kemudian pindah ke tahanan lainnya, Syahdan dkk. Sayangnya kami tdk diizinkan untuk ketemu Syahdan. Ayah Syahdan jg sangat kecewa tdk diizinkan menjenguk anaknya. Salah seorang kawannya bilang: di dlm penjara Syahdan terus meneriakkan perlawanan.