Sialan emang rezim ini.. bensin antri pajang banget, listrik sering mati, saat ini pun listrik masih mati, harga bahan pokok naik.. beli gorengan sampe naik😀
presiden terburuk dalam sejarah
presiden paling gak punya adab.
presiden paling maniac pakai buzzer
presiden paling kotor cara berpolitiknya.
hidup serba kalahan.
dari angkatan bersenjata dipecat.
rumah tangga berantakan.
pilpres 4x kalah terus.
jadi presiden dibenci rakyat karena ulah sendiri.
sekarang main presiden presidenan biar bisa pidato padahal isinya gak mutu.
hidup dikelilingi penjilat. figuratively & literally.
dasar tua bangka sakit jiwa.
Guys, ada satu wawancara budayawan senior yang menurut gue paling jujur soal apa yang sebenarnya terjadi di lingkaran kekuasaan sekarang.
Dan ini bukan dari orang sembarangan ini Eros Jarot, yang sudah kenal Prabowo sejak masih jadi perwira, dan ngomongnya bukan dengan kebencian tapi justru sebagai sahabat lama.
Intinya satu: Prabowo sedang dininabobokan.
Dan 100 lebih menteri serta wakil menteri di sekelilingnya tidak ada satupun yang berani jujur kasih masukan ketika ada blunder.
Yang pertama harus dipahami:
kata Eros, kebenaran, kebenaran itu sendiri, dan pembenaran tiga hal yang seharusnya berdiri di tiga lembaga berbeda sesuai ajaran Montesquieu sekarang sudah berada di satu level dan dikooptasi oleh satu kekuatan yang sama.
DPR yang seharusnya merumuskan kebenaran dari aspirasi rakyat sekarang yang menentukan "kata benar" cuma eksekutif.
Yudikatif yang seharusnya melakukan pembenaran atas nama konstitusi malah ada lembaga tambahan bernama buzzer yang tugasnya memperkuat pembenaran apapun yang sudah diputuskan pemerintah.
Begitu tiga hal ini sudah satu level dan dikooptasi kekuasaan ini bukan lagi negara hukum.
Ini negara kekuasaan.
Dan ini yang paling penting soal demo mahasiswa:
Eros dengan tegas bilang dia bersimpati dan mendukung gerakan mahasiswa.
Bukan karena ditunggangi asing seperti yang sering dituduhkan.
Tapi dia juga kasih peringatan keras ke Prabowo:
"Dia ngusir para mahasiswa demo itu bukan dengan menurunkan ribuan dan ratusan ribu tentara dan polisi. Enggak akan mereka enggak akan surut. Mereka akan bertambah besar."
Caranya bukan represi.
Kalau mau mahasiswa berhenti turun ke jalan benahi kabinetnya.
Benahi cara bicara sebagai presiden supaya tidak gampang mengeluarkan janji yang tidak bisa dipegang.
Dan inilah inti masalahnya:
ada Super Menko di dalam kabinet.
Orang paling dekat dengan Prabowo yang bisa di-reach langsung lewat satu pintu sementara menteri lain dan bahkan duta besar harus lewat dia dulu.
Eros mempertanyakan ini dengan jujur:
levelnya menteri apa?
Kapasitasnya apa?
Bandingkan dengan era Soeharto yang meskipun banyak kesalahannya, tapi dalam memilih pembantu ada proses seleksi yang berat.
Sekarang?
Orang dengan pangkat menengah tiba-tiba jadi menteri tanpa jenjang yang jelas.
Bahkan ada yang baru menjabat beberapa bulan langsung dapat Bintang Mahaputra.
"Ini kan satu pertanyaan.
Bintang Mahaputra itu yang dicetak diren atau apa sudah serdadu sekarang?"
Dan ini bagian yang paling menohok soal pola yang berulang: setiap kali Prabowo bikin blunder entah soal dolar, rupiah, saham, atau kebijakan yang merugikan rakyat selalu dibela habis-habisan oleh menterinya sendiri. Bukan dikoreksi. Dibela.
"Katanya bensin enggak naik-naik.
Kalau enggak naik jangan terlalu cepat-cepat bilang enggak naik dong.
Lihat menteri-menteri Anda."
Para menteri yang seharusnya berani bilang "Pak, ini salah, harus dikoreksi" malah dengan mudahnya bicara "nanti rupiah akan menguat" padahal tidak terjadi.
Dan ketika itu tidak terjadi yang jadi sasaran tetap kepala. Bukan menterinya.
Kasus Dadan dan BGN jadi contoh paling nyata. Seorang profesor, intelektual, yang harusnya punya integritas moral lebih baik justru terbukti korupsi besar-besaran.
Tapi Eros melihat ini lebih dalam dari sekadar karakter satu orang:
"Dia nyemplung ke laut, ya pasti basah.
Tapi begitu laut besar penuh tantangan dicemplungin tanpa persiapan seharusnya bikin dermaga-dermaga dulu, pilot project dulu, baru perlahan diperbesar."
Yang terjadi malah sebaliknya dari nol langsung digelontorkan ribuan dapur SPPG sekaligus, tanpa infrastruktur yang matang, tanpa pengawasan yang ketat. Dan ketika hasilnya berantakan yang disalahkan cuma satu kepala BGN, sementara desain sistem yang cacat dari awal tidak pernah benar-benar diperbaiki.
Dan ini analisis paling tajam dari Eros:
dia menduga ini bukan kebetulan.
Mungkin memang ada yang sengaja tidak menerjemahkan niat baik Prabowo dengan benar supaya semua kebusukan jatuh ke tangan dia, padahal sistemnya sendiri sudah bobrok dari sebelumnya.
"Tonggak-tonggaknya memang sudah didesain bahwa itu akan runtuh.
Cuma karena orang baik ini saking baiknya sampai tidak melihat itu dan memang sengaja ditutup matanya."
Orang-orang baik di sekitar Prabowo termasuk yang disebut Eros sebagai kenalan dekatnya justru lebih mudah dimanfaatkan karena terlalu baik dan tidak punya pikiran buruk.
Dan itu yang membuat tikus-tikus di sekitarnya bisa menggerogoti tanpa terdeteksi.
Soal geopolitik dan ketergantungan asing juga disinggung tajam. Eros membandingkan: Prabowo sering menuduh demo mahasiswa ditunggangi asing.
Tapi bagaimana dengan kebijakan investasi asing yang membuka pintu dapur, lalu pintu tengah, lalu pintu depan, sampai semua jendela dan atap dibuka untuk modal asing?
"Negara kita dijadikan negara subordinat dari negara lain. Ini bukan lebih ngeri daripada orang per orang? Kalau orang per orang bisa kita tangkap. Kalau negara gimana?"
Dan soal reformasi 98 Eros yang waktu itu ada di lingkaran dekat sendiri mengakui dengan jujur: reformasi waktu itu cuma pergantian, bukan perubahan. Pijakan dasarnya tidak pernah benar-benar diubah.
Itulah kenapa pola yang sama terus berulang sampai sekarang ganti orang, tapi sistem yang busuk di bawahnya tetap sama.
Eros tidak sedang menyerang Prabowo secara personal. Dia justru bilang niatnya bagus, masih kenal dia sebagai sosok yang ingin baik.
Tapi niat baik saja tidak cukup kalau orang-orang di sekelilingnya para menteri, super menko, sampai aparat penegak hukum tidak berani jujur mengkritik, dan malah terus membela setiap blunder yang terjadi.
Dan kalau pola "dininabobokan" ini terus berlanjut di mana tidak ada satupun dari ratusan menteri dan wakil menteri yang berani kasih masukan jujur,
sementara aparat keamanan terus dipakai untuk membungkam suara kritik bukan mendengarkannya maka demo mahasiswa bukan akan surut. Justru akan terus bertambah besar.
Karena yang membuat rakyat marah bukan mahasiswanya yang turun ke jalan. Yang membuat rakyat marah adalah cara kekuasaan ini dikelola.
YAA ALLAH BAPAK 💙🥲 SEMOGA ALLAH SWT MEMBALAS KEBAIKANNYA 🙏🏻
DI TENGAH KESULITAN YANG DIRASAKAN RAKYAT, SEORANG BAPAK PENJUAL SATE GRATISKAN DAGANGANNYA
Di saat banyak masyarakat sedang berjuang menghadapi tekanan ekonomi, sebuah kisah sederhana namun penuh makna datang dari seorang bapak penjual sate.
Tanpa banyak sorotan, ia memilih membagikan dagangannya secara gratis kepada warga yang membutuhkan. Bagi sebagian orang, beberapa tusuk sate mungkin terlihat biasa. Namun bagi mereka yang sedang kesulitan, itu bisa menjadi pengganjal lapar dan penguat harapan.
Aksi kecil ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari mereka yang berlebih. Justru di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang memilih berbagi dengan sesama.
Di saat banyak yang sibuk memikirkan diri sendiri, sang penjual sate menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Karena terkadang, yang paling mengerti rasa lapar adalah mereka yang pernah merasakannya.
1 suro
Guys, ada satu pelanggaran prinsip dasar reformasi yang sedang terjadi lagi sekarang dan banyak orang tidak sadar betapa seriusnya ini.
Salah satu agenda paling fundamental dari reformasi 1998 adalah membatasi keterlibatan TNI dalam urusan sipil dan keamanan dalam negeri.
TNI itu alat pertahanan negara dari ancaman luar bukan alat untuk mengurus rakyatnya sendiri yang berdemo.
Sejak reformasi, prinsipnya jelas:
yang mengurus ketertiban dan keamanan dalam negeri itu Polri.
TNI baru boleh dilibatkan dalam konteks pertahanan menghadapi ancaman perang, darurat militer, atau situasi yang benar-benar mengancam kedaulatan negara.
Itu pun harus lewat keputusan politik resmi, bukan sekadar permintaan internal.
Memang ada pengecualian yang sudah berjalan lama TNI dikirim ke Papua dan Poso untuk menghadapi kelompok kriminal bersenjata, dan dilibatkan dalam penindakan terorisme lewat aturan khusus.
Tapi itu konteksnya jelas:
ancaman bersenjata yang memang di luar kapasitas penegakan hukum sipil biasa.
Mengawal demonstrasi mahasiswa yang menyampaikan pendapat itu beda cerita sama sekali.
Dan ini yang baru saja terjadi: 12 Juni 2026, TNI dan bahkan Komponen Cadangan dari unsur ASN dikerahkan untuk mengawal demonstrasi mahasiswa bertajuk "Indonesia Bangkrut" di Jakarta.
Bivitri Susanti pengajar hukum tata negara menyebut ini sebagai contoh konkret menguatnya militerisasi di ruang sipil.
Dan argumennya sangat kuat secara konstitusional: Komcad itu dibentuk untuk pertahanan negara dalam menghadapi ancaman perang, bukan untuk mengurus dinamika dalam negeri yang sebenarnya masih bisa ditangani aparat sipil biasa.
"Yang dihadapi kemarin bukan musuh negara.
Jadi menurut saya itu problematis secara konstitusional."
Bahkan menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 soal Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan mobilisasi militer semacam itu cuma boleh dilakukan presiden dalam keadaan darurat militer atau keadaan perang, dan itu pun harus dengan persetujuan DPR.
Mahasiswa yang demo itu bukan musuh negara.
Mereka warga negara yang menyampaikan pendapat hak yang dijamin konstitusi.
Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan gabungan dari Kontras, Imparsial, YLBHI, Amnesty International Indonesia, dan organisasi lain — menyebut langkah ini keliru, tidak sesuai prinsip demokrasi, dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum.
Mereka menegaskan: penanganan unjuk rasa itu ranah aparat keamanan sipil, terutama Polri. Bukan tentara.
Dan respons pemerintah?
Justru terkesan menormalisasi.
Kepala Pusat Penerangan TNI bilang ini cuma "perbantuan kepada Polri" sesuai mekanisme yang berlaku. Menteri HAM bahkan bilang ini sudah sesuai aturan.
Tapi koalisi masyarakat sipil melihat ini sebagai pola yang berbahaya bukan soal mekanisme administratif, tapi soal prinsip dasar yang dibangun susah payah pasca-1998: jangan biarkan militer kembali jadi alat untuk menghadapi rakyatnya sendiri.
Kenapa ini penting banget untuk diingat?
Karena sejarah Indonesia sudah pernah membuktikan apa yang terjadi kalau militer dilibatkan terlalu jauh dalam mengurus urusan sipil dan politik dalam negeri.
Era sebelum reformasi militer punya peran ganda yang sangat luas lewat konsep dwifungsi ABRI.
Hasilnya: kebebasan sipil tergerus, kontrol terhadap kekuasaan jadi minim, dan represi terhadap kritik jadi alat yang sangat mudah dipakai.
Itulah kenapa salah satu tuntutan paling mendasar reformasi adalah:
TNI kembali ke barak, fokus ke pertahanan, dan urusan dalam negeri dikembalikan ke jalur sipil.
Ketika sekarang TNI dan bahkan Komcad mulai dikerahkan untuk mengawal demonstrasi mahasiswa itu bukan sekadar isu teknis soal siapa yang jaga di lapangan.
Itu sinyal bahwa batas yang dibangun susah payah pasca-1998 mulai dilangkahi lagi, pelan-pelan, dengan bungkus "perbantuan" dan "koordinasi".
kalau hari ini alasannya "cuma membantu Polri", dan besok alasannya "situasi makin tidak terkendali", dan minggu depan alasannya "demi stabilitas nasional" pertanyaannya adalah: di titik mana kita akan sadar bahwa batas yang harusnya dijaga itu sudah lama dilewati?
Karena begitu masyarakat sudah terbiasa melihat tentara berdiri berhadapan dengan mahasiswa yang berdemo
dan menganggap itu hal biasa itulah persis momen ketika salah satu pencapaian paling penting dari reformasi 1998 mulai terkikis tanpa ada yang benar-benar protes keras.
@GunRomli Klo bisa next presiden jgn dari jawa.. selama ini terbukti orang jawa telah gagal memimpin Republik ini.. klo bisa orang dari Sumatera, Sulawesi atau Kalimantan yg satu rumpun dgn Malaysia biar Indonesia bisa maju
Harga BBM Malaysia Bongkar Manipulasi Seskab Teddy
Seskab Teddy bilang harga Pertamax di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dgn negara lain. Dia bandingkan dgn Thailand, Filipina, Singapura tapi mengapa Teddy tidak menyebut dan tidak membandingkan dengan Malaysia?
Pemerintah Klaim Melawan Kebocoran Anggaran, Katanya Sampai Hemat 300 Triliun, tapi Enggak Ngasi Bukti, Cuma Klaim Kosong Melompong.
Terus enggak malu minta mahasiswa dukung berdasarkan klaim kosong di atas.
Sementara terjadi korupsi TSM di BGN/MBG, Pemborosan di KDMP, ini sih bukan melawan kebocoran anggaran tapi menjebol anggaran negara
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, bersama Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Malang, Rimza, menyampaikan desakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih di Kota Malang dihentikan. Hal ini disampaikan saat menerima aspirasi mahasiswa Universitas Brawijaya yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin (15/6). 🎥Ahh
Ribuan mahasiswa dan elemen sipil yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI) menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
Dalam aksi ini, mereka membawa 20 tuntutan kepada pemerintah yang dibagi menjadi 11 tuntutan mendesak dan 9 tuntutan umum, mulai dari isu harga kebutuhan pokok, PHK, pendidikan, hingga transparansi Danantara dan kebijakan pertahanan.
Massa bergerak menuju Bundaran HI setelah berkumpul di satu titik sebelum melakukan long march.
Untuk mengamankan jalannya aksi, polisi mengerahkan 5.955 personel gabungan dan mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Baca di: https://t.co/YbTisqvfBk
< #Demo #Mahasiswa #BundaranHI #infografik
Sri Sultan mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib, tidak merugikan masyarakat, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan bersama.
Demo hari ini diseluruh Indonesia minim video, karena sinyal di area demo mati, cctv juga mati, yang ini di kota lubuklinggau tampak ricuh, TAMPAK ada gas air mata.. gaez !
kalau kamu tidak bisa ikut berdiri bersama pendemo, minimal jangan diolok-olok, jangan mengeluh jalanan kena imbas macet, jangan pernah bilang demo gajelas dll.
THR, upah minimum mu, hak lembur yang kamu dapat, cuti hamil dan melahirkan, hingga reformasi 1998 itu hasil perjuangan orang-orang yang berani bersuara turun ke jalan.