Three months on, Indonesia's child social media law faces serious challenges. I highligted the issues on the risks around privacy and government coordination for ABC News Australia. Read the full article here https://t.co/FpSPWO2hyU
🚨 MEHDI: You’re not a professor.
JIANG: People call me that.
MEHDI: Your channel says it.
JIANG: Someone calls himself The God online.
MEHDI: No one believes he’s God. But people believe you’re a professor.
THAT’S WHERE MEHDI HASAN STANDS OUT.
Tinggal Meninggal (2025)
Tokoh Gema dalam Tinggal Meninggal mencerminkan pengalaman seorang neurodivergent yang mungkin kesulitan memahami norma sosial atau merasa tidak cocok dengan lingkungan sekitar.
Interaksi Gema yang sering berbicara sendiri dengan versi anak kecil dirinya, bisa dipahami sebagai manifestasi dari cara berpikirnya yang berbeda. Ia menunjukkan cara neurodivergent dalam memproses emosi dan pengalaman.
Gema kesulitan untuk sepenuhnya "terhubung" dengan dunia luar, sehingga ia beralih ke dialog internal, yang itu dianggap "aneh" atau tidak umum bagi orang lain.
Solidaritas publik untuk Andrie Yunus sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap kebenaran.
Jika anda berada di sekitar Jalan Talang pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 dan memiliki foto, video, rekaman dashcam, atau CCTV yang mungkin merekam situasi di sekitar lokasi kejadian, dokumentasi Anda bisa menjadi potongan penting untuk mengungkap pelaku.
Silakan kirimkan dokumentasi melalui email: [email protected] atau melalui DM Instagram KontraS.
Identitas Anda akan dijaga kerahasiaannya.
Pada malam itu, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.
Serangan ini bukan hanya melukai satu orang, tetapi juga mengancam rasa aman kita bersama. Karena itu, setiap dokumentasi dari publik bisa membantu membuka jalan menuju keadilan.
Mari bantu ungkap kebenaran. #KeadilanUntukAndrieYunus #StopKekerasan
INDONESIA: We strongly condemn the acid attack against Indonesian HRD Andrie Yunus, Deputy Coordinator of @KontraS , on 13 March 2026 in Jakarta. This attack is not only against an individual, but a threat to Indonesia’s civil society and those who speak out against injustice.
#Indonesia: Deeply concerned by horrific acid attack on Andrie Yunus, the Deputy External Affairs Coordinator of the Commission for Missing Persons and Victims of Violence (@KontraS). Those responsible for this cowardly act of violence must be held to account. HRDs must be protected in their vital work & able to raise without fear issues of public concern. - @volker_turk
Join us on 26 March to discuss the new Indonesian Criminal Code and related topics on the decolonization of law, legal pluralism, and human rights. Scan the QR code or register for the webinar on: https://t.co/tZGpXMpNL2
Terlalu hingar bingar di sosmed pada sebut nominal gaji sekian cukup buat nikah ga, gaji sekian cukup ga survived di Jakarta..
Kta gue mah jangan liat standar sosmed deh, liat komen yg di pin inih adem bgt🥹🫶
Selamat #Harpiscitcitnas 2025! 🎉
Pada 25 Februari 1951, ayah Nobita berpisah dengan cita-citanya dan menjadi pegawai biasa. Semakin tua pembaca akan semakin bersimpati kepada beliau.
Percaya gak sih, semakin kamu sering menceritakan tujuanmu ke banyak orang, semakin kecil kemungkinan kamu benar-benar melakukannya.
Kenapa?
Karena setiap kali kamu membicarakan rencana besar seperti mau diet, mau bisnis, mau jadi sukses, mau rajin belajar, otakmu menerima respons sosial.
Orang bilang, “Wah keren!”
“Semangat ya!”
“Kamu pasti bisa!”
Dan tanpa sadar, otakmu sudah mendapat rasa pencapaian kecil. Secara psikologis, pengakuan sosial itu memicu rasa puas. Seolah-olah sebagian tujuan itu sudah tercapai.
Padahal kamu belum mulai apa-apa.
Inilah kenapa beberapa orang yang benar-benar berhasil justru cenderung diam.
Mereka bekerja dalam sunyi, bukan sibuk mengumumkan. Karena tindakan memberi kepuasan yang nyata bukan hanya validasi semata.
Coba ingat-ingat lagi deh, berapa banyak rencana yang dulu kamu ceritakan dengan semangat… tapi akhirnya berhenti di tengah jalan? Soalnya aku sering merasa gitu, even hal kecil kaya “besok mau olahraga”
In this piece, co-written with Ika Idris for @AIIANational, we discuss how the upcoming plan of the Disinformation Bill in Indonesia, could prioritize control over transparency, platform accountability, and democratic resilience https://t.co/QbWKjkULY8