MY CHEMICAL ROMANCE | SUN, 3 MAY 2026
General on-sale: 9 July 2025 at 1:00 PM (GMT+7 / Jakarta Time), exclusively at https://t.co/6dc9O9gyVO.
All official updates and event information will be shared via Hammersonic’s official social media channels and https://t.co/6dc9O9gyVO.
PDI Perjuangan Taati Keputusan Mahkamah Konstitusi. Sebab, setiap keputusan yang diambil MK bersifat final dan mengikat.
Fraksi PDI Perjuangan DPR RI memastikan akan melayangkan nota penolakan terhadap keputusan Badan Legislasi (Baleg) mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada. Pasalnya, Baleg tak menaati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam membahas UU tersebut.
#PDIPerjuangan
#MenangkanRakyat
#SatyamEvaJayate
#KebenaranPastiMenang
#SolidBergerak
#KawalPutusanMK
Kalau 01 atau 03 menang,
Demokrasi pasti tetap berjalan,
2029 masing2 bisa berkompetisi kembali
Bahkan mungkin muncul sosok hebat yg lain
Tapi kalau 02 menang,
Sudah terlihat politik dinasti & kelompok
Sehebat apapun kalau di luar mrk,pasti akan digencet habis
Ini cara2 ORBA😢
Saya sering dapat undangan kegiatan kampanye Ganjar - Mahfud.
Dalam undangan selalu tertulis "Kegiatan ini murni kegiatan relawan, tidak ada uang akomodasi, pendukung datang dengan kerelaan dan ikhlas".
Hebatnya, tanpa iming² sembako dan uang akomodasi, kampanye Ganjar - Mahfud selalu PECAH!!
Masyarakat selalu berbondong² datang untuk memberikan dukungan.
Rakyat rindu pemimpin yang merakyat dan lahir dari rakyat kecil. 🤟🏻
#GanjarMahfudM3nang
#GanjarMahfud2024
#GanjarPresiden
#L3bihbaik
"Saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara, saya masih berkantor di polhukam scr rutin. Semua tugas2, semua surat2 masuk pasti selesai kurang dari 1 minggu dimeja saya meskipun saya Cawapres.."
Mahfud MD Wakil Presiden 03
Inilah yang membuat Ane mrasa Pak @mohmahfudmd adalah pilihan yg tepat untuk dimenangkan bersama Mister White @ganjarpranowo...
#GanjarMahfud2024
Ketika Pak Lurah Marah dan Makin Sembrono
Ketika Jokowi mengomentari kondisi jalan rusak di Jateng, sesungguhnya hati kecilku tersenyum: sepertinya dia bukan lagi timses, namun sudah menjadi sekelas buzzer. Betapa tidak, sengaja menggiring opini dengan menyembunyikan data dan fakta memang pekerjaan utama buzzer Prabowo-Gibran.
Kenyataannya jika kita mau sedikit membuka data, kondisi kemantapan jalan di Jateng justru paling baik jika dibanding Jatim dan Jabar. Kemantapan kondisi jalan di Jateng tercatat 92,49 persen dengan total panjang jalan provinsi 2.404 km. Sedangkan Jatim kondisinya 89,1 persen dan Jabar lebih rendah lagi 82,79 persen. Jokowi tentu tahu fakta itu, namun dia sengaja menutupi karena kebutuhannya cuma untuk menjatuhkan Ganjar Pranowo.
Sering aku berpikir, barangkali penguasa memang tidak benar-benar ingin membuat rakyatnya menjadi pintar, karena di musim pemilu seperti ini orang bodoh rupanya sangat dibutuhkan. Mereka lah yang paling gampang dicekoki narasi pembodohan dan fitnah semacam itu. Aku yakin, anda sekalian bukan termasuk golongan itu.
Lebih mengejutkan lagi adalah ketika hari ini aku membaca berita Jokowi melontoarkan pernyataan, bahwa presiden boleh memihak dan berkampanye. Tentu saja mudah kita duga maksud Jokowi mengatakan itu tak lain untuk membenarkan aktivitasnya berkampanye sambil menebar bansos yang sudah terlanjur diketahui publik. Secara pribadi, Jokowi memang punya hak berpolitik, namun menggunakan infrastruktur kekuasaan, menggunakan bansos yang merupakan duit rakyat untuk membantu memenangkan anaknya, bukan hanya dilarang undang-undang, namun juga tindakan yang sangat keji dan tak manusiawi.
Melihat fenomena itu, aku sederhana saja memandangnya: dia memang betul-betul sudah sangat marah. Bayangkan saja, semua infrastruktur kekuasaan sudah dimanfaatkan, hukum sudah dijadikan alat untuk menyandera, namun penolakan masyarakat terhadap Prabowo- Gibran masih luar biasa besarnya.
Diakui atau tidak, Jokowi memang sangat kerepotan menggerus suara di Jateng yang merupakan basis Ganjar Pranowo. Bayangkan, dalam sebulan, dia sampai dua kali ke Jateng lho, dan berkeliling ke banyak daerah sambil menebar bansos. Semua camat bahkan diperintah untuk mengerahkan warganya menyambut rombongan Jokowi. Namun yang terjadi justru komedi: warga yang berdiri di tepi jalan beramai-ramai menyambut Jokowi dengan teriakan "Ganjar..." berkali-kali.
Jadi wajar dong kalau Jokowi makin marah dan kian sembrono. Namanya juga manusia. Segala cara sudah dilakukan, namun pendukung Ganjar kok justru makin solid dan bertambah banyak? Bukan cuma itu, tokoh-tokoh besar yang dulu pendukung Jokowi mulai tak tahan melihat tingkah serakahnya, dan lalu mendukung Ganjar. Slank adalah salah satunya.
Politik pembodohan dan fitnah yang terus digaungkan kubu 02 memang sangat memeras emosi, dan hanya melahirkan pertikaian saja. Namun tak mungkin kita terhasut. Sebab kita percaya satu hal, bahwa kepemimpinan adalah kerja-kerja pengabdian untuk kebaikan rakyat, bukan lahan kekuasaan yang perlu diwariskan ke anak cucu dengan menghalalkan segala untuk menuntaskan dahaga segelintir orang.
Respect dengan tim Pak Anies.
Ketika ada hal yang dianggap tidak etis, langsung diluruskan di tempat.
Ada tuh calon lain yang sudah jelas ada pelanggaran etis, tapi pura-pura tidak terjadi apa-apa. Masalah itu pasti ada, tapi diselesaikan. Bukan bikin masalah buat negara. 😌👍🏽