Gw berani bilang bahwa Habibie punya visi politik yang jauh lebih jelas dibandingkan para aktivis Reformasi.
Ideologi para aktivis Reformasi itu seperti ini:
1. Gulingkan Orde Baru
2. ????
3. Indonesia Emas 2045
Sementara Habibie, setidaknya sebelum Krismon 1997, punya visi yang sama sekali berbeda:
1. Ciptakan pabrik-pabrik IPTEK raksasa yang menciptakan uang raksasa, lapangan kerja, dan bisnis bagi puluhan juta orang Muslim.
2. Puluhan juta orang Muslim kelas menengah yang terutama hidup di kota ini kemudian punya uang gaji dan bisnis untuk menyekolahkan anak, membangun masyarakat yang kompleks dan maju, dan menuntut perubahan.
3. Kelas menengah industri ini kemudian melahirkan intelektual-intelektual dan cendekia-cendekia Muslim yang mampu memperjuangkan visi-visi itu, membentuk organisasi, menguasai Golkar, menggulingkan ABRI dengan rapi, dan menggantikan mereka sebagai ruling class baru dan terbarukan di Indonesia.
Habibie dan mesin politiknya, ICMI, berkonspirasi supaya pada suatu hari nanti, uangnya ada, otaknya ada, kapasitas organisasinya ada, massa pemilihnya ada, dan ambisinya ada. Orang Indonesia "bodoh ber-IQ 78?" Sekolahkan dalam jumlah puluhan juta orang.
4. Indonesia Emas 2045
Pabrik menciptakan uang, uang menciptakan sekolah, sekolah menciptakan pabrik.
Masyarakat yang semakin maju dan semakin cerdas secara alami akan menuntut supaya sumber penghasilannya aman: UMR, pesangon, kepastian hukum, representasi politik, kekuasaan politik untuk menciptakan lebih banyak pabrik, lebih banyak uang, dan lebih banyak sekolah.
Mimpi ini pupus setelah Krismon 1997. IMF yang mengeteng uang yang Indonesia butuhkan untuk pulih berhasil memaksa pemerintah Indonesia, di bawah Habibie, untuk secara praktis membubarkan semua industri strategisnya dan semua kebijakan industri strategisnya. Deindustrialisasi masif pun terjadi.
Satu-satunya yang bisa Habibie lakukan setelah lengser adalah coping lewat proyek pendidikan elite seperti MAN IC, berharap bahwa generasi baru akan berhasil di mana ia gagal.
Pada zaman Reformasi dan zaman SBY, yang terjadi adalah kebalikan dari visi Habibie.
Uang ribuan triliun Commodity Boom 2000-2014 hilang dicuri oleh oligarki-oligarki raksasa dan dibawa lari ke luar negeri atau ditanam menjadi spekulasi properti di PIK dan BSD, bukannya diputar di dalam negeri menjadi pabrik, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur logistik dan energi yang diperlukan untuk menyokongnya.
Ketika kamu mengendarai motor di jalanan BSD yang mulus di sekitar ICE dan AEON, ketahuilah bahwa jalan aspal itu terbuat dari sawit.
Salah satu oligarki itu bahkan berhasil membeli Golkar dengan harga 1 triliun pada tahun 2009 dengan uang rampokannya. Sudah sangat jauh dari visi Habibie.
"Pertumbuhan ekonomi zaman SBY itu bagus" itu sebenarnya berbentuk seperti ini: nyawit raksasa. 50 juta hektar hutan dibuka, yaitu 3 kali lipat lebih besar daripada seluruh deforestasi zaman Soeharto.
Kemudian supaya rakyat tidak marah karena ribuan triliun itu hilang dicuri oligarki, disogoklah rakyat dengan subsidi bensin, bansos, BLT zaman SBY.
Deindustrialisasi masih berlanjut hingga hari ini. Rakyat Indonesia terjebak menjadi pekerja informal dan driver Gojek.
Beberapa hari silam maba UI mencecar Wamendagri bima arya dengan pertanyaan, "mana yang lebih penting, pengembangan pendidikan atau pengembangan embege?"
Kali ini karpet merah digelar untuk maba Unpad ini, yang secara mentah-mentah bilang wegah pada tawaran bantuan si gubernur konten.
Api perlawanan tidak akan pernah padam. Akun kami akan terus lestari sebab eksistensi maba-maba dan masyarakat sipil yang masih memelihara akal sehat dengan baik. Jadi, tolong terus pelihara akal sehat dengan baik ya, Kawan-kawan. #SampaiMenangโ๐ป
๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Bayangin lo dibully bertahun-tahun di kantor sendiri. Foto lo dicomot diem-diem, disebar ke grup, dijadiin stiker buat bahan ketawa bareng.
Ga ada yang nolong, ga ada yang negur.
Sampe akhirnya lo meledak.
Itu yang (diduga) dialami pegawai Diskominfo Kukar sampe nekat bawa 30-40 liter Pertalite ke ruang rapat kantornya sendiri.
Ini bukan cuma soal "orangnya kurang sabar." Psikologi nyebut ini chronic workplace bullying , tekanan yang numpuk pelan-pelan sampe akhirnya meledak jadi tindakan ekstrem yang bahkan pelakunya sendiri kadang ga nyangka bakal ngelakuin.
Yang bikin miris, korban bully-nya sekarang jadi tersangka.
Sementara yang bully-nya? Adem ayem.
Kominfo-kominfo daerah, ini alarm: budaya kerja toxic itu bukan "guyonan kantor," itu bom waktu.
Herry Wirawan, terpidana kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati di Bandung, dijatuhi:
โข Hukuman mati, Pengadilan Tinggi Bandung mengabulkan banding JPU, mengubah vonis penjara seumur hidup menjadi hukuman mati!
โข Restitusi Rp331,5 juta, diberikan kepada para korban & telah menjadi bagian dari putusan pengadilan.
โข Perampasan harta kekayaan, aset Herry dirampas untuk digunakan bagi kepentingan anak-anak yg lahir akibat kekerasan seksual tersebut, termasuk biaya pendidikan & kelangsungan hidup mereka.
BREAKING
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pundungrejo, Jaten, Karanganyar, mengalami muntah-muntah setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (12/8/2026). Masalah terindikasi pada menu ayam rempah dalam proses pemasakan batch kedua.
Sejumlah ayam disebut memiliki bau dan rasa tidak normal. Sebagai langkah antisipasi, SPPG langsung menghentikan distribusi dan menarik makanan yang sudah dibawa menuju lokasi penerima. Seluruh makanan dari batch tersebut kemudian dimusnahkan.
Salah satu sekolah terdampak adalah SD Negeri 2 Jati, di mana 94 siswa batal menerima MBG karena kendaraan pengantar diminta kembali sebelum makanan diturunkan. SPPG memastikan produksi MBG kembali berjalan normal pada Kamis (13/8/2026) dan akan memperketat pengawasan bahan pangan dari pemasok. Video: Indah Septiyaning W
Reporter: Indah Septiyaning W
Editor: Candra Mantovan
Jelang Hut ke-81 Kemerdekaan RI, istri Gus Dur, mendiang keempat Presiden RI, Abdurrahman Wahid, Shinta Nuriyah mengatakan, menyoroti kondisi bangsa Indonesia yang dinilainya kini memperhatinkan. Ia menyebut rakyat marah terhadap ketidakadilan, sementara demokrasi hingga kekerasan terus terjadi.
~NJ
guru asn gugat aturan telat perpanjang sim harus bikin baru:
- ahmad royani guru asn gugat pasal 85 ayat 2 uu llaj ke mk
- dia telat perpanjang sim cuma 3 hari karena lagi sibuk urus asesmen siswa
- pas dateng ke satpas malah ditolak
- dan disuruh bikin sim baru dari nol
- dia harus ulang ujian teori dan praktik kayak pemula
- padahal udah lama bisa nyetir
- menurutnya ini rugiin waktu tenaga dan biaya yang gak sebanding
- dia bandingin sama stnk yang telat cuma kena denda gak sampe dihapus registrasinya