Kitatuh punya opsi lo untuk jadi orang baik :)
Juga, aku gapapa dikatain punya penyakit. Hal yang mereka bilang “penyakit” ini berkah buatku. Dan doaku adalah semoga kita semua menjadi pribadi yang bisa menjaga lisan dan ketikan, untuk selalu berbuat baik pada semua 🖤
Hai semuanya, aku Miya (bukan nama asli). Alhamdulillah baru dapet beasiswa untuk S2 di Jepang (food science) dan ga harus balik Indo. Kalau kamu follow aku, kamu bakal liat konten tentang food science and technology, persiapan S2, dan misuhin pemerintah:D
"Tapi kok IPK-nya ga cumlaude?"
Heyyyyyyyy mulut Andaaa. dia aja yg penalaran matematika UTBK dapat skor perfect dan bronze medal OSN segitu, gimana Anda.
Welkom to jurusan ilmu komputer
Kalau lihat semua orang posting bahwa si abang ini ingin pulang ke Indonesia, saya punya unpopular opinion: JANGAN PULANG!
Jangan pulang, tapi bikinlah perkumpulan "mafia" Indonesia di luar negeri.
Mafia Indonesia di FAANG, di Silicon Valley, di west coast, di east coast. Di OpenAI, di Anthropic, di NVidia, di Intel, di Apple, di mana-mana lah.
Di US, di EU, di JP/CN/KR/TW/SG/MY, di mana-mana pusat teknologi.
Saya yakin sudah ada di tempat-tempat tadi, cuma jumlahnya masih kurang banyak. Saya personally kenal dgn beberapa teman yg sudah ada di sana. Semuanya orang Indonesia di sana itu nggak kaleng-kaleng, top markotop semua.
Bikinlah mafia ini, entah caranya gimana. Kalian yg di luar ini pasti lebih ngerti caranya. Lebih mudah, dan lebih menguntungkan daripada musti pada balik ke sini.
Indonesia ini kerusakannya sistemik, ngeberesinnya musti pakai mukjizat Nabi atau karamah Wali Allah, kalau cuma pakai niat baik ingin kembali, perbaiki niat dulu dan pikirkan baik-baik, nanti takutnya kecewa.
Kekurangan penjahat, Belanda sampai banyak tutup penjara dan sempat impor napi dari negara lain.
Ini bukan lelucon. Sejak sekitar 2013, Belanda sudah menutup puluhan penjara karena selnya kosong. Jumlah narapidana terus turun drastis, sehingga banyak bangunan penjara yang tidak terpakai.
Penurunan ini terjadi karena sistem peradilan mereka lebih fokus ke rehabilitasi, pembinaan, dan pengawasan di luar penjara, bukan cuma memenjarakan orang. Hasilnya, tingkat kriminalitas turun signifikan.
Karena terlalu banyak penjara kosong, pemerintah Belanda pernah menyewakan fasilitas itu ke Norwegia dan Belgia supaya gedung tetap terawat dan karyawan tidak kehilangan pekerjaan. Sekarang banyak bekas penjara yang diubah jadi tempat penampungan pengungsi, hotel, bahkan ruang kreatif dan kantor komunitas.
Gue pribadi geleng-geleng kepala baca ini. Di satu sisi kagum karena negara maju bisa menekan kriminalitas sampai kelebihan penjara. Di sisi lain, ini jadi cermin buat kita di Indonesia, pendekatan hukum yang lebih manusiawi dan fokus rehabilitasi ternyata bisa jauh lebih efektif daripada cuma membangun penjara baru.
Apakah suatu hari nanti Indonesia juga bisa sampai ke tahap ini? Atau masih jauh panggang dari api?
Logika pemerintah kok kebalik ya?. Rakyat kreatif buka lapak online, banting tulang dari nol, nggak nyusahin negara, eh giliran sukses malah langsung disensus buat ditarik pajak. Rumahnya bagus, anaknya kuliah, kendaraannya bagus, la itukan hasil keringat mereka, bukan hasil korupsi.
Pajak itu wajib, iya, tapi tolong bedain antara 'menertibkan' sama 'malak'. Kalau tujuannya cuma ngejar setoran karena APBN bolong, jangan UMKM yang baru mekar jadi korban pertama. Kasih edukasi, kasih insentif, kasih batas omzet yang jelas. Jangan dikit2 sensus, dikit2 kejar target.
Kalau mau negara maju, ya dukung rakyat yang mandiri. Jangan dipalakin pas lagi naik, tapi diabaikan pas lagi jatuh. Rakyat bukan ATM berjalan Pak😤😤😤
Beberapa dampak mati lampu PLN yang belakangan dilakukan secara tiba-tiba tanpa pengumuman terlebih dahulu, yang jarang dibahas orang banyak:
Pompa air yang lagi jalan tiba-tiba diputus listriknya bisa bikin komponennya rusak. AC yang langsung nyala lagi begitu listrik balik bisa bikin kompresornya cepat aus, karena dipaksa hidup ulang sebelum mesinnya siap. Kulkas yang suhunya naik-turun berkali-kali bukan cuma bikin makanan basi, tapi juga ngefek pendekin umur mesinnya dan tagihan listrik yang naik karena harus dingin ulang dari nol.
Komputer PC yang lagi nyala juga kena. Beda sama laptop yang punya baterai cadangan, PC langsung mati seketika begitu listrik putus. File yang lagi dikerjain dan belum di-save bisa hilang, atau malah rusak dan nggak bisa dibuka lagi.
Yang paling nyebelin: orang yang WFH dengan deadline. Render video yang udah jalan 3 jam, hilang. Meeting client yang dipotong tiba-tiba, dan yang nanggung reputasinya bukan PLN, tapi orangnya sendiri. Ini nggak pernah masuk statistik kerugian mana pun.
Yang lebih berat lagi: ada sebagian kecil populasi yang pakai nebulizer, CPAP, atau alat medis rumahan lain. Mereka bukan cuma nggak nyaman, mereka benar-benar terganggu secara kesehatan.
Gw dh muak lihat fakta/gosip tentang penyebab seringnya mati lampu belakangan, udah banyak yang bahas juga. Gw cuman minta Pemerintah kalau lihat ini, tolong dikondisikan.
REMINDER buat selalu cuci atau minimal bilas minuman kaleng sebelum diminum 😅
“kok sampe segitunya?”
jadi gini, pas koas dulu pernah jaga IGD, ketemu pasien yg datang dg keluhan demam beberapa hari, mual, muntah, badan lemes, dan sakit kepala…sekilas keliatannya kayak infeksi ringan atau flu biasa, eh ternyata
Aku lihat di IG story, temen SMAku keterima S2 di kampus swasta di Jogja. Yang aku lakukan?
"Selamat yaaaa. Keren banget sih mamah muda ini, meneruskan S2 di tengah2 punya 4 anak".
Kata temenku, daripada yang ucapin 'selamat', ternyata lebih banyak yang blg,
"Sayang banget, kamu kan alumni xxx. Kenapa S2 di situ? Gak dilanjut aja di xxx?"
"kamu kan di kota Jogja. Kenapa gak S2 di xxx, masa di xxx".
"Emangnya S2 sepenting itu ya buat kamu? gimana anak2?"
Aku hanya mendengarkan dia cerita, lebih ke gak komentar apa2. Soalnya aku udah pernah merasakan itu sih.
Ketika aku S2, aku banyak dikomentarin juga.
"Kamu single, nanti cowok2 jadi minder sama kamu".
"Belajar terus, kuliah terus, kapan nikahnya?"
Nah, ini temenku udah nikah & punya 4 anak, tetep aja dibilang, "nanti gimana urus anak2mu?"
Padahal, di dalam pikiran haluku, mungkin sudah cukup 4 anak. Dia bilang ke suaminya yang kaya raya di Jogja itu, "papa, sudah cukup 4 anak ya. Aku udah selesai hamil melahirkan. Biarkan aku S2. Aku juga mau berkembang".
Entah percakapan apa yang sudah dia lakukan, tapi yang penting suaminya ijinin.... jadi kenapa orang lain haarus BACHOT.
wkwkwkwk. cape banget kah dg perempuan yg mengurus pendidikan ini??? Soalnya perempuan single, punya suami, sampe punya anak; semua dikomen.
Makanya, aku akan menjadi women support women. Kalo ada kesempatan menempuh pendidikan, ayo gassss. Investasi tuh, gaes. Buat aku yg skrg gak punya banyak tabungan, investasi terbesaarku adalah pendidikan.
Mahasiswa UGM bukan sedang membubarkan diskusi. Mahasiswa UGM sedang melawan kesombongan kekuasaan.
MAHASISWA MENYALA
Kolom terbaruku. Dukungan dan kekaguman untuk mahasiswa yang terus menyalakan api perlawanan. Api harapan.
Kuliah di UGM itu privilege besar yang sebagian dananya dari pajak rakyat. UKT cuma sebagian kecil, dosen PNS digaji APBN, fasilitas & riset juga subsidi negara.
Karena itu kita punya tanggung jawab moral jadi ‘penyambung lidah rakyat’. Tapi tanggung jawab ini bukan cuma turun jalan tiap isu panas.
Lebih penting: belajar kritis, kuasai data, bangun solusi, dan bersuara dengan akal sehat — bukan emosi semata. Kaum terdidik seharusnya jadi penerang, bukan pengobar.
Pasien saya datang dengan sesak berat, dirawat.
Belum juga sesak hilang, karena infeksi berat, sudah minta pulang, dengan alasan harus cari uang untuk sewa sepeda listriknya.
Pekerjaan pasien saya adalah ojol seperti bapak ini, setiap hari dia harus bayar sewa motor listrik 75 ribu per hari.
Sudah tiga hari dia dirawat, jika tidak bayar sewa yang 3 hari, maka hari ke 4 motor listrik itu diambil pemiliknya.
Sebagai dokter, saya tidak tega memulangkan pasien dengan kondisi masih dalam keadaan tidak layak pulang.
Tapi mendengar kesulitan hidupnya, saya juga tak kuasa mendengarnya.
Sempat saya tanya, kenapa ngga kredit motor aja, kan cicilannya hampir sama dengan bayar sewa motornya.
Pasien bilang, sebagai orang kecil, tidak mampu untuk DP kredit motor.
Begitulah kehidupan rakyat kecil, mereka memang tidak menggunakan dollar, tapi mereka hidup mereka semakin kesulitan dari hari ke hari akibat ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi krisis ekonomi yang terjadi kini.
Ini baru salah satu contoh saja. Banyak lagi cerita sedih yang terjadi dibawah sana.
Hari ini kita menyaksikan lagi satu potret kehidupan rakyat kecil, dimana mereka sedang berjuang ditengah sulitnya ekonomi, bahkan orderan saja baru ada satu sejak pagi.
Tapi pemerintahnya tidak peduli.
Yth Pimpinan @dishubjakarta
Tolong anggota Bapak yang bertugas dibekali sedikit rasa empati dengan sesama rakyat bawah
Orang sudah jerit-jerit begitu, apa nda bisa diselesaikan baik - baik dulu, secara kemanusiaan.
Beliau sedang cari makan, ada konsumen yang sedang menunggu dia mengantar pesanan.
Ada anak istri dan keluarganya yang sedang menunggu dirumah, mungkin sedang kelaparan.
Kami setuju harus menegakkan peraturan agar tidak terjadi pelanggaran, tapi kita ini manusia, yang bukan hanya harus adil, tapi juga dibekali hati nurani untuk bersikap bijaksana.
Tidak ada salahnya membantu rakyat kecil, walau mungkin melakukan pelanggaran kecil, toh bukan melakukan kriminalisasi.
Penjahat besar, koruptor besar saja bisa diampuni, kenapa rakyat kecil tidak.
Saya menitikkan air mata saat menulis tulisan ini, saya merasa ikut pedih dengan yg dialami Bapak ini.
Semoga pimpinan terketuk hati membantu Bapak ini dan rakyat kecil lainnya.
Terima kasih
Hormat saya
Dr. dr. Eva Sri Diana SpP FISR SH
Cc
1. Presiden RI @prabowo
2. Gubernur DKI @pramonoanung
gue baca di threads, UMKM banyak merugi gara2 pemadaman listrik dr PLN.
adonan mereka gagal, ikan nila jualan mereka mati. Ini baru sebagian, aslinya masih banyak lagi org2 yg usahanya terganggu.
Sedangkan info pemadaman cuma ada di medsos.
Yakin? Birokrasi disini kayak t*i soalnya wkwk
Di NVIDIA, dia biasa kerja cepat, agile, dan inovatif. Pas sampai di pemerintahan Indonesia? Dia bakal disambut sama birokrasi setan wkwk
Mau bikin sistem akses pendidikan digital modern? Siap-siap idenya nyangkut bertahun-tahun di meja DPR cuma buat nunggu persetujuan anggaran.
Belum lagi nanti syarat administrasinya disuruh fotokopi KTP sama KK yang harus dilegalisir basah. Skill bagus seketika luntur ngadepin tumpukan kertas birokrasi.
Terus yang kedua
Anggaplah proyek pemerataan akses pendidikannya di-ACC.
Di sinilah monster politik sebenarnya keluar. Anggaran triliunan buat infrastruktur teknologi bakal diperebutkan sama vendor-vendor antah berantah milik ponakan pejabat atau elit politik.
Bukannya dapet server dan sistem sekelas NVIDIA, yang datang malah server abal-abal yang down tiap kali dipake ujian serentak, karena dananya udah disunat sana-sini.
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
Ada ibu-ibu dateng ke IGD mau lahiran. Dia hamil pertama dan anak mahal, karena baru dapet anak setelah 20 tahun menikah dan huru-hara effort & modal banyak biar hamil.
Pas setelah lahiran, ibu nya kritis, penkes, masuk ICU, dan meninggal. Belum sempet lihat anak nya..
tips bertahan kuliah di jerman ampe lulus versi aku (based on personal experience ya ini)
1. cari temen deket plisssssss orang mana aja terserah tapi harus ada minimal satu yg lebih pinter daripada kita, kalau native lebih bagus lagi soalnya bisa belajar bareng dan bisa minta diajarin know hows
2. plis dicicil belajarnya jangan mepet hari H soalnya gak akan keburu sks sks itu most of the times gak mempan ama ujian jerman🤡
3. kalau bisa ambil jurusan yg kamu emang pengen dari lubuk hati yg paling dalam soalnya kalaupun nanti susah but its what you want jadinya (menurutku) motivasinya lebih gede daripada asal pilih atau ngikut maunya ortu
4. kalau gak ada urgency awal2 gak usah kerja part time gitu2 fokus kuliah aja dulu soalnya akan butuh waktu to adapt, dan menurutku level deutsch studienkolleg ama uni BEDA JAUUUUH😅
5. kalau bisa sebelum ke jerman kuatin basis deutschnya, kalau bisa belajarnya udah mulai dari kelas 1 SMA atau bahkan lebih awal... soalnya menurutku yg paling penting tuh kemampuan deutsch, and then kemampuan di pelajaran lain menyusul (ini kalau mau ambil S1 pake deutsch ya)
boleh ditambahin yaaa kalau ada yg punya pengalaman kuliah di jerman juga✨
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.