Ibadah pagi ini adalah tentang sengsara. Yang menariknya adalah, Pendeta Riani ini membawa tema yang dekat dengan keluarga, salah satunya penderitaan anak.
Tak jarang orang tua menjadi sumber derita anak dengan memaksakan anak harus selalu sempurna, menuntut anak untuk selalu jadi yang terbaik.
Satu dari tiga anak remaja Indonesia mengalami kecemasan mental. Satu dari dua puluh anak remaja Indonesia menderita gangguan mental. Penyebabnya keluarga dan lingkungan.
Selamat Hari Minggu. Semoga kita tidak menjadi sumber derita bagi anak-anak kita.
[PANDUAN KESELAMATAN KOMUTING SELAMA MASA AKSI: UNTUK PESERTA AKSI DAN WARGA UMUM]
Hari ini, kami memutuskan untuk merilis panduan singkat untuk keselamatan perjalanan menggunakan transportasi umum selama masa aksi berlangsung.
Di Hari Kesadaran Skizofrenia Sedunia ini, aku mau kembali share kutipan dari buku Demystifying Disability yang mengajak kita berhenti menggunakan disabilitas (termasuk skizo) sebagai hinaan. It is ableist. It perpetuates stereotypes to people who struggle with schizophrenia.
Ternyata bapak-ibumu yang voter 02 dengan mindset nrimo ing pandum itu nggak tau kalau anaknya hobi ngomong kasar dan jelek-jelekkin pemerintah di twitter (aku nggak relate soalnya dicoret dari KK)
Bayangkan jika kita bisa lihat isi kepala setiap manusia yang kita temui di perjalanan, akankah kita jadi lebih baik ke sesama?
Unggahan ini bukan tentang informasi layanan MRT Jakarta atau pengenalan Kawasan TOD, tapi pengingat sederhana bahwa pada akhirnya kita semua adalah manusia yang berbagi ruang dengan kisah yang berbeda-beda.
Mereka yang kita temui di jalan memikul beban dan masalahnya masing-masing. Mari jadi lebih baik, lebih pengertian, lebih berbaik sangka.. sehingga hidup jadi lebih bermakna.
Diunggah dalam rangka memeringati Bulan Kesadaran Kesehatan Mental (Mental Health Awareness Month) Sedunia (1 Mei-31 Mei 2026).
#MRTJakarta
#UbahJakarta
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
korea UMR 25 juta protes americano harga 50rb banyak yg setuju, di indo umr 4 - 5 juta protes matcha harga 100rb langsung rame “BERARTI TARGET MARKETNYA BUKAN ELUUUUU”
jujur efek MRT sekeren ini ya, bisa menghidupkan area yang hampir mati. oleh karena itu, transportasi umum tuh emang harus selalu diprovide oleh pemerintah. jangan berpikir semata2 buaya pembangunan dan subsidinya mahal, tapi lihat gimana efek ekonomi yang ditimbulkan dari situ.
@iPoopBased Hi kak. Kayanya kakak harus kurangi jokes Tempo diparodiin Tempedotc0. Takutnya non fans jadi kenal Tempo as Tempe doang dan ga notis investigasi Tempo sedangkan kami lagi menulis. Kakak kan akun gede mungkin bisa bantu sharing artikel Tempo ketimbang jokes Tempe.
Hebat, kita udah di titik dimana fungsi pendidikan direduksi jadi semata pencetak buruh (murah) untuk industri
Persetan soal esensi pendidikan untuk mendidik individu kritis dan punya agensi sosial!
Rezim ini gak mau kalian kritis, maunya kalian jadi buruh murah!