Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Can you imagine the terror and horror Israel inflicts on Palestinian children, women, and men in detention centers when the cameras are away?
This is Israeli terrorism.
INGAT NAMA MEREKA:
Andi Angga Prasadewa (Angga)
Rumah Zakat @rumahzakat — Kapal Josef
Bambang Noroyono (Abenk)
Republika @republikaonline — Kapal Bora Alize
Thoudy Badai Rifan Billah (Thoudy)
Republika — Kapal Ozgurluk
Andre Prasetyo Nugroho (Andre)
Tempo @tempodotco — Kapal Ozgurluk
Rahendro Herubowo (Heru)
inews @officialinews_ — Kapal Ozgurluk
SOS!
Sumber: Instagram @globalpeaceconvoy
prabowo nih ditanyain soal IHSG anjlok bilangnya "rakyat desa ga main saham", sekarang pas rupiah lagi lemah ngomongnya "rakyat desa nggak pakai dollar".
rakyat desa rakyat desa mulu ajg, lu itu presiden bgst, bukan lurah.
Today marks the 78th anniversary of the Nakba (catastrophe), during which more than 750,000 Palestinians were expelled and over 400 villages were destroyed to establish the State of Israel.
78 years of ongoing Nakba.
78 years of erasure.
Against all odds, we remain on our land and the land of our ancestors.
Return is our right.
Freedom is our destiny.
On May 15, join the Palestinian people in commemorating the Nakba.
#NAKBA78
🎥 PAL Global Echo
Dr Gia pernah bilang, sepengalamannya jadi dokter, kehilangan adalah tontonan sehari-hari. Kalau istri ditinggal suami, namanya janda. Sebaliknya duda. Kalau anak ditinggal orang tua, bisa yatim, bisa piatu.
"trus, " kata dokter Gia, "kalau orang tua kehilangan anaknya disebutnya apa? " Gak ada yang bisa jawab.
Dr Gia melanjutkan, kalau orang tua yang kehilangan anaknya, itu tidak ada kata-kata penggantinya. Tidak ada kata yang bisa mewakili rasa kehilangan anak.
Kemudian saya berfikir, apa rasanya jadi orang tua di Palestina?
Tapi ada yang lebih mengerikan. Sewaktu Israel memblokade semua bantuan ke Gaza, kemudian orang-orang Palestina berjejer siang-siang terik menunggu bantuan, sambil ditembaki seperti Squid Game, tapi nyata.
Salah satu orang tua Palestina, yang kurus kelaparan, menyatakan dia bersyukur anaknya sudah tewas beberapa waktu lalu.
Daripada harus jadi orang tua yang menyaksikan anak-anaknya menderita kelaparan dan mati perlahan, seperti keadannya sekarang. Itu lebih menyakitkan, karena harus menghabiskan hidup sebagai orang tua tidak bisa berbuat apa-apa bagi anaknya.