The next time they speak of "rebuilding Gaza,"
Remember who broke it.
Remember who signed the checks.
Remember who vetoed every ceasefire.
This was not a "war" between equals.
It was a joint venture.
One military. One financial. One narrative.
Israel dropped the bombs.
America made sure the cameras looked away.
And now both will come back as saviors,
Standing over tens of thousands of graves,
Calling it peace.
Tahun 2015, ada jenazah seorang mahasiswa ditemukan meninggal di danau UI.
Namanya Akseyna Ahad Dori.
Jenazah masih mengenakan ransel, di dalamnya ada sejumlah batu.
Diduga korban adalah korban pembunuhan.
Kasus ini belum selesai sampai sekarang. Pelaku, motif, dan kronologinya belum jelas.
Semua masih misteri, sampai hari ini, satu dekade kemudian.
Hatta Berjanji Baru Akan Menikah Setelah Indonesia Merdeka
Ketika menjadi mahasiswa di Belanda, Mohammad Hatta selalu serius belajar. Sekalipun banyak mahasiswi mengaguminya, dia tak menunjukkan ketertarikan. Penasaran, kawan-kawannya menyuruh seorang mahasiswa Polandia yang cantik untuk menggodanya tapi tak berhasil.
Halida Hatta, putri bungsu Bung Hatta, ini karena ayahnya ingin menyelesaikan studi dengan baik sebagai modal dasar bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Bung Hatta sadar apa yang sedang dia prioritaskan,” ujar Halida.
Dan selama Indonesia belum merdeka, Bung Hatta berjanji tak akan menikah.
Lokasi Sholat Idul Fitri terindah di Dusun Garung Desa Butuh, Kalikajar, Wonosobo. Penyelenggara Sholat Ied Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Butuh. (2024)
Taqabbalallahu Minna wa Minkum
Eid Mubarak
📽 jatengmu
GEGAR BUDAYA DI DEPOK?
Suasana menjelang buka puasa di sebuah food court pusat perbelanjaan Depok. Penuh manusia. Tak ada warung merk dengan menu masakan Nusantara. Dominan Korea dan Nippon Cahaya Asia.
Pertanyaannya, apa yang terjadi dengan Depok? Daerah ini berkali-kali heboh dengan cerita mistis macam babi ngepet wa akhwatuha, pilihan politik warganya dominan PK, tapi makanan favoritnya sushi dan ramen.
Apakah ini yang disebut gegar budaya? Entah.
Cipali, 8 April 2024
SAIDIMAN AHMAD
Alasan terjadinya kemiskinan struktural:
Kita kurang sedekah ❌
Kita kurang Marxian ✅
Ceramah Tarawih yang mungkin hanya bisa ditemukan di @masjidkampusugm 🫣
● Masih dengan Prof SARJIYA.
⬇️⬇️⬇️
Pengukuhan guru besar hari ini mengharu biru banget 🥹🥹
● Video dan Teks : @ugm.yogyakarta
● Lokasi : Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta.
#panoramakulonprogo#kulonprogo#jogja
Suasana haru menyelimuti ruang Balai Senat UGM saat Prof. Sarjiya, seorang dosen di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM membacakan pidato pengukuhan Guru Besar.
Ia menceritakan kisahnya menempuh pendidikan dari kalangan keluarga sederhana yang tinggal di Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Usai menyampaikan pidato, Prof. Sarjiya langsung mendatangi sang ibunda dan memeluknya dengan erat.
Pak Sarjiya ini kakak kelas saya di SMA 1 Yogyakarta dan Teknik Elektro UGM. Saya juga pernah diajar beliau di FT UGM. Pribadi lugu, sederhana, akrab, dan semanak dengan mahasiswa. Ikut berbahagia dan haru dengan segala kisah hidupnya.