Menteri Keuangan RI periode 2013-2014 sekaligus ekonom senior, Chatib Basri, bicara mengenai kondisi perekonomian Indonesia. Termasuk biang kerok rupiah terus terpuruk, apa yang harus dilakukan Menteri Keuangan, sampai perbandingan dengan kondisi krisis 1998.
| Narasi Daily
@Makaryo0@msaid_didu Seharusnya dilarang 100%.
Dan mantan pejabat eselon 1-4 dilarang juga kerja di swasta yang beririsan dengan tupoksi kantor
Banyak pejabat ESDM misalnya, pensiun lalu kerja di swasta migas dan tambang LN. Itu bisa membocorkan rahasia negara dan conflict of interest.
@ARSIPAJA pak, kelakuan aparat banyak yang ga beres. Teman saya kecelakaan dan sudah damai. Sepeda motor diangkut, eee pas ngambil motor dimintai uang 2 juta sama polisi. ini mereka ga mengayomi, malah memalak.
@NenkMonica@msaid_didu Lalu, hubungan sosial dengan masyarakat gimana?
Panitia Idul Adha misalnya itu repot, tapi semua senang. Tetangga non Islam juga senang dapat daging sapi/kambing.
Lalu kalau dipusatkan gimana teknis baginya?
Masjid yang berlebih sudah aktif kok mendistribusikan ke pelosok.
@Hnirankara Petani saja kesulitan pupuk kok. Bahkan yang tidak bersubsidi dan kulitasnya terjaga sulit didapatkan.
Apalagi yang subsidi. Petani hortikultura salah satunya yang sejak dicabut subsidi pupuk, mereka memupuk tidak sesuai anjuran. Ya gimana lagi katanya?
@prabowo Pak... ultah tolong dilarang di birokrat. Waktunya bukan untuk mikirin mbuat video, hura-hura... tapi untuk rakyat. Bukankah bapak sendiri yg bilang efisiensi. Seremonial dihapuskan. Ini dari jantung istana malah memberi contoh buruk. Kasihan rakyat. Smg pak Prabowo sehat selalu
@Anak__Ogi@nahdiyinbersatu Katanya efisiensi. Tidak perlu acara seremonial. Contoh buruk justru datang dari lingkaran jantung istana. Hal pribadi saja dirayakan pakai uang negara.
@kompascom Dikasih saran bagus sama pak JK saja tidak digubris. Anda itu mantan presiden... sudah seharusnya masalah yang timbul diselesaikan dengan tempo sesingkat-singkatnya. Apalagi mudah kalau memang benar yang dipunyai asli.
@merapi_uncover Meresahkan memang pantai selatan di Yogyakarta mulai dikuasai seperti ini. Wisatawan yang jauh-jauh cuman bisa duduk di pojokan. Tempat strategis dikuasai tikar kosong yang kalau mau dipake harus bayar. Perlu ditindak tegas oleh Pemda terkait.