Bayar tiket harganya sama. Capek kerja seharian juga sama.
Tapi kenapa kalau laki-laki duduk di kursi reguler sering dianggap nggak punya hati?
Baru banget gw pulang kerja naik kereta jakarta-bogor terus ada Laki-laki duduk tenang, di depannya ada perempuan berdiri.
Terus si mbaknya pasang muka sinis, atau sengaja mepet-mepet biar si cowok merasa bersalah. Padahal itu bukan kursi prioritas.
Di satu sisi, ada stigma "Laki-laki harus ngalah".
Di sisi lain, laki-laki juga manusia yang bisa capek kerja 8-10 jam. Kalau dia ngalah, dia makin tumbang. Kalau nggak ngalah, dianggap nggak punya etika.
Akhirnya, banyak yang milih pura-pura merem atau main HP padahal hatinya nggak tenang.
cc:threads