Dari perkataan² ini:
1. Kalau persib juara kawin ama monyet
2. Back to back biasa aja gak spesial, hattrick baru spesial
3. Peralta resmi ke Persija dan coach Shin senang
4. Persib Badut Asia
5. Kalah jadi cacing Menang jadi naga
Kita belajar, bahwa semakin asbun semakin kalah.
Era dadan, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bulan puasa.
Era sudaryono, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bencana.
See? Gairah dan birahi BGN untuk korupsi gak memandang siapa yang menahkodai. Sekali proyek iblis, tetaplah proyek iblis.
THREE PEAT, TRIPLE DOMINANCE: LAPANGAN, LAYAR KACA, DAN LINIMASA
Kita sarapan angka dulu. Musim 2025/26 BRI Super League nggak cuma soal Persib juara 3x beruntun.
Data resmi laporan I.League memberi gambaran dominasi Persib meluas jauh melampaui trofi mereka jadi kekuatan komersial nomor satu di liga.
Saya ambil dari POV Persib, ya. Berikut breakdown-nya:
BROADCASTING
Persib Sapu Bersih TOP 5 TVR
Sebelum masuk data, sedikit konteks biar nggak salah baca angka:
TVR (Television Rating) = persentase penonton acara dibanding SELURUH populasi TV (nyala atau mati). TVR 7,3 berarti 7,3% dari total pemilik TV nonton laga itu.
TVS atau Share = persentase penonton acara dibanding hanya TV yang SEDANG NYALA saat itu. Share 43,4% berarti dari semua orang yang lagi nonton TV di jam tersebut, 43,4%-nya milih nonton laga ini.
Jadi TVR kecil itu normal (pembaginya “semua orang”), tapi Share tinggi adalah bukti kuat acara itu jadi pilihan utama pemirsa yg lagi aktif nonton. Data ini biasanya dirilis mingguan oleh AC Nielsen. Karena kalo AC Milan biasanya rilis pemain muda dan beli pemain tua.
Data top 5 TVR musim ini, semuanya melibatkan Persib:
PSM Makassar vs Persib (17 Mei 2026): TVR 7,3 | Share 28,6, rekor TVR tertinggi musim ini
Persib vs Persija Jakarta: TVR 7,1 | Share 43,4, rekor Share tertinggi
Persib vs Persijap Jepara: TVR 7,1 | Share 43,4
Persib vs Borneo FC: TVR 7,1 | Share 27,8
Persib vs Bhayangkara FC: TVR 7,1 | Share 27,4
STADION
Persib Raja Konsistensi
Rekor penonton tertinggi dalam satu laga sebenarnya dipegang Persija Jakarta (3 besar berturut-turut): vs Arema FC 56.989, vs PSIM 56.150, vs Persebaya 39.443, ketiganya di GBK.
Tapi soal stabilitas sepanjang 17 laga kandang, Persib yang unggul:
Rata-rata kehadiran tertinggi liga: 24.255 penonton/laga
Rata-rata okupansi tertinggi liga: 63,75%
Total penonton liga musim ini: 1.949.901 (+28,01% YoY), rata-rata 6.372/laga, okupansi rata-rata liga cuma 29,87%, jadi angka Persib jauh di atas rata-rata liga.
DIGITAL
Pertambahan Follower Terbesar
Total follower digital seluruh klub naik dari 66,8 juta → 72,6 juta musim ini (net +5,81 juta, rata-rata growth klub 7,12%).
Persib:
Follower awal musim → akhir musim: 32.330.000 → 36.760.000
Net gain: +4.432.600 follower (+13,70%)
Ini adalah pertambahan follower terbesar di liga, jauh di atas klub manapun
Catatan: growth RATE persentase tertinggi sebenarnya Malut United FC di +33,17%, tapi basis awal mereka di 813.500 follower.
Tiga metriks: broadcasting, attendance, digital, semuanya nunjuk ke satu klub yang sama sebagai motor komersial BRI Super League musim ini.
Silakan recheck di laporan resmi iLeague. Jika ada salah kutipan data ditunggu reviewnya.
Kabar update dikit dari per-kawean. Tim legal Persib mulai bergerak. Menindaklanjuti beberapa laporan terkait. Semoga lancar, efek jeranya bisa tepat sasaran.
Apalagi sok harapannya?
Wkwk asyik bgt di Warpopski ada menu baru.
Ada nasgor subianto yg pake hampir semua jeroan sapi kecuali HATI sama OTAK. Terus ada nasgor rakabuming yg CUMA pake MSG. 😋
Menu asyik 'representatif' ini bakal secara ekslusif tersedia mulai malem minggu ini, jam 4 sore - 8 malem.