Kekasih
Seperti nyanyian ombak menghempaskan rindu disela terjangan badai. Riaknya bergelora
Kita menari
di sepanjang garis pantai
tarian kebahagiaan ?
Atau dendang kepiluan ?
luka dan derita kita pahat bersama
di atas pasir
dalam perayaan cinta.
Aku jatuh cinta pada jari-jari malam; kau tulis dalam puisimu
Aku jatuh cinta lewat lagu yang kau bingkai dalam episode rindumu
Aku memelukmu dalam doa,
Aku cinta padamu meski
jurang telah kau gali;
Cintaku utuh
memeluk setia.
#puisiambyar
โขโขโข @enesaarihta1
@PemetikAksara
Aku jatuh cinta pada jari-jari malam; kau tulis dalam puisimu
Aku jatuh cinta lewat lagu yang kau bingkai dalam episode rindumu
Aku memelukmu dalam doa,
Aku cinta padamu meski
jurang telah kau gali;
Cintaku utuh
memeluk setia.
#puisiambyar
Aku jatuh cinta pada jari-jari malam; kau tulis dalam puisimu
Aku jatuh cinta lewat lagu yang kau bingkai dalam episode rindumu
Aku cinta dengan aroma setiap jengkal tubuhmu
Aku cinta padamu meski
jurang telah kau gali;
Cintaku utuh memupus benci
memeluk setia.
Dalam sebuah podcast, Deny Sumargo pernah bertanya kepada Chika, ibu dari Kenneth, bayi yang viral karena kemampuan belajarnya sejak usia sangat dini.
"Kalian pernah cek ke dokter nggak sih, kok Ken bisa secerdas itu?"
Jawaban Chika justru membuat banyak orang berpikir.
"Kalau kata dokter, sebenarnya semua bayi punya potensi. Yang membedakan adalah apa yang diberikan orang tuanya selama 1.000 hari pertama kehidupan."
Menurutnya, stimulasi tidak dimulai saat anak lahir, tetapi bahkan sejak masih di dalam kandungan.
Saat usia kehamilan sekitar 28 minggu, ketika pendengaran janin mulai berkembang, mereka rutin mengajak bayi berbicara. Bahkan sang ayah sering membacakan buku, bukan agar bayi langsung memahami isinya, tetapi supaya terbiasa mendengar suara orang tuanya.
Setelah lahir, Kenneth dikenalkan dengan buku hitam putih (contrast book) saat tummy time untuk membantu stimulasi penglihatan sekaligus melatih otot leher dan motoriknya.
Saat memasuki usia sekitar tiga bulan, ia mulai dikenalkan pada buku dengan berbagai tekstur untuk merangsang indra peraba dan membiasakannya mengeksplorasi berbagai sensasi.
Ketika mulai bisa menunjuk benda, orang tuanya juga tidak langsung mengambilkan apa yang diinginkan.
Mereka mengajak Kenneth berkomunikasi.
Misalnya, "Adik mau yang ini? Ini namanya tisu."
Cara sederhana seperti itu membantu memperkaya kosakata sekaligus melatih kemampuan berpikirnya.
Yang paling menarik, orang tuanya mengatakan bahwa mereka tidak mengejar anak yang sekadar pintar secara akademis.
Mereka lebih mengutamakan adab, kemandirian, kemampuan bernalar, dan nilai-nilai kehidupan.
Bagi mereka, kepintaran hanyalah bonus.
Terlepas dari kisah Kenneth, penting diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan dan cara yang berbeda. Tidak semua anak akan mencapai kemampuan yang sama pada usia yang sama, dan itu bukan berarti ada yang gagal. Faktor seperti kesehatan, lingkungan, stimulasi, serta perbedaan individu juga berperan besar dalam tumbuh kembang anak.
Menurut kalian, seberapa besar pengaruh pola asuh dan stimulasi di rumah terhadap perkembangan anak dibandingkan dengan faktor bawaan atau genetik?
MENGAPA VIDEO INI MENGGETARKAN JAGAT MAYA?
Karena ada kalimat mahal yang bisa menjadi pelajaran moral dari kehidupan pahit wanita tangguh itu.
"Buat apa bersedih, karena itu tidak akan merubah apapun!" katanya.
#Ngi
"Tante Aku Guru 30 Tahun. Dia Bilang: 'Anak yang Paling RUSAK Bukan yang Nggak Diurus.
Tapi yang TERLALU Diurus.' Pas Dia Jelasin, Aku Merinding, Asliiii."
Tanteku guru SD. 30 tahun ngajar. Dari zaman dia ngajar nulis pakai batu tulis atau kapur sampai sekarang ujian pakai tablet.
Lebaran kemarin, dia cerita yang bikin sudut meja makan diam.
"Kalian tahu anak yang paling bikin guru KHAWATIR?"
Aku nebak: "Yang bandel?"
"Bukan."
"Yang nilainya jelek?"
"Bukan."
"Yang NGGAK PERNAH GAGAL."
Aku bingung. "Maksudnya Nte?"
Tante cerita satu muridnya. Sebut aja Alif. Dia rangking 1 sejak kelas 1. PR selalu beres. Seragam rapi. Nggak pernah telat. Nggak pernah kena hukuman.
Anak sempurna.
Sampe suatu hari, kelas 5, Alif dapat nilai 75 di ulangan matematika. Ga jelek. Tapi buat anak yang selalu 100,itu kayak dunia runtuh. Dan yg terjadi berikutnya bikin tante aku trauma sampe skarang.
Alif NGGAK NANGIS. Dia gak marah, juga nggak protes. Dia sobek kertasnya. Pelan. Satu per satu. Lalu dia duduk diam. tatapan kosong
Tanteku panik. Panggil orang tuanya. Ibunya datang. Dan kata pertama ibunya bukan "Alif kamu kenapa?"
Kata pertamanya:
"Lho, kok bisa 75? Biasanya kan 100?"
Tante aku bilang, di momen itu dia SADAR. Alif nggak takut gagal karena nilai. Alif takut gagal karena REAKSI ORANG TUANYA.
Anak itu nggak pernah diizinkan untuk TIDAK SEMPURNA.Setiap sukses = dipuji. Setiap gagal = ditanya "kenapa bisa gagal?"
Nggak pernah ada ruang untuk bilang: "Nggak apa-apa. Gagal itu biasa."
Carol Dweck, profesor psikologi di Stanford, nemuin sesuatu yang ngubah dunia pendidikan:
๐ Anak yang dipuji "PINTAR" cenderung MENGHINDARI tantangan. Karena mereka takut label "pintar"nya hilang kalau gagal.
๐ Anak yang dipuji "USAHANYA" cenderung MENCARI tantangan. Karena yang dinilai bukan hasilnya, tapi prosesnya.
Ini namanya Fixed Mindset vs Growth Mindset.
Alif punya Fixed Mindset, bukan karena dia bodoh. Tapi karena 10 tahun hidupnya dibesarkan dengan pesan:
"Kamu anak pintar. Harus selalu berhasil."
Dan pesan itu, yang keliatan POSITIF, ternyata jadi PENJARA.
๐ Studi di Journal of Personality and Social Psychology: anak yang terus dipuji "pintar" โ saat menghadapi soal sulit โ performanya DROP 20% dibanding anak yang dipuji usahanya.
๐ Perfectionism pada anak meningkat 33% dalam 3 dekade terakhir (Curran & Hill, 2019). Dan salah satu pemicu utamanya? EKSPEKTASI ORANG TUA yang terlalu tinggi.
Kita pikir kita sedang memotivasi. Padahal kita sedang MEMENJARAKAN.
Menampar muka pemerintah melalui listrik
dengan dana minim mampu membuat kelebihan daya listrik dan menjualnya ke PLN sebagai pemasukan desa
bobrok
Seharusnya ini tugas pemerintah yang memfasilitasi bukan rakyat yang bekerja
HP temen gue hilang. Besoknya syok berat, tagihan Paylater Rp12 juta dari transaksi yang gak pernah dia lakuin.
Aplikasinya dengan enteng bilang, "Pelaku masuk pakai PIN asli, berarti kelalaian user."
Temen gue sampai depresi. Gue langsung turun tangan.
3 hari kemudian, tagihan itu resmi jadi Rp0. Total biaya jadi Rp0.
Ini yang gue lakuin:
Bukan nyari HP lewat GPS. Prioritas utama adalah, amankan semua akun finansial dari perangkat lain. Login dari device cadangan, force logout semua sesi aktif. Terus telpon operator, blokir SIM card sementara. Ini krusial biar pelaku gak bisa terima OTP via SMS.
Yang paling penting dan kebanyakan orang gak tahu yaitu, minta log IP address + Device ID dari semua transaksi. Email resmi ke CS, minta data lengkap. Ini bukti kuat kalau transaksi dilakuin dari perangkat dan lokasi yang BEDA dari lo.
Buat laporan polisi (STPL). Banyak orang males ke polisi, padahal ini bukti hukum resmi bahwa lo korban, bukan pelaku yang pura-pura hilang.
Kirim surat sanggahan resmi via EMAIL, bukan chat CS biasa. Lampirkan kronologi, foto STPL, permintaan pembekuan tagihan selama investigasi. Chat CS gampang diabaikan, email formal punya kekuatan hukum.
Mereka masih nolak? Lapor OJK. https://t.co/vDQmTDwwDW atau telpon 157. OJK punya wewenang penuh buat nindak platform yang abai perlindungan konsumen. Begitu laporan OJK masuk, respons mereka biasanya berubah 180 derajat.
Alasan "PIN asli = kelalaian user" itu gak valid secara hukum. POJK 6/2022 bilang perusahaan WAJIB punya verifikasi berlapis untuk transaksi tak wajar. Kalo sistem mereka gak bedain pemilik asli vs pelaku, itu kegagalan MEREKA.
Hasilnya, hari 1 laporan polisi + sanggahan. Hari 2 eskalasi OJK. Hari 3 tagihan Rp12 juta DIHAPUS jadi Rp0.
Btw, stop nyatet PIN di Notes HP lo.
Ciri Ciri Pribadi Yang Berkelas:
1. Berbicara Dengan Santun Dan Bijak
Tidak pernah merendahkan orang lain, nada bicara tenang, dan berpikir sebelum berbicara
Ia tahu bahwa kata kata adalah cerminan diri
Ia tidak suka menggunjing atau menyebarkan keburukan orang lain
2. Menghormati Siapa Saja
Ia bersikap sama sopannya kepada semua orang yang dijumpai
Baginya, martabat orang lain tetap harus dihargai, tidak peduli siapa mereka atau apa statusnya
3. Tenang Dan Tidak Mudah Emosi
Saat ada masalah atau diprovokasi, ia tidak langsung meledak
Ia mengendalikan diri, tidak bertindak dibawah pengaruh amarah, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin
Ketenangan adalah kekuatan terbesarnya
4. Terus Belajar & Memperbaiki Diri
Ia tidak merasa paling benar
Ia terbuka pada masukan, mengakui kesalahan, dan selalu berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri setiap harinya
5. Rendah Hati & Tidak Suka Pamer
Prestasi, harta, atau kelebihan yang dimilikinya tidak dijadikan alat untuk meninggikan diri
Ia membiarkan kualitas dirinya yang berbicara, bukan kata kata yang sombong
6. Setia Kawan & Menepati Janji
Jika berucap, itu adalah tanggung jawab
Ia bisa dipercaya, menjaga rahasia orang lain, dan tidak meninggalkan orang yang sedang dalam kesulitan
Kepercayaan adalah mahal baginya
7. Menjaga Penampilan & Kebersihan
Tidak harus mahal atau bermerek, tapi selalu rapi, bersih, dan sesuai tempatnya
Ia paham bahwa cara ia berpakaian adalah bentuk rasa hormat kepada orang lain dan lingkungan
8. Dewasa Dalam Menyikapi Masalah
Tidak menyalahkan keadaan atau orang lain
Ia fokus pada solusi dan tindakan, bukan hanya keluhan
๐ค๐ค๐ค
kening yang selembut dahulu.
mesra ku kecup dan kedinginan.
dari jauh; rasa ini belum cukup
untuk menemukanmu sendiri.
dan kabut melupakan lembah
di degup jantung. resah tanpa
menipiskan air matamu.
semenjak bahagia;
tak lagi menyentuh kehilangan.
burung yang meminjam
sajaknya. begitu sayap menjadi
bulan. dan senja tak lagi sama
di antara dua lautan.
bunga putih, mematahkan
warna yang lebih cantik.
matamu pun berselimut
haru.
sebagai angin; jarak tak
lagi berjelaga pada sunyi
jantungku.
#matamalam
-@MataPuisi
Kata Dino Patti Djalal:
"Menyuarakan kebenaran itu lebih nikmat daripada mengejar kekuasaan".
NICE QUOTE ๐๐
Selamat pagi....
Teruslah menyuarakan kebenaran jgn jadi setan bisu๐ซถ๐ซถ