Makjleb.
Gua mencintai presiden @prabowo karena dia orang yg tulus.
Dibalas kontan.
Tak perlu mencintai presiden.
Tetapi tangisilah anak yg bunuh diri di NTT.
Tangisilah mereka yg susah cari makan.
Jangan tangisi presiden sebab dia manusia 2T yg katanya menang 58%.
Istighfar berkali2 melihat apa yg terjadi di negeri ini. Belum lagi kalau ingat sudah 5 nyawa melayang akibat pelatihan ini. Cepat sehat negeriku. Al fatihah...
Gibran ini beneran kosong ya.
Jadi, dia lagi kunjungan ke Gorontalo. Ada sesi ngobrol sama petani. Petani itu cerita kalo ada kendala ketika panen. Nah, kata petani yg jadi masalah itu jalan buat combinenya belum ada, shg harus mikul tangganya.
Tapi malah ditangkep sama Gibran, kalo combine harvesternya itu dipikul. Lah, combine kan traktor gede ya, mana ada dipikul. Petaninya jadi bingung sendiri.
Kocak bener wapres kayak gini.
😭😂
Yang bikin putus asa dari rezim ini adalah, semua keributan ini nggak ngaruh. Yang incompetent macam begini akan tetap bercokol.
Gua sendiri mendukung alat produksi dikuasai negara, tapi melihat BUMN dikelola dengan cara seperti ini, mendingan di swastanisasi aja lah.
Swasta gak akan mungkin milih direksi/komisaris dengan cara ini. Bahkan waktu ET punya kuasa di area ini, dia mainkan semua di BUMN kan? Bukan di perusahaan miliknya.
Bahlil soal Pertamax yang naik 32%:
"Pakai mobil Mercy, nongkrong di mal, minta BBM-nya disubsidi. Malu dikitlah."
Surya, ojol Semarang, juga pakai Pertamax.
Bukan karena gaya-gayaan. Motor injeksinya berkerak kalau diisi Pertalite, dia sudah coba 2 bulan. Sekarang kerja 7 jam sehari buat nutup selisih harga.
Agung, ojol Medan, mau pindah ke Pertalite tapi was-was sama mesin.
Nasi di warung langganannya naik dari Rp10.000 ke Rp12.000. Dia juga nambah jam.
Dua-duanya bukan pemilik Mercy, Pak Menteri.
Kalimat "malu dikitlah" itu terdengar gagah dari podium INDEF. Terasa berbeda dari balik stir motor ojol jam 7 pagi.
Mercedesnya di mana?
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
Latihan Dasar Kemiliteran untuk manajer Koperasi Merah Putih itu memang bukan untuk urusan capacity building.
Gak usah repot-repot dibandingin sama Alfamart.
Ini strategi menanamkan dominiasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa "superior" nya.
Dari kecil dibiasakan pakai jalur khusus, dari sekolah, pilkada sampai jadi wapres.
Suka jalan pintas, termasuk mecah belah solidaritas ojol dan terakhir mecah belah gerakan mahasiswa. Kebiasaan buruk dari kecil. Najis!!!
Mulyono bagi2 amplop isinya 50rb buat rakyat miskin yg gagal dia sejahterakan selama 10thn berkuasa.
Hanya rakyat bodoh yg bangga lht video mulyono ini! 🤣🤣🤣
Pejabat merespon kritik lugas mahasiswa & masyarakat, "Jaga etika, kritik dengan bahasa yang sopan!"
Prabowo berpidato sebagai presiden,
"Nye nye nye!"
"Ndasmu!"
"Emang gue pikirin"
Kepala negara yg sangat beretika dan santun.