Kalau jawabanNya 'Ya', pasti ada jalan dan caraNya yg ajaib, yg bahkan gamasuk di logika manusia..
Kalau jawabanNya 'Tunggu', pasti dikasih kesabaran dan pengharapan..
Kalau jawabanNya 'Ngga', pasti Dia sudah siapkan yg terbaik..
Belajar rilek, jgn pusing, Dia sedang bekerja.
Bukan berarti tidak ada yg terganggu jg dengan konvoi Persib. Pasti ada juga warga yg kegiatannya terhambat. Tp org Bdg mh tau klo Persib itu identitas, jd yaudah dirayakan bersama aja dgn cara msg2. Jadi 2 kegiatan itu gabisa disamakan bahkan jadi perdebatan, tidak apel ke apel.
Krn wargi Bandung paham mana yg "hajatan bersama", mana yg "hajatan sekelompok org". Bedanya 2 kegiatan itu, event lari: kegiatan segelintir orang, tp kadang mengorbankan kepentingan orang yg lbh banyak. Konvoi Persib: kegiatan orang banyak, yg dikorbankan segmen yg lbh sedikit.
Orang Indo kalau kehilangan motor itu akan langsung sedih dan terpukul, karena kita tau kalau lapor polisi pun percuma. Motornya ga bakal dicariin
Di sini semua serba sendiri. Cr uang sendiri dan cr maling sendiri. Negara tinggal nagih pajak, itupun kita jg yg hrs laporan.
Buat yang gatau isi apaan, jadi isi intinya begini. Prabowo bilang dia disalahpahami oleh para pelaku pasar keuangan.
Dan mereka pada akhirnya akan mengerti sendiri.
Gw perlu berhenti sebentar di situ.
Kepala negara dari ekonomi terbesar keempat di Asia Tenggara di tengah kondisi rupiah 17 ribu, IHSG minus lebih dari 20% dari puncak, rating outlook diturunkan Moody's dan Fitch, outflow asing puluhan triliun, dan perang di Timur Tengah yang bikin harga minyak meledak responnya adalah pasar yang salah paham dan nanti juga ngerti sendiri.
Bukan evaluasi kebijakan.
Bukan akui ada yang perlu diperbaiki.
Tapi pasar yang perlu belajar lebih sabar.
Ini bukan tahun 90an di mana informasi bisa dikontrol dan publik hanya terima apa yang dibilang pejabat.
Pasar itu bukan entitas abstrak yang bisa diceramahi. Pasar adalah jutaan keputusan dari investor domestik dan asing yang masing-masing punya data, analis, dan kalkulasi sendiri. Kalau mereka keluar itu bukan karena mereka tidak mengerti visi besar. Itu karena angkanya tidak masuk akal untuk mereka.
Dan konglomerat yang diajak sparring itu bukan orang yang tidak tahu kondisi Indonesia.
Mereka yang paling tahu.
Mereka yang taruh uang paling besar di sini.
Kalau mereka skeptis itu bukan karena mereka anti Prabowo.
Itu karena mereka baca spreadsheet-nya dan angkanya membuat mereka khawatir.
Pemimpin yang kuat tidak perlu bilang pasar salah paham.
Pemimpin yang kuat kasih data yang lebih baik. Kebijakan yang lebih konsisten.
Dan komunikasi yang membuat orang merasa kondisinya dipahami bukan dibantah.
Yang terjadi sekarang adalah sebaliknya.
Dan Bloomberg yang nulis ini bukan media pinggiran. Ini dibaca oleh fund manager di New York, London, Singapura, Tokyo semua orang yang keputusannya menentukan apakah uang masuk atau keluar dari Indonesia.
Artikel seperti ini tidak membantu rupiah.
Tidak membantu IHSG.
Tidak membantu siapapun.
Kecuali yang butuh konfirmasi bahwa sudah waktunya keluar.
Jadi Tau kan kenapa akhir2 ini asing deres keluar nya ??
Arsenal and their fans actually believe we don't like them because we fear them.
When Man City won 5 out of 6 Premier League titles, we all respected them. We all feared them. Respect = fear. Not dislike.
When Liverpool won the PL under Klopp and consistently challenged for it, we all largely respected them.
Both of these sides were genuinely good football teams. They were playing free flowing, entertaining football, scoring goals and creating chances while allowing world class individuals to shine.
Man City with players like Agüero, David Silva, KdB, Bernardo, Sterling, Sané, Mahrez, Kompany and then eventually players like Haaland, Rodri, Foden and Alvarez etc.
Liverpool with their unbelievable frontline of Mané, Salah and Firmino with players like TAA, Robertson, Diaz etc. Always playing with 100% intensity, always looking to score one more goal, always looking to entertain the fans.
Again, we all respected these teams and that respect was given because we feared them – and we did so because they were genuinely good teams who played genuinely good football with genuinely good players.
Not a soul respects Arsenal and what they are doing.
They are not playing entertaining football, and in many cases they are literally not playing football at all.
Wasting time, faking injuries, taking forever to restart play – be that from corners, free-kicks, goal kicks whatever. Constantly goes down too easy while looking more like WWE fighters when attacking/defending set-pieces.
They are massively over-reliant on set-piece goals to open up games and all of their set-piece goals happen, not because of beautifully rehearsed variants but because they are allowed to do whatever they want in the box without being penalised for it.
On top of all this, they act in the most unsporting and disgusting manner possible whenever they play. No class at all.
Nobody will look back at this title win (and yes, they will win the title) with admiration in the future. They are literally only winning this title because they are meant to win it.
They will not win it because they deserve to – they will win it because the Premier League has decided they will.
This is why no one actually fears Arsenal. They are objectively not a TOP football team. If they were refereed like any other side in the league, they'd be scrambling for top 5.
Nothing they do is sustainable in the long-run. They have no individual quality to fall back on.
When literally every single person in football is OPENLY practically saying that Arsenal are cheating, boring and getting away with m*rder, it's time to actually look at yourselves and realize that YOU actually are the problem and not everyone else.
𝗔𝗘𝗧 | 🇮🇩 Indonesia 5️⃣-3️⃣ Japan 🇯🇵
WHAT A GAME.
The hosts are through to the final after a scintillating display at Indonesia Arena!
#ACFutsal2026 | #IDNvJPN
You’re a Liverpool legend, no debate. But the moment any player thinks he’s bigger than the club, that’s when it’s time to say goodbye.
Thank you for everything. #Salah#MoSalah#Liverpool#LFC
Mo, my legend.. why’d you have to do this? @MoSalah
Here’s my take on Mo Salah’s decision to go full-on nuclear.. (quite a long thread, coz X's premium glitched out) ⬇️⬇️
#MoSalah#Salah#Liverpool
You’ve stained your own legacy. It’s an anticlimactic, messy ending.. like Game of Thrones.
Yes, Mo, you’ve given everything to this club. You’ve won it all, and I’ll always forever be grateful.